<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722</id><updated>2011-11-27T15:50:58.014-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Marketing'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Seputar  Syariah'/><category term='Produk Asuransi Takaful'/><category term='News'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>M@rketing,Business &amp; News</title><subtitle type='html'>M@rketing Is Not Enought but M@rket Thing!!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3963351400351961265</id><published>2009-03-13T07:59:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T08:10:53.199-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Orang-orang kaya dunia dari Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/Sbp3VChtDoI/AAAAAAAAA7s/lEUWbWHGLOc/s1600-h/indonesia.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/Sbp3VChtDoI/AAAAAAAAA7s/lEUWbWHGLOc/s400/indonesia.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312689913776115330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;NEW YORK (SINDO) – Lima warga negara Indonesia (WNI) masuk dalam daftar orang terkaya di dunia 2009 versi majalah Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah Michael Hartono, R Budi Hartono, Sukanto Tanoto, Martua Sitorus, dan Peter Sondakh. Michael Hartono berada di posisi ke-430 dengan kekayaan USD1,7 miliar,R Budi Hartono peringkat ke- 430 dengan kekayaan USD1,7 miliar, dan Sukanto Tanoto nomor 450 dengan kekayaan USD1,6 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martua Sitorus peringkat ke-522 dengan kekayaan USD1,4 miliar. Peter Sondakh di urutan ke-701 dengan kekayaan USD1 miliar. Michael Hartono dan R Budi Hartono merupakan putra pendiri perusahaan rokok Djarum di Kudus yang beroperasi sejak 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak ayahnya meninggal, mereka mengambil alih operasional perusahaan dan menjadikan Djarum sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. “Keuntungan mereka juga berasal dari salah satu bank terbesar di Indonesia, Bank Central Asia, di mana Djarum memiliki sebagian sahamnya. Mereka memiliki proyek real estat terbesar, Grand Indonesia,sebuah mal perbelanjaan, tempat tinggal, menara kantor, dan kompleks hotel yang dibuka tahun lalu,” papar Forbes dalam situsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sukanto Tanoto merupakan putra sulung dari tujuh bersaudara yang pada usia 17 tahun sudah bergabung dalam perusahaan ayahnya yang menjadi pemasok untuk perusahaan minyak dan gas. Sukanto mengambil alih kendali perusahaan setelah ayahnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ini perusahaan RGM International yang dipimpin Sukanto Tanoto memiliki perusahaan kertas dan perusahaan minyak sawit Asian Agri,”papar Forbes. Martua Sitorus merupakan mantan mahasiswa ekonomi yang pernah berjualan udang saat remaja,kemudian beralih berbisnis minyak kelapa sawit.WNI yang tinggal di Singapura itu membeli perkebunan pertama pada 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mendirikan perusahaan agrobisnis Wilmar International bersama keponakannya yang merupakan pria terkaya Malaysia,Robert Kuok. “Merger antara Wilmar dengan perkebunan dan kelompok agrobisnis Kuok pada Juni 2007 membuat Wilmar menjadi salah satu produser minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan produser minyak goreng terbesar di Asia,”papar Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Peter Sondakh mengelola konglomerasi Rajawali Group, pengelola Express Group, operator taksi terbesar kedua di Indonesia. Menurut Forbes, dia juga memiliki saham di perusahaan Semen Gresik. Pengusaha yang tinggal di Surabaya itu juga menandatangani kesepakatan dengan Pemerintah Kamboja untuk mengembangkan maskapai nasional di negara tersebut. Dia membuka Hotel St Regis di Bali pada September tahun lalu. Dia memiliki rumah sendiri di Beverly Hills, di lokasi yang sama dengan Denzel Washington dan Rod Stewart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Gates Terkaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pendiri Microsoft Corp Bill Gates kembali menjadi pria terkaya sejagat dengan total kekayaan USD40 miliar (Rp478,8 triliun), menggeser investor Warren Buffett yang tahun lalu bertengger di posisi puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi global mengakibatkan lenyapnya total kekayaan USD2 triliun dari kantong para miliarder dunia. Forbes menemukan kekayaan 793 miliarder pada 2008 merosot 30% dibandingkan setahun sebelumnya. Ini merupakan penyusutan kekayaan pertama sejak 2003. Penyusutan kekayaan terbesar dialami para miliarder di Rusia,India,dan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gates meraih gelarnya kembali sebagai pria terkaya sedunia dengan USD40 miliar yang dimilikinya sekarang setelah tahun lalu berada di posisi ketiga dengan kekayaan USD58 miliar,” ujar Forbes yang juga menyatakan bahwa Gates merupakan orang terkaya di Amerika untuk ke-14 kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Buffett yang tahun lalu menjadi pria terkaya dunia turun ke posisi kedua dengan kekayaan USD37 miliar,menyusut dari USD62 miliar. Posisi ketiga diraih taipan telekomunikasi Meksiko Carlos Slim dengan kekayaan USD35 miliar, turun dari USD60 miliar. Secara kolektif, tiga manusia terkaya dunia kehilangan USD68 miliar pada tahun lalu hingga 13 Februari 2009 saat selesai pengumpulan data kekayaan para miliarder di segenap penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Eksekutif Forbes Steve Forbes menjelaskan, penurunan kekayaan ini buruk bagi ekonomi karena para pengusaha berada dalam masalah.“Para miliarder tidak perlu khawatir tentang apa yang akan mereka makan di kemudian hari. Tapi jika kekayaan mereka merosot dan Anda tidak menciptakan para miliarder baru, itu berarti situasi dunia tidak berjalan dengan baik,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada kecenderungan kekayaan miliarder turun sedikitnya sepertiga dari kekayaan bersih sebelumnya. Ini pertama kali sejak 2003 di mana kita kehilangan banyak miliarder, tapi kita tidak pernah sebelumnya kehilangan lebih dari ini,” kata Luisa Kroll,editor senior Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total kekayaan bersih seluruh miliarder dunia turun dari USD4,4 triliun menjadi USD2,4 triliun atau turun 46%.Total rata-rata kekayaan yang dimiliki miliarder saat ini sebesar USD3 miliar,23% lebih sedikit dibandingkan pada 2008. Jumlah miliarder juga turun dari 1.125 orang menjadi 793 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar-benar sulit untuk menemukan sesuatu yang menyenangkan, bahkan bagi sebagian orang yang sangat sukses di dunia, tidak dapat lepas dari krisis ekonomi global. Mereka tidak lebih baik daripada kita,”ujar Kroll. New York City kini menggantikan Moskow sebagai daerah dengan jumlah miliarder paling banyak. Di New York, kini ada 55 miliarder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rusia yang memiliki jumlah miliarder paling banyak tahun lalu mengalami penurunan drastis, dari 87 miliarder menjadi 32 orang. Negara-negara berkembang yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat pada tahun-tahun lalu juga terkena dampak krisis, termasuk Turki, di mana jumlah miliarder turun dari 35 orang menjadi 13 miliarder. Ini terjadi karena turunnya nilai mata uang lira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India tidak jauh berbeda. Pengusaha India Anil Ambani yang memiliki kekayaan terbesar di negara itu tahun lalu mengalami kemerosotan kekayaan karena kehilangan USD32 miliar dalam 12 bulan terakhir.Tahun lalu, dia berada di posisi keenam, tetapi sekarang turun ke peringkat 34 dengan kekayaan hanya USD10,1 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“India mengalami guncangan keras,” tutur Kroll. Menurut Kroll, tahun lalu India memiliki empat miliarder dari 10 miliarder terkaya, kini mereka hanya memiliki dua orang. Total jumlah miliarder di India pun berkurang setengahnya menjadi 24 orang. (Forbes/AFP/Rtr/ syarifudin)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3963351400351961265?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3963351400351961265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3963351400351961265' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3963351400351961265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3963351400351961265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2009/03/orang-orang-kaya-dunia-dari-indonesia.html' title='Orang-orang kaya dunia dari Indonesia'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/Sbp3VChtDoI/AAAAAAAAA7s/lEUWbWHGLOc/s72-c/indonesia.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2606127026986312316</id><published>2009-03-11T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-11T20:57:41.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Apa Itu Marketing Syariah ?</title><content type='html'>Hudzaifah.org - Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama bergaul dengan praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik, Hermawan malah berniat ikut dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut petikan wawancara sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di Jakarta pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya apa beda marketing syariah dan konvensional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi. Itu lho sembilan prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing diartikan untuk membujuk orang belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang pada akhirnya membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya tidak bagus. Atau membujuk dengan segala cara agar orang mau bergabung dan belanja. Itu salah satu kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya Suprana). Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur pada konsumen atau orang lain. Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok pada kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus dijunjung oleh seorang pemasar. Apalagi jika ia Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil alamin. Begitu kan istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran Islam pasti bukan hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika nilai marketing syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa menginspirasikan orang lain. Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai ini, makin bagus. Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur itu kan universal. Jadi marketing syariah harus diketahui orang lain dalam rangka rahmatan lil alamin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai inti marketing syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang kan tak boleh bohong. Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing dijalankan secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana muasal perkembangan nilai spiritual dalam marketing?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September attack, orang melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ, spiritual quotient. Orang melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran. Ini yang dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti Enron, Worldcom dan lainnya. Orang melihat&lt;br /&gt;bisnis itu harus jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah mengendorse marketing dan marketing mengendorse syariah. Ilmu marketing menyumbangkan profesionalitas dalam syariah. Karena jika orang&lt;br /&gt;marketing tidak profesional, orang tetap tidak percaya. Lihat saja bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi di Indonesia, meski negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena mereka tidak yakin dengan profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu diajarkan semua agama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi jangan lupa bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik singgung. Bukankah lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan yang berbeda. Jika begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa kita sebut marketing syariah. Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim. Jadi nilai syariah yang kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia. Ada bagusnya jika yang mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan mengemuka dalam dunia bisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya orang berbisnis itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak lingkungan. Berbisnis juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan bukan menghasilkan keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai ini ke depan akan mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing mulai mengarah ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang nilai yang diajarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam agama yang universal dan komprehensif. Guidance-nya lengkap. Ada petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara, seorang anak, panglima perang&lt;br /&gt;dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di atas semua itu saya melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran Islam bisa dipakai semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau mempelajari nilai Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya sekarang menjadi aktivis lingkungan dan nilai-nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Republika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2606127026986312316?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2606127026986312316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2606127026986312316' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2606127026986312316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2606127026986312316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2009/03/apa-itu-marketing-syariah.html' title='Apa Itu Marketing Syariah ?'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-4320035494074914202</id><published>2008-09-27T11:23:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T11:30:14.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Washington Mutual Ditutup; Penutupan Bank Terbesar Sepanjang Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SN567SfBhPI/AAAAAAAAAoc/k4pILADtxsE/s1600-h/wamu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 294px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SN567SfBhPI/AAAAAAAAAoc/k4pILADtxsE/s400/wamu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250769374553408754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                      Oleh: Chaerul&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;( www.vibiznews. com  – Business ) – Washington Mutual (WaMu), bank komersial terbesar di AS, pada hari ini (26/09) resmi ditutup oleh otoritas perbankan AS, the Fed. Hal ini karena krisis keuangan dan kerugian yang terus diderita WaMu saat ini. Penutupan WaMu ini menjadi penutupan Bank terbesar sepanjang sejarah negara AS dan merupakan babak baru yang berkelanjutan dalam krisis sektor keuangan di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kondisi tersebut maka aset dari WaMu akan dijual salah satunya kepada JP Morgan Chase. JP Morgan Chase mengumumkan bahwa pihaknya akan membeli sebagian aset dari WaMu senilai US$ 1.9 Milyar (Rp 17.67 Trilyun).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah JP Morgan tersebut telah disahkan oleh regulator perbankan pada hari ini (26/09). JP Morgan sendiri menyatakan pasca pembelian aset tersebut tidak akan berdampak bagi seluruh nasabah dan peminjam WaMu, sehingga dana mereka tetap akan aman. WaMu sendiri hingga saat ini memiliki total dana pihak ketiga sebesar US$ 188.3 Milyar (Rp 1,751 Trilyun lebih).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membengkaknya Kredit Macet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah yang dilakukan JP Morgan tersebut karena saat ini WaMu sedang mengalami krisis keuangan akibat meningkatnya kerugian dari kredit macet dan mortgage yang merupakan efek bola salju dari masalah sub prime mortgage di AS saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaMu terpukul hebat akibat kredit macet sektor perumahannya yang membengkak. Para analis memprediksi WaMu akan mencetak rugi dari mortgage sebesar US$ 19 Milyar (Rp 176.7 Trilyun) hingga tahun 2011. Sementara itu dari portfolio kredit akan merugi hingga sebesar US$ 30 Milyar (Rp 279 Trilyun). Akibat kerugian tersebut, lembaga pemeringkat Standard and Poor, telah menurunkan rating dari WaMu ke dalam kelompok wilayah ”Junk” pada hari Rabu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para analis juga banyak yang memperkirakan bahwa WaMu akan masuk dalam program bailout pemerintah sebesar US$ 700 Milyar (Rp 6510 Trilyun lebih) kedepannya. Saat ini program bailout tersebut sedang menunggu keputusan dari Senat dan Kongres AS untuk disetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaMu sendiri saat ini mempunyai pangsa pasar yang kuat di wilayah California dan Florida. Hal dapat dilihat dari portofolio perumahan baik kredit dan mortgage yang sebagian besar di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekisruhan Di Kongres AS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sempat akan mencapai keputusan untuk mengesahkan program bailout dari pemerintah AS senilai US$ 700 Milyar. Maka pada saat ini kongres AS kembali ricuh. Hal ini setelah pihak Partai Republik menyatakan tidak setuju dengan rencana pemerintah AS tersebut dan akan menawarkan solusi alternatif lainnya guna menyelamatkan sektor keuangan AS saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut membuat negosiasi yang telah berjalan selama ini menjadi sia-sia. Kongres sendiri memutuskan menunda pembahasan hal ini dan akan melanjutkan perundingan kembali pada akhir minggu nanti waktu setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Gedung Putih dan Bank Sentral AS sendiri berharap kisruh di dalam kongres dapat segera selesai sehingga program penyelamatan&lt;br /&gt;sektor keuangan di AS dapat segera disahkan. Bahkan Treasury Secretary atau menteri keuangan AS, Henry Paulson telihat sempat berdoa di dalam gereja agar masalah ini cepat selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS George W. Bush sendiri kemarin (25/09) bahkan sampai melakukan pidato khusus yang dimaksudkan untuk meyakinkan segenap masyarakat AS khususnya kongres AS untuk mendukung rencana bailout senilai $700 miliar yang diajukan pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah bailout sendiri tidak hanya dimaksudkan untuk menyelamatkan perusahaan ataupun industri tertentu, melainkan perekonomian AS secara keseluruhan. Ekonomi AS bisa dilanda kepanikan finansial jika rencana tersebut tidak dijalankan, antara lain banyak bank yang akan bangkrut, bursa semakin hancur, harga rumah anjlok, dan penyitaan rumah semakin banyak, bisnis banyak yang gulung tikar dan jutaan orang berpotensi kehilangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-4320035494074914202?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/4320035494074914202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=4320035494074914202' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4320035494074914202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4320035494074914202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/09/washington-mutual-ditutup-penutupan.html' title='Washington Mutual Ditutup; Penutupan Bank Terbesar Sepanjang Sejarah'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SN567SfBhPI/AAAAAAAAAoc/k4pILADtxsE/s72-c/wamu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8539038836214087780</id><published>2008-09-25T09:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T09:54:21.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>DHL Meluncurkan DHL GOGREEN Push Bike</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SNvBjp4TCNI/AAAAAAAAAoU/l2aBJ6pqIn8/s1600-h/dhl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 353px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SNvBjp4TCNI/AAAAAAAAAoU/l2aBJ6pqIn8/s400/dhl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250002608912009426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DHL, perusahaan penyedia layanan ekspres dan logistik terkemuka dunia, hari ini mengumumkan peluncuran DHL GOGREEN Push Bike untuk mengantarkan kiriman di daerah-daerah yang sangat padat penduduk di Jakarta, termasuk Pasar Pagi, Pintu Kecil, Perniagaan, Blandongan, Glodok, Pinangsia dan Pangeran Jayakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil van membawa sepeda DHL GOGREEN Push Bike dan segera setelah kurir sampai di tempat parkir di areal pengambilan/pengiriman, mereka mengendarai sepeda untuk mengirimkan dokumen dan paket kecil ke para pelanggan. Hal ini tidak hanya mengurangi emisi kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi pelayanan karena sepeda juga dapat digunakan untuk melewati jalan-jalan sempit yang tidak dapat dilalui oleh mobil van.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;David Ng, Senior Technical Advisor PT Birotika Semesta/DHL Express mengatakan, “DHL menggunakan banyak pesawat dan kendaraan di lebih dari 220 negara dan kawasan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kami memiliki kurang lebih 300 kendaraan. Jadi, kami sadar bahwa pencegahan pemanasan global dan polusi udara adalah bagian sangat penting dari tanggung jawab sosial perusahaan kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah mengoptimalkan rute angkutan kurir kami berdasarkan perhitungan volume kargo dan waktu tempuh untuk meningkatkan efisiensi pengambilan/pengiriman dan penggunaan sepeda akan memungkinkan kami untuk lebih mengurangi dampak karbon terhadap lingkungan hidup dengan mengurangi emisi karbon dari kegiatan pengambilan dan pengiriman barang. Dari sudut pandang kami, ini adalah win-win situation di mana baik lingkungan hidup maupun efisiensi operasional kami mengalami peningkatan,” lanjut David Ng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan DHL GOGREEN Push Bikes adalah inisiatif terbaru dari program Go Green DHL yang sedang berlangsung, yang mencakup kampanye internal dan eksternal untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan hidup, rehabilitasi biosfer dan kampanye peduli lingkungan di tempat kerja. Program ini ditujukan untuk mendorong konservasi produk berbasis sumber daya alam, penghematan energi, serta meminimalisir pemborosan kertas melalui daur ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu, DHL mengumumkan kerja sama dengan WALHI, LSM lingkungan hidup terkemuka di Indonesia, untuk merehabilitasi lahan bakau di Jakarta Utara. Sebagai bagian dari program ini, karyawan DHL menanam lebih dari 2.400 bibit bakau di Muara Angke, salah satu dari sedikit areal bakau yang tersisa di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DHL juga telah menciptakan peluang untuk para pelanggan dalam memerangi perubahan iklim dunia melalui layanan baru GOGREEN Express-nya. Layanan baru ini membantu para pelanggan untuk mengurangi dampak emisi karbon dioksida (CO2) terhadap lingkungan hidup yang disebabkan oleh kegiatan pengiriman paket mereka dengan tambahan biaya 3% ‘green premium’ dari biaya pengiriman standar. Premi tersebut digunakan untuk mengurangi karbon yang muncul saat pengiriman melalui dana pengelolaan karbon yang dialokasikan untuk mendukung proyek pengurangan karbon seperti teknologi kendaraan alternatif, panel surya dan inisiatif reboisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, DHL Express juga merayakan Ramadhan bersama masyarakat yang kurang mampu serta yatim piatu sebagai bagian dari kegiatan tahunan tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk kawasan di sekitar Slipi, DHL Express memberikan sumbangan kepada Santunan Keluarga Yatim Piatu Aisyiah di Slipi. Yayasan tersebut akan memanfaatkan sumbangan untuk membantu hampir 100 anak yatim piatu dan masyarakat kurang mampu untuk membiayai pendidikan, serta membeli pakaian, makanan dan kebutuhan sehari-hari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sumber http://www.marketing.co.id/WebSite/DisplayNews.aspx?id=331&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8539038836214087780?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8539038836214087780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8539038836214087780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8539038836214087780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8539038836214087780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/09/dhl-meluncurkan-dhl-gogreen-push-bike.html' title='DHL Meluncurkan DHL GOGREEN Push Bike'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SNvBjp4TCNI/AAAAAAAAAoU/l2aBJ6pqIn8/s72-c/dhl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-184583367597332342</id><published>2008-09-13T11:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-13T11:48:53.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Indonesia Menunggu Datangnya Gempa Dahsyat Lebih Dari 9 SR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMwIhih3-iI/AAAAAAAAAnE/rZtoLLWsnBw/s1600-h/gempa-sm.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMwIhih3-iI/AAAAAAAAAnE/rZtoLLWsnBw/s400/gempa-sm.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245577038277376546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 51); font-family: times new roman;"&gt;GEMPA &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1221329590_0"&gt;17 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Baru saja diberitakan oleh TV CNN pada tanggal 17 September 2008 tentang Datangnya Gempa Dahsyat yang lebih atau sekitar 9 SR disekitar Sumatra Barat. CNN melakukan peninjauan khusus bersama pemburu Gempa dari California Technology Institute. Pemburu gempa ini adalah geoloog dari CalTech yang meneliti semua gempa2 yang muncul di Indonesia terutama yang terakhir ini yang katanya mengakibatkan kerak bumi melipat sehingga menimbulkan gempa sekitar 7 SR lebih baru2 ini. Akibat dari kerak bumi yang melipat sehingga overlap satu dengan lainnya yang terjadi diwilayah sekitar SumBar, akan memaksa efek balik seperti pegas, karena lipatan ini akan berusaha mengembalikan atau meratakan kerak bumi yang melipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini seperti ibaratnya pegas yang apabila kita tekuk akan menimbulkan kekuatan yang arahnya sebaliknya dari arah tenaga yang menekuknya untuk kembali ke bentuk semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Reaksi balik pegas akan terjadi terhadap kerak bumi yang melipat akibat gempa baru2 ini yang besarnya sekitar 7 SR itu, namun reaksi balik pegas ini akan berakibat gempa yang besarnya lebih dari 7 SR yang diperkirakan sebesar 9 SR atau lebih. Menurut ahli geologi pemburu gempa ini, gempa yang ditunggu itu akan muncul dalam waktu dekat. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mengumumkannya kepada masyarakat luas diwilayah SumBar untuk ber-jaga2 datangnya gempa ini yang kemungkinan akan disertai Tsunami. Persiapan mental dibutuhkan masyarakat agar dengan persiapan yang baik maka datangnya gempa tidak akan menimbulkan kepanikan sehingga jatuh korban yang jauh lebih besar. Kapan tepatnya kedatangan gempa dahsyat ini, sang pemburu gempa sendiri tidak bisa memastikan. Namun sang pemburu gempa ini menyatakan akan tetap mengejar gempa dahsyat ini untuk menyaksikannya sendiri bersama masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo benar gempa dahsyat ini benar akan muncul, maka gempa ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah bumi ini, karena gempa yang terjadi dalam dongeng Sodom dan Gomorah saja hanya berkisar kurang dari 8 SR. Dengan pemberitahuan ini sang pemburu gempa mengharapkan agar berita ini disebarluaskan sementara katanya pemerintah justru menutupi berita ini untuk mencegah kepanikan. Padahal menurut pemburu gempa ini, berita ini justru harus disebar luaskan sehingga masyarakat bisa mengadakan persiapan yang tidak akan menimbulkan kepanikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga rekan2 di Indonesia bisa menyebar luaskan berita ini sehingga persiapan2 yang diperlukan bisa dilakukan sesuai dengan petunjuk2 para ahli2 gempa dunia. Terjadi atau tidaknya gempa ini maka sudah selayaklah untuk waspada dan siap siaga dalam resiko bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak.. Tapi...? Allah Maha Tahu.&lt;br /&gt;Ga ada salahnya siapapun, dimanapun, kapanpun jika tetap dalam kondisi Waspada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-184583367597332342?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/184583367597332342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=184583367597332342' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/184583367597332342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/184583367597332342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/09/indonesia-menunggu-datangnya-gempa.html' title='Indonesia Menunggu Datangnya Gempa Dahsyat Lebih Dari 9 SR'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMwIhih3-iI/AAAAAAAAAnE/rZtoLLWsnBw/s72-c/gempa-sm.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-1805512872452284585</id><published>2008-09-11T08:49:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T09:15:46.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Esia Hidayah sebuah Blue Ocean Strategy</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMlB6B3kSFI/AAAAAAAAAm8/VhCskD-c6_M/s1600-h/blue+ocean.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 294px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMlB6B3kSFI/AAAAAAAAAm8/VhCskD-c6_M/s400/blue+ocean.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244795706239371346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam sebuah seminarnya Tanadi Santoso mengatakan bahwa Konsep dasar Blue Ocean Strategy adalah Value Innovation. Bagaimana kita mengalihkan diri dari persaingan di Red Ocean yang sangat kompetitive dan berdarah, menuju pada Blue Ocean yang membuat kompetisi jadi tidak relevan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun halnya yang dilakukan oleh esia, saya perhatikan setidaknya esia sudah 2 kali menerapkan konsep ini (Blue Ocean Strategy).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Tarif sms Perkarakter&lt;br /&gt;Ketika operator lain saling perang harga mengenai tarif sms, esia dengan PDnya mengeluarkan jurus saktinya dengan hitungan sms per karakter. Ini artinya esia mengeluarkan tarif sms bukan per sekali kirim melainkan per huruf yang notabenenya jelas esia sebagai penggebraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hape Esia Hidayah&lt;br /&gt;Ketika operator lain masih disibukan dengan perang harga dan bundling product, esia sudah lebih cerdas di banding opertaor lain. Esia bermain di sisi trust, yang mana hal ini sangat penting sekali karena esia mencoba menyentuh sisi religi customernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali apa yang dilakukan esia ini patut kita acungi jempol,karena esia sudah menerapkan blue ocean strategy dan memancing di laut yang biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-1805512872452284585?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/1805512872452284585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=1805512872452284585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1805512872452284585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1805512872452284585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/09/esia-hidayah-sebuah-blue-ocean-strategy.html' title='Esia Hidayah sebuah Blue Ocean Strategy'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMlB6B3kSFI/AAAAAAAAAm8/VhCskD-c6_M/s72-c/blue+ocean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5950801260621730013</id><published>2008-09-11T00:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T00:40:50.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Sulit Berbisnis di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMjLL-V27HI/AAAAAAAAAmc/TevejJMr0uw/s1600-h/1009bisn.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMjLL-V27HI/AAAAAAAAAmc/TevejJMr0uw/s400/1009bisn.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244665172646620274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;[JAKARTA] Investor masih menganggap sulit memulai bisnis di Indonesia. Hal itu tercermin dari merosotnya peringkat Indonesia dalam hal kemudahan berbisnis, berdasarkan survei International Finance Corporation (IFC), unit Bank Dunia yang mengurusi masalah investasi, dari 127 pada tahun lalu, menjadi 129.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian terungkap dari laporan Doing Business 2009, yang dilansir IFC, di Jakarta, Rabu (10/9). Pemeringkatan berdasarkan survei terhadap 181 negara itu mencakup sejumlah kriteria, di antaranya jumlah prosedur yang harus dilalui sebelum memulai bisnis, lamanya menjalani prosedur, jumlah prosedur perizinan dan lamanya mengurus, serta soal perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Country Manager IFC untuk Indonesia, Adam Sack menjelaskan, merosotnya peringkat Indonesia, dikarenakan negara lain yang satu kawasan dan di seluruh dunia, juga mereformasi iklim usahanya secara lebih cepat dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dia mencontohkan, Tiongkok memudahkan pelaku usaha dalam hal pajak, pembukaan usaha, dan pendaftaran hak milik. Negara Tirai Bambu itu juga mereformasi UU perlindungan investor, prosedur kepailitan, serta penguatan hak bagi kreditor dan debitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sack mengakui, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen memperbaiki iklim usaha. Hal itu terbukti dari beberapa reformasi yang dilakukan, seperti kemudahan akses terhadap pembiayaan dengan menjamin hak debitor untuk memeriksa rekam jejak kredit di BI. Selain itu, juga memperbaiki kualitas dan ketepatan informasi bagi institusi keuangan dalam menilai profil risiko debitur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain Pemerintah Indonesia meningkatkan persyaratan jumlah modal minimum untuk memulai suatu usaha hingga dua kali lipat. "Sekitar 11 reformasi kebijakan yang direncanakan. Saya berharap memberikan dampak positif terhadap peringkat Indonesia tahun depan," tutur Sack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Pemerintah Indonesia perlu mempercepat proses reformasi iklim investasi untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengurangi kemiskinan. Untuk itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang membatasi berkembangnya faktor nonekonomi yang mempengaruhi iklim investasi, seperti kestabilan keamanan, politik, serta korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Ekonom Keuangan Bank Dunia, PS Sri Nivas menilai, dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6 persen, Indonesia berpeluang meningkatkan reformasi iklim usaha domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam telekonferensi dengan IFC di Washington DC, AS, peneliti Doing Business 2009, Rita Ramalho menilai, tidak ada kredit poin yang didapatkan berdasarkan survei di Indonesia. Dia menilai, Indonesia berhasil menjamin kemudahan akses atas informasi pembiayaan, tetapi tidak dibarengi dengan kemajuan dalam reformasi kemudahan memulai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam survei terakhir tersebut, Singapura menempati peringkat 1. Sementara itu, Thailand di peringkat 13, Malaysia peringkat 20, Tiongkok peringkat 83, dan Vietnam peringkat 92. Peringkat Indonesia lebih baik dibandingkan Filipina yang di posisi 140. [RRS/A-17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sumber http://www.suarapem baruan.com/ News/2008/ 09/10/Utama/ ut02.htm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5950801260621730013?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5950801260621730013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5950801260621730013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5950801260621730013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5950801260621730013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/09/sulit-berbisnis-di-indonesia.html' title='Sulit Berbisnis di Indonesia'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SMjLL-V27HI/AAAAAAAAAmc/TevejJMr0uw/s72-c/1009bisn.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8390695253721383348</id><published>2008-08-24T00:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-24T00:10:00.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLEJFwUz9LI/AAAAAAAAAlc/qUQz8WAfgGg/s1600-h/ramadhan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLEJFwUz9LI/AAAAAAAAAlc/qUQz8WAfgGg/s400/ramadhan1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237977836084786354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8390695253721383348?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8390695253721383348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8390695253721383348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8390695253721383348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8390695253721383348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa.html' title='Selamat Menunaikan Ibadah Puasa'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLEJFwUz9LI/AAAAAAAAAlc/qUQz8WAfgGg/s72-c/ramadhan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-7379504504342056131</id><published>2008-08-23T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T22:40:05.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Kaskus takkan pernah dijual</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLDzZKHgriI/AAAAAAAAAlM/frBHoW0ycWQ/s1600-h/kaskus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLDzZKHgriI/AAAAAAAAAlM/frBHoW0ycWQ/s400/kaskus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237953980170022434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;JAKARTA, SELASA - Meski sudah didekati dua perusahaan internet raksasa Yahoo! dan Google, Kaskus sebagai komunitas netter Indonesia terbesar menyatakan tidak akan pernah menjual situsnya kepada pihak manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dijelaskan CEO SemutApi Colony Danny Wirianto sebagai marketing Kaskus saat berlangsungnya media gathering, Selasa (19/8). "Kalau kami sampai menjual Kaskus, kami bisa dimarahi Kaskusers seluruh dunia," katanya. Namun demikian, ia melanjutkan, kerjasama bisnis masih mungkin dilakukan dengan pihak ketiga manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media gathering yang juga dihadiri pendiri Kaskus Andrew Darwis itu dimaksudkan sebagai acara soft launching Kaskus wajah baru yang telah diluncurkan 17 Agustus 2008. Menurut rencana, Kaskus akan diluncurkan resmi pada 31 Oktober mendatang di Jakarta dengan mengundang Kaskusers, yakni para anggota Kaskus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Kini anggota Kaskus tercatat sebanyak 628.698 dengan total posting lebih dari 35 juta. Kaskus digerakkan oleh 16 server yang seluruhnya ada di Amerika Serikat dan beberapa server yang ada di Indonesia. "Ke depan, kami akan memindahkan server di Amerika ke Indonesia agar lebih&lt;br /&gt;lokal", kata Andrew Darwis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danny menambahkan, rencana pemindahan server ke Indonesia terkait dengan biaya yang tinggi, yakni sekitar 400 juta per bulan, sementara Kaskus hanya mengandalkan dana dari para donatur yang menjadi anggota Kaskus. Di samping itu, hampir 98 persen anggota Kaskus berada di Indonesia, sehingga server pun akan diganti menjadi server lokal berbasis di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Alexa.com, Kaskus yang didirikan 6 November 2000 itu menduduki peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Peringkat satu hingga enam bertutur-turut didukuki Yahoo!, Google.co.id, Friendster, Google, Blogger, dan YouTube. Setiap bulannya Kaskus dikunjungi 8,8 juta netter dengan jumlah page views 102 juta lebih. Saat ini Kaskus menduduki ranking 290 dunia untuk traffic internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://kompas. com/index. php/read/ xml/2008/ 08/19/19154893/ kaskus.takkan. pernah.dijual&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-7379504504342056131?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/7379504504342056131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=7379504504342056131' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7379504504342056131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7379504504342056131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/08/kaskus-takkan-pernah-dijual.html' title='Kaskus takkan pernah dijual'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SLDzZKHgriI/AAAAAAAAAlM/frBHoW0ycWQ/s72-c/kaskus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3970418603349862699</id><published>2008-08-01T08:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T09:11:56.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>Tertarik Menjadi Distributor POWER MAX!</title><content type='html'>Tersedia dengan 2 cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Paket Perdana&lt;br /&gt;  Rp. 150.000, mendapatkan 4 produk power max Plus Hak Bisnis serta berhak atas bonus&lt;br /&gt;  mingguan&lt;br /&gt;2. Paket Executive&lt;br /&gt;  Rp 390.000, mendapatkan 12 produk power max Plus Hak Bisnis serta berhak atas bonus&lt;br /&gt;  mingguan,bulanan, dan bonus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang bergabung di grup saya, akan saya kasih bonus e-book The Secret versi Indonesia, Siapa Bilang jadi Karyawan ga Bisa kaya (Safir senduk) secara gratis...promo berlaku di bulan agustus...hub saya segera Abdul Jabbar di 0817202062 atau 08562069122&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3970418603349862699?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3970418603349862699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3970418603349862699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3970418603349862699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3970418603349862699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/08/tertarik-menjadi-distributor-power-max.html' title='Tertarik Menjadi Distributor POWER MAX!'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5008664579258068014</id><published>2008-07-31T02:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-01T10:00:50.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis'/><title type='text'>POWERMAX Double Action Fuel Catalyst</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SJGEBsakSLI/AAAAAAAAAlE/MEr2s__Iu0Y/s1600-h/pmx.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 279px; height: 258px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SJGEBsakSLI/AAAAAAAAAlE/MEr2s__Iu0Y/s400/pmx.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229105806991182002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah Campuran Bahan Bakar hasil karya putra Indonesia yang ramah lingkungan terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang dapat meningkatkan tenaga dan akselerasi kendaraanAnda dan juga dapat menghemat bahan bakar kendaraan Anda sampai 30 %, mencegah mesin mengelitik / detonasi, melarutkan kandungan air dari kondesasi (penguapan) dalam tangki bahan bakar sehingga mencegah karat, mengurangi deposit karbon pada ruang bahan bakar, mengurangi kandar polusi pada gas buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mekanisme Kerja POWERMAX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Interaksi POWERMAX dengan gasoline / diesel ( bensin/solar ) menimbulkan reaksi seketika dalam memecah dan melembutkan partikel bahan bakar sehinga mudah dikabutkan dan mudah terbakar dalam ruang bakar menjadikan pembakaran menjadi lebih sempurna, tenaga menjadi lebih besar, tidak ngelitik / detonasi, dan kadar polusi gas buang turun drastis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggunaan POWERMAX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;POWERMAX dapat digunakan untuk semua mesin yang menggunakan bahan bakar bensin / solar. Misalnya : Mobil, Motor, Kapal, Boat, Motor tempel, Genset, Pompa air, dll POWERMAX juga dapat digunakan untuk mesin / alat yang mengunakan bahan bakar minyak tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aturan pakai POWERMAX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Campurkan POWERMAX pada tangki bahan bakar kendaraan anda dengan perbandingan 100 CC untuk maksimal 60 liter bahan bakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga konsumen Rp.25.000 / botol&lt;br /&gt;Harga distributor Rp.20.000/ botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Info lengkap tentang powermax silahkan kontak saya Abdul Jabbar di 0817202062 atau 08562069122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Jadilah distributor powermax hanya dengan modal 150.000 Plus berkesempatan memperoleh bonus hingga jutaan rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5008664579258068014?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5008664579258068014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5008664579258068014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5008664579258068014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5008664579258068014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/07/powermax-double-action-fuel-catalyst.html' title='POWERMAX Double Action Fuel Catalyst'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SJGEBsakSLI/AAAAAAAAAlE/MEr2s__Iu0Y/s72-c/pmx.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8757771796616928449</id><published>2008-07-25T08:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T08:43:08.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>The Secret: Mukjizat Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInzx3Nm_eI/AAAAAAAAAks/5IJDQHBYFtg/s1600-h/secret.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInzx3Nm_eI/AAAAAAAAAks/5IJDQHBYFtg/s400/secret.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226976880500342242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mengapa 1 % populasi menghasilkan sekitar 96 % uang yang pernah dihasilkan? Apakah menurut Anda ini hanya kebetulan? Ini dirancang sedemikian rupa. Mereka mengerti sesuatu. Mereka mengerti Rahasia, dan sekarang Anda sedang diperkenalkan dengan rahasia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas mungkin terdengar bombastis. Tapi, apakah Anda sudah siap --untuk mengetahui sebuah rahasia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berjudul The Secret, tapi oleh penerbit yang menerjemahkannya diberi sub-judul "Mukjizat Berpikir Positif".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, nasihat tentang pentingnya berpikir positif sudah teramat sering didengungkan. Jadi, apa kelebihan buku ini, yang mengangkat "kembali" nilai yang sudah "klise" itu? Sehingga, sampai-sampai, menjadi salah satu buku "Top 5 Best Seller" di Amazon.com, dibedah di acara Oprah (Winfrey) Show dan di Indonesia selalu dikutip oleh para motivator dalam berbagai presentasi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya, tak lain kreativitas Rhonda Byrne dalam mengemas nasihatnya. Ia tidak menggurui pembaca dengan memaparkan ilmu, trik, jurus-jurus dan aneka tips yang berkaitan dengan tema yang hendak disampaikannya. Melainkan, seperti tersirat dari judulnya, ia mengambil langkah agak memutar dengan mengungkapkan rahasia orang-orang sukses di masa lalu. Byrne berangkat dari premis bahwa orang-orang sukses di seluruh dunia telah memahami dan menerapkan hukum-hukum alam, terutama hukum tarik-menarik yang dianggap sebagai hukum terkuat di alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah forum diskusi panel, dalam buku ini Byrne mengumpulkan 24 pembicara untuk mengupas hukum tarik-menarik tersebut sebagai sebuah rahasia besar yang perlu diketahui oleh siapa pun yang ingin sukses. Para pembicara yang dipilih terentang dari beragam latar belakang, dari psikolog, ahli metafisika, pakar fengshui, pengusaha, filsuf, fisikawan kuantum hingga dokter spesialis syaraf. Di antara mereka ada beberapa nama yang tak asing bagi pembaca di Indonesia, misalnya Jack Canfield yang menulis Chicken Soup for the Soul dan The Success Principles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat mereka tentang rahasia sukses tersebut dikemas oleh Byrne sedemikian rupa dan disajikan dalam kutipan-kutipan ringkas, sehingga menarik dan tidak membosankan. Kutipan-kutipan itu dimunculkan berselang-seling di sela-sela narasi Byrne sendiri. Diawali dengan bab "Cara Menggunakan Rahasia", Byrne kemudian membagi pembahasannya dalam 6 bagian yang masing-masing mewakili rahasia besar, yakni Rahasia Uang, Rahasia Relasi, Rahasia Kesehatan, Rahasia Dunia, Rahasia Anda dan Rahasia Kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini pada dasarnya dibangun dari argumen bahwa hukum tarik-menarik mutlak dan otomatis bekerja pada setiap manusia, dipercayai atau tidak, dipahami atau tidak. Masih ingat salah satu "ajaran" yang paling populer dari novel Sang Alkemis karya Paulo Coelhoe yang kemudian dibahasakan oleh fisikawan kita, Johanes Surya dengan istilah "mestakung" alias semesta mendukung? Nah, kira-kira seperti itu pulalah prinsip yang mendasari buku setebal 232 halaman ini. Yakni, ketika seseorang memikirkan hal-hal yang diinginkan, dan memfokuskan semua niat di kepalanya, maka --dengan dukungan semesta-- dia akan memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut buku ini, hukum tarik-menarik menempatkan setiap orang sebagai magnet yang bisa menarik segala sesuatu dari luar. Pikiran juga bersifat magnetis, sehingga ketika seseorang memikirkan sesuatu, pada saat yang sama ia menarik sesuatu itu ke dalam dirinya. Di sinilah tampak relevansi pesan untuk selalu berpikir positif, dan dengan demikian tampak pula buku ini sebenarnya mengingatkan kembali pada pelajaran tentang mind power yang sudah banyak dibahas oleh para ahli. Byrne merangkum dan meramu unsur-unsur yang sebenarnya sedikit banyak sudah pernah kita baca atau pelajari, dan menyajikannya dengan cara bertutur yang kreatif sehingga lebih mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih, ia menghadirkan ilmuwan alam untuk memperkuat argumennya tentang cara kerja hukum tarik-menarik pada manusia, sehingga semuanya jadi tampak meyakinkan, serba masuk akal dan "ilmiah". Misalnya, dengan menghadirkan fisikawan kuantum Fred Alan Wolf, Byrne "membawa-bawa" fisika kuantum untuk meyakinkan pembacanya. Simak bagian yang dikutip dari sang fisikawan: Saya tidak berbicara tentang pikiran yang muluk atau kegilaan khalayan. Saya berbicara dari pengertian yang lebih mendalam dan mendasar. Fisika kuantum sungguh-sungguh menunjukkan pada penemuan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, buku ini memang kreatif, cerdas dan menarik. Namun, pada sisi lain, laris dan hebohnya buku ini sebenarnya menunjukkan bahwa sebagian dari kita cenderung telah kecanduan untuk selalu dimotivasi dengan kalimat-kalimat yang hebat. Betapa pun, kalimat-kalimat itu sebenarnya sudah berulang kita dengar atau baca dari orang lain atau buku-buku motivasi yang kini berjejal di rak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;niriah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8757771796616928449?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8757771796616928449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8757771796616928449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8757771796616928449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8757771796616928449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/07/secret-mukjizat-berpikir-positif.html' title='The Secret: Mukjizat Berpikir Positif'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInzx3Nm_eI/AAAAAAAAAks/5IJDQHBYFtg/s72-c/secret.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-4068179912197856096</id><published>2008-07-25T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T05:58:09.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jakarta no 2 Termahal di Asean</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInNM9TR5YI/AAAAAAAAAkk/oyROk4wQfRM/s1600-h/monas1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInNM9TR5YI/AAAAAAAAAkk/oyROk4wQfRM/s400/monas1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226934465037723010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta merupakan kota kedua termahal di kawasan ASEAN setelah Singapura. Menyusul setelah itu berturut-turut Ho Chi Minh City,Bangkok, Kuala Lumpur dan Manila. Demikian hasil survei Mercer&lt;br /&gt;Worldwide tentang biaya hidup kota besar 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat global, Jakarta berada di urutan ke-82, sementara Singapura di posisi ke-13 kota-kota termahal di dunia. Kota-kota di kawasan ASEAN yang biaya hidupnya lebih murah dibandingkan Jakarta adalah Manila (posisi 110), Kuala Lumpur (106) , Bangkok (105 ) dan Ho Chi Minh ( 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei Mercer Worldwide ini juga menunjukkan, Tokyo di Jepang menjadi kota Asia termahal, di posisi 2 (skor 127), dua peringkat naik dari tahun lalu. Seoul di peringkat 5 (skor 117,7) dan Hong Kong menempel ketat dengan selisih skor tipis 117,6. Singapura di posisi 13 dengan skor 109,1. Sementara Karachi di Pakistan tetap sebagai kota paling tidak mahal di kawasan ini dengan skor 54,7 di posisi 141.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sementara kota-kota yang ada pada lima besar di Asia tetap stabil diperingkatnya, ada perubahan signifikan terjadi dalam daftar. Di India,Mumbai naik 4 peringkat ke 48 (skor 90,3), sementara New Delhimerambat naik 13 posisi ke 55 (skor 87,5) akibat penguatan rupee India&lt;br /&gt;terhadap dollar AS. Meskipun India mengalami inflasi relatif tinggi, hal ini juga terjadi pada New York dan akibatnya mengurangi dampak pada kenaikan peringkat pada ko ta-kota tersebut. Manila melambung 27 posisi ke posisi 110 dengan skor 73,4, sebagian besar disebabkan kenaikan harga pada akomodasi berstandar internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sydney tetap menjadi kota termahal bagi ekrpatriat di kawasan ini, naik enam tingkat di pemeringkatan secara keseluruhan ke posisi 15 (skor 104,1). Melbourne mengikuti di posisi 36 (skor 94,2), melonjak 28 posisi dan Perth merayap 31 posisi ke peringkat 53 (skor 88,5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota di Australia dan Selandia Baru merambat naik di dalam daftar akibat apresiasi terhadap mata uang local terhadap dollar AS. Kota-kota di Selandia Baru yang menjadi pi lihan tidak terlalu mahal bagi para ekspatriat adalah Auckland yang berada di peringkat 78 (skor&lt;br /&gt;81) dan Wellington di posisi 93 (skor 77,6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link:&lt;br /&gt;http://www.igaul. com/index. php?option= com_content&amp;amp; task=view&amp;amp; id=753&amp;amp;Itemid= 29&lt;br /&gt;http://www.mercer. com/costofliving ?siteLanguage= 100#Cost_ of_living_ top_50_cities&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-4068179912197856096?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/4068179912197856096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=4068179912197856096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4068179912197856096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4068179912197856096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/07/jakarta-no-2-termahal-di-asean.html' title='Jakarta no 2 Termahal di Asean'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SInNM9TR5YI/AAAAAAAAAkk/oyROk4wQfRM/s72-c/monas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5519057202663987754</id><published>2008-07-20T21:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T09:03:16.941-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SIn453A4ZxI/AAAAAAAAAk8/ciWWJBYFtNk/s1600-h/stevejobs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SIn453A4ZxI/AAAAAAAAAk8/ciWWJBYFtNk/s400/stevejobs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226982515444049682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernahkah ketika sedang berjalan di mall, anda dihadang antrian sales yang bergantian menyodorkan brosur? Atau, penjual yang terus saja mengikuti langkah anda sambil membabi buta menawarkan suatu produk?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Apa respon anda? Kecil kemungkinan anda akan tertarik dengan produk mereka, melirik pun tidak. Begitu juga dengan prospek anda yang sudah jenuh dengan berbagai promosi dan iklan. Mereka sudah kebal dengan cara-cara usang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bettger, anda harus bisa sukses menjual sebelum berjualan. Lho, belum jualan kok sudah ada yang beli? Bagaimana caranya? Fokus pada kepentingan prospek, bukan produk anda. Tempatkan diri anda sebagai teman, bukannya penjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda sering minta saran pada teman sebelum membeli sesuatu? Begitu juga dengan prospek anda. Jika anda berhasil memposisikan diri sebagai teman mereka, maka anda sudah sukses menjual sebelum berjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu terjadi, prospek sudah "membeli" kepercayaan pada diri anda. Karena sebagai teman, rekomendasi anda menjadi penting dan diperlukan sebelum mereka membeli suatu produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5519057202663987754?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5519057202663987754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5519057202663987754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5519057202663987754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5519057202663987754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/07/frank-bettger-sukses-menjual-sebelum.html' title='Frank Bettger: Sukses Menjual Sebelum Berjualan'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SIn453A4ZxI/AAAAAAAAAk8/ciWWJBYFtNk/s72-c/stevejobs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-4820779308021984752</id><published>2008-05-29T05:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T05:21:27.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>XL bebas Tetap Termurah, Nelpon Makin Murah Hanya Rp 50 Sampe Puassss</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SD6fJHUhRbI/AAAAAAAAAkc/jODQZCNEMWU/s1600-h/xl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SD6fJHUhRbI/AAAAAAAAAkc/jODQZCNEMWU/s400/xl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205773198219625906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jakarta, 28 Mei 2008 – Setelah sukses menghadirkan tren tarif telepon termurah, PT. Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) kembali memperkuat posisinya sebagai operator yang fokus dalam menghadirkan tarif termurah berkualitas dengan mengeluarkan promo tarif murah terbaru  XL bebas Rp 50,- (Rp 10/detik sampai 5 detik pertama) selanjutnya gratis nelpon sampe puas ke sesama XL pada jam 00.00 – 07.00 waktu setempat. Tarif promo ini  dapat dinikmati mulai tanggal 29 Mei 2008 di seluruh area cakupan XL, khusus area Jabodetabek, Sukabumi, Bali dan Lombok, promo ini akan berlaku mulai tanggal 15 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Marketing XL Nicanor V. Santiago menjelaskan, "Melanjutkan promo kami sebelumnya yang menawarkan konsep baru bertelepon murah denganXL bebas, kami kembali memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk dapat nelpon sepuasnya lebih murah lagi. Program ini kami hadirkan sebagai upaya untuk tetap konsisten dalam memposisikan diri kami sebagai operator dengan layanan yang berkualitas dan tarif termurah. Dengan tarif promo baru ini kami berharap agar pelanggan dapat lebih leluasa dan nyaman dalam berkomunikasi bersama XL.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Nicanor menjelaskan bahwa  dalam menerapkan mekanisme promo ini, konsep komunikasi yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan konsep promo sebelumnya. Pengguna XL bebas bisa telepon sampai puas setelah detik ke-5 dengan tarif normal Rp 10/detik atau Rp 50. Setelah 5 detik, pelanggan dapat nelpon sampai puas atau gratis. Jadi harga yang dibayar pelanggan akan tetap sama untuk nelpon sebentar maupun lama (6 detik, 10 detik, 2 menit, 3 menit, 30 menit, 60 menit dan seterusnya tetap Rp 50). Tarif tersebut dapat dinikmati mulai dari jam 00.00 – 07.00 waktu setempat di seluruh area cakupan XL mulai tanggal 29 Mei 2008. Kecuali area Jabodetabek, Sukabumi, Bali dan Lombok, promo ini baru berlaku mulai tanggal 15 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dari waktu di atas, pengguna XL bebas dapat tetap menikmati tarif ngobrol sampai puas ke sesama XL. Pada pukul 07.00 – 24.00 waktu setempat, pengguna XL bebas dapat nelpon sampe puas atau gratis telepon setelah detik, ke-60, ke-120, atau ke-200 (sesuai dengan promo yang berlaku di wilayah setempat). Adapun tarif di awal tetap sama yaitu Rp 10/detik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-4820779308021984752?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/4820779308021984752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=4820779308021984752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4820779308021984752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4820779308021984752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/xl-bebas-tetap-termurah-nelpon-makin.html' title='XL bebas Tetap Termurah, Nelpon Makin Murah Hanya Rp 50 Sampe Puassss'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SD6fJHUhRbI/AAAAAAAAAkc/jODQZCNEMWU/s72-c/xl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6899073901905355473</id><published>2008-05-15T14:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T14:50:24.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>5 Negara Pembajak Software Terbesar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyvtC-xHEI/AAAAAAAAAkU/sXzpMCNS0tc/s1600-h/pembajak_a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyvtC-xHEI/AAAAAAAAAkU/sXzpMCNS0tc/s400/pembajak_a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200724858135190594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari 108 negara yang disurvei International Data Corp (IDC),tercatat ada 67 negara yang tingkat pembajakannya turun dengan kisaran1-7 persen. Penurunan paling tajam diraih Rusia, sementara 11 negara lainnya tingkat pembajakannya naik. Sisanya tercatat tidak mengalami perubahan (prosentasenya tetap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata tingkat pembajakan secara global meningkat menjadi 38% pada2007, sementara pada 2006 hanya 35%. Demikian halnya dengan nilai kerugian yang secara global meningkat dari US$ 40 miliar pada 2006menjadi US$ 48 miliar pada 2007.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Armenia didaulat sebagai negara dengan tingkat pembajakan terbesar dengan prosentase 93%, menyusul Armenia, Bangladesh dan Azerbaijan dengan prosentase 92%. Di lain sisi, negara adidaya Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara yang tingkat pembajakannya paling rendah dengan prosentase 20%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar lengkap 5 negara pembajak terbesar:&lt;br /&gt;1. Armenia (93%)&lt;br /&gt;2. Bangladesh (92%)&lt;br /&gt;3. Azerbaizan (92%)&lt;br /&gt;4. Moldova (92%)&lt;br /&gt;5. Zimbabwe (91%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar lengkap 5 negara pembajak terendah:&lt;br /&gt;1. Amerika Serikat (20%)&lt;br /&gt;2. Luxemburg (21%)&lt;br /&gt;3. New Zeland (22%)&lt;br /&gt;4. Jepang (23%)&lt;br /&gt;5. Austria (25%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/14/time/174758/idnews/939586/ idkanal/399&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6899073901905355473?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6899073901905355473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6899073901905355473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6899073901905355473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6899073901905355473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/5-negara-pembajak-software-terbesar.html' title='5 Negara Pembajak Software Terbesar'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyvtC-xHEI/AAAAAAAAAkU/sXzpMCNS0tc/s72-c/pembajak_a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-9200440201596535689</id><published>2008-05-15T12:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T12:33:52.744-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Green Marketing*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 18px;"&gt;( Environmental Marketing )&lt;o:p&gt;&lt;/O:P&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul  Jabbar&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyQBC-xG-I/AAAAAAAAAjk/8i2IzN8krCI/s1600-h/green%2Bmarketing.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyQBC-xG-I/AAAAAAAAAjk/8i2IzN8krCI/s400/green%2Bmarketing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200690017360485346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berawal dari keikutsertaan saya untuk aktif di Green Student Movement (organisasi pelajar di bawah walhi institute) akhirnya saya tertarik menyelami dunia green. Ketika semua orang ramai membicarakan green (baca: lingkungan) dunia yang sama sekali tidak saya pahami, maka saya memutuskan untuk lebih banyak lagi belajar agar paham apa itu dunia green, karena kebetulan basic pendidikan saya adalah pemasaran yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan dunia green.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika selama ini saya banyak menemui kata – kata green dalam hal- hal yang erat kaitannya dengan isu lingkungan, namun kini ternyata green pun bisa pula diaplikasikan dalam dunia pemasaran atau bisa kita sebut dengan green marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Green Marketing (Environmental Marketing)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Green marketing atau bisa juga disebut dengan environmental marketing didefinisikan sebagai konsistensi dari semua aktifitas yang mendesain pelayanan dan fasilitas bagi kepuasan kebutuhan dan keinginan manusia, dengan tidak menimbulkan dampak pada lingkungan alam (Polinsky, 1994), pengertian ini serupa dengan definisi dari Ecological Marketing yang menyebutkan tetang perihal positif dan negatifnya dari aktifitas marketing terhadap polusi, hilangnya energi dan sumber daya non energi (Henion dan Kinear, 1976).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri lebih senang mendefinisikan green marketing sebagai aktifitas pemasaran yang berorientasi kepada pelestarian lingkungan. Artinya sejauh mana bagi kita sebagai marketer agar bisa mencari cara untuk membuat dan memasarkan barang serta jasa yang ramah lingkungan. Jadi intinya Green marketing itu sendiri tidak sebatas pada aktifitas pemasarannya dan komposisi atau karakteristik produk yang dihasilkan saja, namun juga pada proses dan teknik produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green Consumersism&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu marketing dikatakan bahwa penawaran itu ada karena adanya permintaan (hukum penawaran dan permintaan). Begitupun dengan green marketing ada karena adanya green consumers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green Consumerism sendiri didefinisikan sebagai “ the use of individual consumer preference to promote less enviroment-ally damaging products and services”(Smith, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik dari definisi ini adalah bahwa green consumerism muncul dari kesadaran dan pembentukan preferensi konsumen individual terhadap produk yang ingin dikonsumsinya yang menginginkan produk-produk yang ramah lingkungan atau minimal sedikitnya dapat mengurangi tingkat kerusakan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan kepahaman bahwa menciptakan produk yang seratus persen aman bagi lingkungan sangat sulit dicapai. Terlalu banyak trade off baik itu terhadap harga, ketahanlamaan (durability), product performance, kenyamanan, dan kriteria lain-lain Bahkan klaim-klaim dari perusahaan-perusahaan tertentu bahwa produk mereka telah ramah lingkungan, menurut hasil beberapa survey, terbukti mulai sangat diragukan oleh kebanyakan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil riset 1996 dari National Consumer Council di London Inggris menunjukkan adanya penurunan kepercayaan konsumen di sana terhadap klaim-klaim ramah lingkungan dibandingkan poll tahun 1990. Konsumen yang percaya turun sampai 10 % dalam periode tersebut. Survey tahun 1993 menunjukkan 40 % konsumen menganggap bahwa klaim ramah lingkungan hanya digunakan oleh produsen untuk menetapkan harga jual yang lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat Komisi Perdagangan Federal menanggapi munculnya kasus-kasus klaim bohong produk hijau tahun 1992 telah mengeluarkan regulasi bahwa setiap klaim hijau dari sebuah produk harus didasarkan oleh bukti-bukti ilmiah yang terpercaya yang dilakukan oleh ahli dibidangnya melalui test, riset, dan analisis yang dapat diterima secara saintifik.(Sales Watch, Vol 1, No2). Pelanggaran terhadap regulasi ini dapat berakibat keputusan Komisi untuk menarik iklan klaim tersebut atau bahkan menarik produk yang bersangkutan dari peredaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green Company&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilakukan oleh Johnson &amp;amp; Johnson dalam strateginya menggaet konsumen hijau memaparkan melalui riset selama 30 bulan mereka telah berhasil menekan pemborosan pada kemasannya. Dengan mengubah teknik pengemasan sehingga dapat menggunakan kertas yang lebih tipis tapi lebih kuat serta disain kemasannya sendiri perusahaan ini telah mengurangi bobot kemasan sebesar 2.750 ton, menghemat lebih 1.600 ton kertas senilai US $ 2,8 juta. Penghematan penggunaan kertas diatas berarti telah menyelamatkan 330 hektar hutan untuk diolah menjadi pulp sebagai bahan baku kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dilakukan pula oleh Philips Light Bulb Company yang berhasil menggunakan klaim ramah lingkungan karena karakter dan komposisi produknya sendiri. Dengan Light Compact Fluorescent Lightbulb yang membutuhkan 40 watt listrik lebih rendah dibandingkan bolam pijar konvensional (Polonsky, 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green Marketing Produk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara - cara alternatif untuk membuat green produk. Di antaranya:&lt;br /&gt;1. Menciptakan produk dengan karakter dan komposisi yang memiliki dampak kepada lingkungan yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meningkatkan penggunaan bahan mentah yang lebih efisien atau yang renewable (terbarukan). Kertas misalnya tidak lagi hanya bisa dibuat dari bubur kertas yang berasal dari batang kayu. Bambu dan beberapa tanaman alternatif lain yang memiliki serat yang lebih panjang dan halus dapat menekan penggundulan hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengefisienkan penggunaan kemasan dan penggunaan bahan kemasan yang bio degradable atau minimal bisa digunakan berulang-ulang (re-use).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengefisienkan pemakaian energi dalam proses produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Meningkatkan ketahanlamaan (durability).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Green marketing Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang terkenal dengan jamrud khatulistiwanya merupakan negara hijau yang subur dan makmur (katanya!). Hamparan sawah yang luas dan hutan-hutan yang hijau merupakan bukti bahwa Indonesia layak mendapat julukan jamrud khatulistiwa, namun itu dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dulu lain sekarang, bencana ekologi hampir terjadi setiap bulan mulai dari Aceh hingga Sulawesi. Mulai dari tsunami, banjir hingga tragedi lumpur lapindo di Sidoarjo. Gerangan apakah yang terjadi?. Apakah takdir semata atau karena sudah rusaknya alam?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari hal diatas sudah selayaknya kini perusahaan-perusahaan di Indonesia harus mulai melaksanakan green marketingnya. Green marketing itu sendiri tidak sebatas pada aktifitas pemasaran dan mengklaim bahwa produk-produk yang dihasilkan ramah lingkungan, namun juga harus memperhatikan proses dan teknik produksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah ada perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep tersebut?. Jika belum semoga dengan hadirnya tulisan ini bisa memberikan inspirasi betapa pentingnya bagi perusahaan dan kita semua untuk menjaga lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan adalah warisan bagi anak cucu kita, mari kita jaga bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-9200440201596535689?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/9200440201596535689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=9200440201596535689' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/9200440201596535689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/9200440201596535689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/green-marketing.html' title='Green Marketing*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyQBC-xG-I/AAAAAAAAAjk/8i2IzN8krCI/s72-c/green%2Bmarketing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2348864243231074222</id><published>2008-05-15T12:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T12:17:42.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Punya Uang Nabung Dimana?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh NH.Abdul Jabbar&lt;br /&gt;semarketer@gmail.com&lt;br /&gt;www.semarketer.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyLoy-xG8I/AAAAAAAAAjU/OGkFrroxu70/s1600-h/rupiah1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyLoy-xG8I/AAAAAAAAAjU/OGkFrroxu70/s400/rupiah1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200685202702146498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bisa jadi itu adalah pertanyaan yang lumrah ketika anda ingin menabung atau menginvestasikan uang anda. Karena dewasa ini pilihan instrumen investasi sangat banyak sekali dengan resiko kerugian dan keuntungan yang berbeda-beda. Berikut ini ada beberapa tips jika anda ingin menginvestasikan uang anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investasi Jangka Pendek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah investasi dengan tenggang waktu yang pendek tergantung seberapa lama anda ingin berinvestasi disini, bisa 1 bulan, 2 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Pilihannya beragam, bisa di deposito bank yang menawarkan hasil yang kalau menurut saya sangat tidak menarik, atau dipasar uang (forex) hasilnya lumayan jika anda untung, namun perlu diperhatikan pula resiko kerugiannya, karena prinsip investasi High Risk High Gain. Ini semua kembali kepada anda sebagai investor, karena andalah pemilik uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investasi Jangka Menengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya investasi ini memiliki waktu 5 – 10 tahun, semisal saat ini anda mempunyai rencana untuk membeli rumah, mobil atau naik haji dalam jangka waktu 5-10 tahun mendatang, yang harus anda persiapkan saat ini adalah tingkat pengembalian atau biasa disebut dengan ROI (Return Of Investmen) yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang anda saat ini 15 juta dan ongkos naik haji kira-kira sebesar 30 juta,dan anda ingin naik haji 5 tahun mendatang, tentunya anda harus memikirkan tingkat pengembalian atau ROI yang bisa mencapai 15 juta dalam jangka waktu 5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pilihan investasi untuk jenis ini, bisa pada barang semisal rumah, koin emas, ataupun intrumen investasi lainnya seperti reksadana, ataupun unitlink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda berinvestasi pada barang (harta tak bergerak) seperti koin emas, rumah atau tanah, ada baiknya anda harus pintar-pintar memprediksi karena jika meleset bukan hanya anda yang rugi, tetapi tujuan anda dalam berinvestasi itupun akan tidak terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Investasi Jangka Panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya instrumen investasi jangka panjang ini tidak jauh berbeda dengan jangka pendek, hanya berbeda dalam hal waktu saja. Biasanya diatas 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tips Memilih Tabungan atau Investasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pilihlah jenis tabungan yang memberikan hasil maksimal&lt;br /&gt;2. Pilihlah perusahaan yang terpercaya dan mempunyai track record yang bagus.&lt;br /&gt;3. Pastikan instrumen investasi yang anda pilih liquid, karena ini sangat berpengaruh ketika anda ingin mencairkan uang anda.&lt;br /&gt;4. Pastikan pula resiko investasinya sesuai dengan kemampuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2348864243231074222?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2348864243231074222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2348864243231074222' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2348864243231074222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2348864243231074222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/punya-uang-nabung-dimana.html' title='Punya Uang Nabung Dimana?'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyLoy-xG8I/AAAAAAAAAjU/OGkFrroxu70/s72-c/rupiah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8948200222806272769</id><published>2008-05-15T12:07:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T12:09:51.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Marketing a la Nabi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyKOi-xG7I/AAAAAAAAAjM/l0IY13XbyJ0/s1600-h/Rasul.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyKOi-xG7I/AAAAAAAAAjM/l0IY13XbyJ0/s400/Rasul.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200683652218952626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Rasulullah, Nabi kita tercinta, adalah seorang saudagar ternama pada zamannya. Bahkan sejak usia muda, beliau dipandang sebagai sudagar sukses. Disadari atau tidak sukses tersebut tidak lepas dari aktivitas marketing yang diterapkannya --yang tak cuma ampuh tapi juga sesuai syariah dan, tentu saja, penuh ridlo dari Allah. Jika Anda tertarik menerapkannya, selain mendapat keuntungan, insyaallah bisnis Anda pun barokah. Inilah empat tips marketing a la Nabi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Jujur adalah Brand&lt;br /&gt;Saat berdagang Nabi Muhammad SAW muda dikenal dengan julukan Al Amin (yang terpercaya). Sikap ini tercermin saat dia berhubungan dengan customer maupun pemasoknya.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW mengambil stok barang dari Khadijah, konglomerat kaya yang akhirnya menjadi istrinya. Dia sangat jujur terhadap Khadijah. Dia pun jujur kepada pelanggan. Saat memasarkan barangnya dia menjelaskan semua keunggulan dan kelemahan barang yang dijualnya. Bagi Rasulullah kejujuran adalah brand-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mencintai Customer&lt;br /&gt;Dalam berdagang Rasulullah sangat mencintai customer seperti dia mencintai dirinya sendiri. Itu sebabnya dia melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Bahkan, dia tak rela pelanggan tertipu saat membeli.&lt;br /&gt;Sikap ini mengingatkan pada hadits yang beliau sampaikan, "Belum beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaramu seperti mencintai dirimu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penuhi Janji&lt;br /&gt;Nabi sejak dulu selalu berusaha memenuhi janji-janjinya. Firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman penuhi janjimu." (QS Al Maidah 3).&lt;br /&gt;Dalam dunia pemasaran, ini berarti Rasulullah selalu memberikan value produknya seperti yang diiklankan atau dijanjikan. Dan untuk itu butuh upaya yang tidak kecil. Pernah suatu ketika Rasulullah marah saat ada pedagang mengurangi timbangan. Inilah kiat Nabi menjamin customer satisfaction (kepuasan pelanggan).&lt;br /&gt;Di Indonesia mobil-mobil Toyota berjaya di pasar. Salah satu kiat pemasarannya adalah memberikan kepuasan pelanggan. Salah satu ukurannya adalah Call Centre Toyota dinobatkan sebagai call centre terbaik, mengalahkan Honda dan industri otomotif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Segmentasi ala Nabi&lt;br /&gt;Nabi pernah marah saat melihat pedagang menyembunyikan jagung basah di sela-sela jagung kering. Hal itu dengan Nabi, saat menjual barang dia selalu menunjukkan bahwa barang ini bagus karena ini, dan barang ini kurang bagus, tapi harganya murah.&lt;br /&gt;Pelajaran dari kisah itu adalah bahwa Nabi selalu mengajarkan agar kita memberikan good value untuk barang yang dijual. Sekaligus Rasulullah mengajarkan segmentasi: barang bagus dijual dengan harga bagus dan barang dengan kualitas lebih rendah dijual dengan harga yang lebih rendah.&lt;br /&gt;Dalam soal segmentasi ini, Yamaha Motor adalah salah satu perusahaan yang bisa dijadikan teladan. Dia menciptakan motor Yamaha Mio, dengan mesin ber-cc kecil, tapi otomatis, dan mudah penggunaannya untuk segmen pasar perempuan. Dialah pelopor industri motor yang membidiki segmen ini, segmen yang sebelumnya selalu dilupakan pesaing lain. Hasilnya, dengan Mio Yamaha menyodok Honda dan menjadi penjual nomor satu di Indonesia 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source:&lt;br /&gt;http://www.niriah. com/tips/ 2id61.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8948200222806272769?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8948200222806272769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8948200222806272769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8948200222806272769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8948200222806272769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/marketing-la-nabi.html' title='Marketing a la Nabi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyKOi-xG7I/AAAAAAAAAjM/l0IY13XbyJ0/s72-c/Rasul.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-516119405847791859</id><published>2008-05-15T12:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T12:04:38.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Gold Bugs  investasi emas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyJNC-xG6I/AAAAAAAAAjE/2ahigkYfA5Q/s1600-h/batang_emas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyJNC-xG6I/AAAAAAAAAjE/2ahigkYfA5Q/s400/batang_emas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200682526937521058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nama Gold Bugs adalah nama sindiran bagi mereka yang sudah tidak percaya lagi akan mata uang yang berlaku entah itu US$, Euro ataupun Yen. Menurut mereka semua mata uang yang ada di dunia itu sekedar tipuan dari setiap pemerintah, karena nilai kertas tersebut tidak sesuai dengan emas cadangan yang mereka miliki. Sudah bisa dipastikan entah mata uang apapun juga dalam jangka waktu tidak lama lagi akan hilang nilainya. Satu-satunya yang bisa bertahan hanya logam mulia (LM) misalnya emas. Itulah pendapat dari Gold Bugs.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda tidak percaya, tetapi buktikanlah sendiri berapa banyak bahan pangan seperti terigu, beras, minyak tanah dll-nya yang bisa Anda dapatkan dengan uang Rp 100 ribu ditahun yang lampau dibandingan dengan nilai uang yang sama pada saat sekarang ini. Dengan bunga 10% yang Anda dapatkan dari Bank, tidak akan bisa menutupi kekurangan atau perbedaan harga tsb. Beda dengan emas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda menyimpan emas bukannya uang; harga per troy ounce (troy ounce = 31,1035 gr) setahun yang lampau masih US$ 610,00 tetapi sekarang sudah mencapai US$ 915,00 berarti kenaikan 50%. Berarti nilai investasi simpanan Anda jauh bertambah banyak; bukannya berkurang, seperti apabila Anda menyimpan uang !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa harga emas, semakin meningkat ? Sebab emas itu semakin langka dan semakin sukar di dapat, sedangkan kebutuhan semakin meningkat. Hanya sebagian kecil saja dijadikan emas batangan ataupun perhiasan, sebab emas sebagian besar dibutuhkan juga untuk industri maupun untuk kesehatan misalnya gigi emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat di India &amp;amp; China semakin makmur, dan mereka invest di emas, apalagi di India. Emas bagi wanita India merupakan jaminan hidupnya bukan sekedar untuk hari tua saja, sebab apabila wanita India cerai, maka sebagai gono-gini hanya perhiasan yang ada dan dipakai di badan saja, merupakan gono-gini yang bisa dibawa oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas dalam bahasa Inggris disebut Gold yang diserap dari bahasa Jerman Kuno = “ghel” yang berarti “bersinar” atau “kuning” sedangkan simbol untuk unsur kimianya adalah AU yang diserap dari bahasa Latin “AUrum” = Cahaya Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda ingin investasi emas, jangan dalam bentuk emas perhiasan, sebab pada saat kita membeli emas perhiasan tersebut kita harus membayar ongkos pembuatannya dan ini tidak akan kembali pada saat kita menjualnya. Emas perhiasan yang memiliki kadar karat 24 akan jauh lebih mudah dijual daripada yang kadar karatnya lebih rendah misalnya 18 karat. Oleh sebab itu diusulkan kalau mau investasi emas, sebaiknya emas batangan. Emas batangan ataupun koin lebih mudah dijual dan dicairkan jadi uang, daripada emas perhiasan. Investasi emas sebaiknya tidak dilakukan untuk jangka waktu dibawah satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah gadai pada umumnya jarang menjual emas batangan, tetapi mereka memiliki banyak koin emas. Jangan lupa untuk menyimpan sertifikat maupun kwitansinya dan jangan simpan emas dirumah sebaiknya di save deposit box di Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas batangan tersedia dalam berbagai macam berat ukuran, mulai darik 1 gr, 2 g, 3 gr, 5 gr, 10 gr, 25 gr, 50 gr dan yang terberat adalah 1 kg. Apabila Anda memiliki dana yang cukup maka di usulkan selalu memilih mas batangan dengan pecahan yang besar sebab ini lebih menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas batangan dapat diperoleh di toko emas, rumah gadai atau yang paling save dari PT Aneka Tambang, disingkat PT ANTAM disitu mereka memiliki persediaan emas yang paling lengkap. Beli emas itu mudah tidak perlu persyaratan tertentu. Alamat dari PT ANTAM, Unit bisnis PP Logam Mulia, Jl. Pemuda, Jl Raya Bekasi Km 18, Jakarta 13010, Tel.: 021-475 7108, 021- 478 65948 atau 021-478 65942.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga emas di seluruh dunia di tentukan sehari dua kali di London pada pkl 10.30 pagi dan pkl 15.00 waktu setempat. Penentuan harga ini lebih dikenal dengan sebutan “London Gold Fixing”, tradisi ini diawali sejak tgl 12 September 1919. Bagi mereka yang ingin mengetahui harga emas yang up-to-date maupun dari masa lampau; silahkan klik:&lt;br /&gt;http://www.kitco.com/charts/livegold.html atau&lt;br /&gt;http://www.investasi-emas.info/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang menarik untuk dibaca mengenai investasi emas adalah “Kemilan Investasi Emas”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak yang bisa saya tulis mengenai emas, tetapi saya khawatir ini hanya akan membosankan para pembacanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Ucup&lt;br /&gt;Email: mang.ucup@gmail.com&lt;br /&gt;Homepage: www.mangucup.org&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-516119405847791859?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/516119405847791859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=516119405847791859' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/516119405847791859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/516119405847791859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/gold-bugs-investasi-emas_15.html' title='Gold Bugs  investasi emas'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyJNC-xG6I/AAAAAAAAAjE/2ahigkYfA5Q/s72-c/batang_emas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-7885558001110745231</id><published>2008-05-15T11:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T12:00:06.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyIAC-xG5I/AAAAAAAAAi8/leE3B-XnMYA/s1600-h/nego.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyIAC-xG5I/AAAAAAAAAi8/leE3B-XnMYA/s400/nego.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200681204087593874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Pisahkan pokok masalah yang dinegosiasikan dengan lawan.&lt;br /&gt;Jangan sampai masalah pribadi menghambat proses negosiasi yang sedan berjalan. Tak heran perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai tim negosiasi yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian berlapis-lapis. Dengan begitu, tidak akan pernah terjadi konflik pribadi dengan proses negosiasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu mengacu pada tujuan utama negosiasi.&lt;br /&gt;Apa hasil akhir yang kita inginkan dalam negosiasi ini? Bukan masalah menang atau kalah, apalagi sampai menjatuhkan lawan. So, tetap berkepala dingin dan jangan pernah terpancing dengan emosi atau ego mau menang sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berikan alternatif win-win solution pada lawan.&lt;br /&gt;Selalu fleksibelselama negosiasi agar terhindar dari jalan buntu. Persiapkan beberapa solusi alternatif yang diprediksi bisa menciptakan kondisi saling menguntungkan bagi lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selesaikan proses negosiasi dengan cepat dan tidak bertele-tele.&lt;br /&gt;Hindari faktor-faktor yang bisa melelahkan lawan seperti proses negosiasi yang terlalu lama, tempat negosiasi yang tidak kondusif, dll. Karena faktor-faktor tersebut cenderung membuat lawan jadi emosional dan berbalik menekan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Riset, riset dan riset.&lt;br /&gt;Hal terpenting dalam negosiasi sering berkaitan dengan etika dan budaya. Negosiator ulung selalu melakukan riset untuk mengetahui karakter lawannya. Apa latar belakangnya,kebiasaan, hobi, kesukaan, dll. Terbukti bahwa kebanyakan kontrak besar bisnis dimenangkan bukan di meja rapat, tapi di lapangan golf,kapal pesiar atau restoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best regards,&lt;br /&gt;Anton Budi Pranata&lt;br /&gt;www.AntonBPranata.blogspot.com | +62 818 951487&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-7885558001110745231?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/7885558001110745231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=7885558001110745231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7885558001110745231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7885558001110745231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/lima-jurus-jitu-negosiasi-bisnis.html' title='Lima Jurus Jitu Negosiasi Bisnis'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyIAC-xG5I/AAAAAAAAAi8/leE3B-XnMYA/s72-c/nego.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6129731533039885951</id><published>2008-05-15T11:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-15T11:48:41.154-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>GoldFinger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyFfS-xG2I/AAAAAAAAAik/iiZwdl0FG-A/s1600-h/goldcoin%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyFfS-xG2I/AAAAAAAAAik/iiZwdl0FG-A/s400/goldcoin%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200678442423622498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila pada tahun 2000 Anda membeli rumah dengan harga Rp 200 juta, mungkin nilai rumah Anda sekarang sudah sudah naik menjadi Rp 300 juta. Dari segi nilai uang berarti ada kenaikan 50%, tetapi apabila ini di nilai dengan emas, maka sebenarnya harga nilai rumah Anda ini anjlok drastis. Dengan uang Rp 200 juta di tahun 2000 Anda masih bisa mendapatkan 2.365 gr emas, sedangkan dengan uang Rp 300 juta di tahun 2008 Anda hanya akan mendapatkan 1.001 gr emas alias anjlok lebih dari 50% atau setengahnya. Kenapa demikian ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nilai uang semakin hari semakin melorot, tanya saja sama diri sendiri apa yang Anda bisa dapatkan dengan uang Rp 10.000 sekarang ini dibandingkan dengan tahun 2000. Kebalikannya ditahun 2000 harga emas masih US$ 288,50 per troy ounce (troy ounce = 31,1035 gr) sedangkan pada bulan Maret 2008 harga emas sudah mencapai US$ 1.030 per troy ounce. Atau kenaikan lebih dari 350% dalam kurun waktu hanya delapan tahun, berarti apabila di tahun 2000 Anda bukannya beli rumah melainkan beli emas, maka uang Anda sekarang ini dari Rp 200 juta sudah menjadi berlipat kali ganda mencpai Rp 700 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu apabila Anda ingin nabung bukannya nabung uang melainkan belilah emas batangan, apalagi bunga bank pada saat ini rendah, sedang harga minyak dipasar dunia maupun bahan pangan naik gila-gilaan, sehingga nilai rupiah semakin anjlok. Tetapi bagaimana dengan investasi dalam jual beli saham ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Rubenstein seorang pialang saham yang telah menjadi kaya melalui saham, sehingga pada saat ia jaya, ia mampu membeli secarik kertas tua dengan harga US $ 21,3 juta. Ialah kertas bersejarah Magna Charta, tetapi sekarang ini perusahaannya Calyle-Fonds hampir bangkrut dengan menanggung hutang sebesar US $ 20 milyar. Hal yang sama dialami oleh Stephen Schwarzman dalam beberapa bulan saja harta kekayaannya anjlok melorot habis lebih dari 90%, karena main saham, padahal ia termasuk sebagai pialang saham yang paling sukes sehingga pada saat kejayaannya ia mampu menyumbangkan uang sebesar US $ 100 juta untuk Perpustakaan di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan saja para pialang saham yang menjadi bangkrut dan miskin, melainkan banyak bank diseluruh dunia pada saat mengalami krisis berat, bahkan banyak juga yang sudah tutup karena mereka salah investasi dalam saham. Beberapa bank di Jerman satu negara kaya, kalau tidak dibantu oleh pemerintahnya sudah lama ditutup, karena kerugian besar salah investasi main saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Maret 2007 harga emas US $ 646, sedangkan pada bulan Maret 2008 sudah mencapai US $ 1.030 hanya dalam kurun waktu satu tahun; kenaikan US $ 384 atau lebih dari 50%. Mana ada bank di dunia yang akan bisa memberikan bunga sedemikian tingginya, menabung Rp 10 juta dalam setahun menjadi Rp 15 juta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita yang tidak punya modal untuk beli emas ? Bagi mereka yang berani mengambil risiko atau gambling, Anda bisa pinjam uang dari bank dengan bunga 15% walaupun bunga tinggi, tetapi Anda masih tetap bisa meraih untung banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi emas bukan hanya dalam bentuk emas batangan saja, melainkan bisa juga dengan membeli koin emas misalnya uang Dinar Emas, akhir Desember 2006 harga Dinar Emas per koin masih sekitar Rp 500 ribu sedangkan sekarang sudah mencapai Rp 1.183.000. Koin emas lainnya yang digemari ialah koin Krugerrand dari Afrika Selatan mulai dari 3,3931 gr s/d 33,9305 gr ataupun Double Eagle koin emas US Dollar (15, 046 gr).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga emas memang naik turun, tetapi ini masih jauh lebih baik daripada memiliki saham. Misalnya apabila pada bulan Oktober 2007 Anda membeli saham dari salah satu bank terkemuka di Amerika “Bear Stearns” Anda harus bayar sekitar US $ 85,00 per saham, tetapi apabila Anda mau jual sekarang ini; nilai saham tersebut tidak lebih dari “dua” US $ atau kerugian lebih dari 90%. Hal ini tidak akan terjadi apabila Anda memiliki logam mulia, emas adalah emas, kertas saham adalah kertas, jadi nyata benar bedanya antara kertas dengan logam mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sudah bisa dipastikan nilai US Dollar akan semakin melorot, sedangkan harga minyak semakin meningkat. Konon, hal inilah yang mendorong pemerintah China yang merencanakan untuk menukar dana reserve mereka sebesar satu triliun US $ dengan emas. Anda bisa bayangkan sendiri apa yang akan terjadi di pasaran, apabila China memborong senilai satu triliun US $ emas, bisa-bisa harga emas akan melambung dua kali lipat daripada harga sekarang ini. Jadi kesimpulannya walaupun harga emas sekarang ini sudah cukup tinggi, tetapi saya yakin dalam kurun mendatang ini harga mas masih tetap akan meroket naik melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang tertarik untuk mengetahui tentang emas dan bagaimana caranya investasi dalam bentuk emas, mohon jangan investasi terlebih dahulu melainkan bacalah sambungan dari oret-oretan emas nya Mr Goldfinger Ucup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Originaly from:&lt;br /&gt;www.mangucup.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6129731533039885951?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6129731533039885951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6129731533039885951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6129731533039885951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6129731533039885951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/05/goldfinger_15.html' title='GoldFinger'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/SCyFfS-xG2I/AAAAAAAAAik/iiZwdl0FG-A/s72-c/goldcoin%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-1180262002253712848</id><published>2008-02-19T04:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T05:22:57.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Perbandingan Tarif GSM Indo Selama Promo</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rWdtDKigI/AAAAAAAAAUU/EzePKXvz610/s1600-h/hp.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168679328158484994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rWdtDKigI/AAAAAAAAAUU/EzePKXvz610/s400/hp.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ini saya dapatkan dari milis marketing-club. Lupa siapa yang nulisnya,tapi mudah-mudahan yang nulis ga marah, maaf ya om.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ngomongin masalah tarif telp emang g ada abisnya,tapi ini sekedar perbandingan aja semoga kita bisa bijak dalam memakai telepon.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perbandingan pulsa sebenarnya yang akan kita keluarkan dengan itung2ankalkulator (Itungan mulai dari per 10 menit selama masa program).Hasilnya? Silahkan disimak dibawah :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tarif Ke Sesama Operator&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;------------ --------- --------- --------&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10 menit 20 Menit 30 menit 40 menit 60 menit 120 menit&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;--------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bebas 0,1 Rp.1,548 Rp.1,608 Rp.1,668 Rp.2,268 Rp.3,465 Rp.7,065&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Simpati 0,5 Rp.1,770 Rp.2,070 Rp.2,370 Rp.2,670 Rp.3,270 Rp.5,070&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mentari Rp.4,500 Rp.9,500 Rp.14,500 Rp.19,500 Rp.29,500 Rp.59,500&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3 Hutch Rp.1,500 Rp.3,000 Rp.4,500 Rp.6,000 Rp.9,000 Rp.18,000&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tarif Ke Operator lain&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;----------- --------- --------- -&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10 menit 60 Menit 120 menit&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bebas 0,1 Rp.9,024 Rp.45,180 Rp.90,360&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Simpati 0,5 Rp.36,000 Rp.216,000 Rp.432,000&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mentari Rp.32,000 Rp.192,000 Rp.384,0003 &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hutch Rp.20,000 Rp.120,000 Rp.240,000&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;-----------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Conclusion :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. XL bebas, kartu yang dikeluarkan oleh Excelcomindo, ini menunjukkankeunggulan tarif murah perdetik dan hemat apabila durasi percakapan kesesama XL di bawah 60 menit ( 1 jam ) dan tarif ke operator lain padamenit ke berapapun terbukti sesuai janji " TARIF TERMURAH "&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Simpati PeDe, kartu yang dikeluarkan oleh Telkomsel, inimenunjukkan keunggulan tarif murah perdetik dan hemat apabilapercakapan dilakukan hanya ke sesama produk Telkomsel dengan durasipercakapan di atas 60 menit ( 1 jam ), sedangkan tarif ke operatorlain paling tinggi diantara GSM lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Mentari, kartu yg dikeluarkan oleh Indosat, ini menunjukkankeunggulan tarif hanya ke sesama produk Indosat pada 1 menit pertamasaja, syukurnya gratis 1 menit pertama berlaku sebanyak 20 x sehari,tetapi tarif ke sesama ( Mentari ) adalah termahal di kelas GSM dihariSENIN , SELASA , RABU dan KAMIS&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. 3 (three), dari Hutchison, ini menunjukan keunggulan hanya kesesama 3 dengan durasi percakapan pada 10 menit pertama saja dan SMStermurah ke all operator Rp 100.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Adapun urutan/peringkat pengguna GSM terbesar di Indonesia yakni :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;a.Telkomsel&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b.Indosat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;c.Excelcomindo&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;d.Hutch&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Jika dirasakan berguna, silahkan sampaikan email ini ke teman-temananda. Dengan demikian Anda bisa membantu teman anda untuk melakukanpenghematan ( lumayan sisa uangnya bisa buat beli susu anak dan biardapur tetap ngebul )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;semoga bermanfaat,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-1180262002253712848?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/1180262002253712848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=1180262002253712848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1180262002253712848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1180262002253712848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/perbandingan-tarif-gsm-indo-selama.html' title='Perbandingan Tarif GSM Indo Selama Promo'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rWdtDKigI/AAAAAAAAAUU/EzePKXvz610/s72-c/hp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5274978592854818657</id><published>2008-02-19T04:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-19T04:45:35.813-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Word of Mouth (WOM)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rM9NDKifI/AAAAAAAAAUM/D65eOvqDzkQ/s1600-h/mulut.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168668874208086514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 354px; CURSOR: hand; HEIGHT: 197px; TEXT-ALIGN: center" height="229" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rM9NDKifI/AAAAAAAAAUM/D65eOvqDzkQ/s400/mulut.jpg" width="369" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernahkan anda mendapatkan informasi mengenai restoran yang bagus, film yang keren atau tempat belanja yang murah dari seorang teman dan kemudian atas refrensi dari teman anda itu pergi kesana atau menonton film tersebut?. Jika ya berarti teman anda telah menyebarkan Word of Mouth atau biasa disebut WOM oleh orang marketing. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WOM atau bahasa sederhananya adalah MLM (Mulut Lewat Mulut) ternyata merupakan bentuk promosi yang efektif. Entah disadari atau tidak oleh para pengiklan, WOM ternyata mampu mengalahkan pengaruh iklan ATL (Above the Line) atau iklan media (tv, radio dan cetak).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey yang pernah dilakukan oleh MRI (Marketing Research Indonesia) September 2006 yang melibatkan 202 responden laki-laki dan perempuan, usia 8 tahun ke atas, kelas sosial ABC+ di Jakarta. Pertanyaan yang diajukan adalah, media apa yang menjadi sumber terbaik untuk mendapatkan informasi berbagai kategori mulai restoran, cafe, mobil baru, komputer, produk perbankan, asuransi, rumah sakit, makanan, hingga produk rumah tangga.(Majalah Marketing Mix edisi 11 April-10 Mei 2007 yang ditulis oleh Harry Puspito)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya mengejutkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a title="riset-mix.jpg" href="http://www.virus-communications.com/blog/wp-content/uploads/2007/05/riset-mix.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168667164811102690" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 378px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px; TEXT-ALIGN: center" height="105" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rLZtDKieI/AAAAAAAAAUE/HaFvSgIbKPA/s400/riset-mix.jpg" width="400" border="0" /&gt; (&lt;a href="http://www.virus-communications.com/"&gt;http://www.virus-communications.com/&lt;/a&gt;) &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil diatas kita bisa melihat, ternyata dari 10 kategori yang dijadikan survey bukan iklan ATL (tv, radio dan cetak) yang memberikan pengaruh sebagai sumber informasi, melainkan WOM. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya harus mendapat perhatian besar dari para pengiklan untuk mempromosikan produknya secara efektif, karena jika tidak budget besar yang dikeluarkan oleh para pengiklan akan hilang tanpa menghasilkan apapun, bahkan customer. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini tentunya merupakan kabar baik bagi anda yang ingin mempromosikan produknya dengan budget yang minim. Budget besar ternyata bukan jaminan produk anda akan diterima dengan baik oleh pasar, namun kreatifitas dalam mempromosikan dan keunggulan produklah yang bisa menjadikan produk anda diterima oleh pasar sehingga akan tercipta WOM oleh customer anda sendiri dan inilah bentuk iklan yang murah dan efektif. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat,&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5274978592854818657?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5274978592854818657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5274978592854818657' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5274978592854818657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5274978592854818657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/word-of-mouth-wom.html' title='Word of Mouth (WOM)'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7rM9NDKifI/AAAAAAAAAUM/D65eOvqDzkQ/s72-c/mulut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6509951914181129309</id><published>2008-02-18T07:54:00.001-08:00</published><updated>2008-02-18T07:58:26.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Vilfredo Pareto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;By Haryo Ardito&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.haryoardito.com"&gt;www.haryoadito.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mqYtDKidI/AAAAAAAAAT8/WtUCpt_OI78/s1600-h/pareto4.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mqYtDKidI/AAAAAAAAAT8/WtUCpt_OI78/s400/pareto4.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168349388770806226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di awal tahun 1900an, Vilfredo Pareto seorang insinyur-ekonom-sosiolog berkebangsaan Italy mengembangkan apa yang disebutnya ”Hukum 80/20”.  Risetnya mengindikasikan bahwa dalam sebuah bisnis, 20 % barang dagangannya menghasilkan 80% bisnisnya dan bahwa kira-kira 20% populasi mengendalikan kira2 80% kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semenjak itu banyak terjadi salah kaprah dimana salah satunya telah keliru menyatakan bahwa ”20% tenaga kerja mengkontribusikan 80% hasil dan 20% tenaga penjualan menghasilkan 80% penjualan”  Kebanyakan ini tidaklah benar, hasil riset di sebuah corporate ”20% dari tenaga penjualan ternyata menghasilkan 25% dari bisnisnya dan 80% dari tenaga penjualan menghasilkan 75% omset.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, seorang tenaga penjualan yang paling rendah penjualannya menghasilkan 57% dari yang dihasilkan oleh seorang tenaga penjualan yang paling produktif.  Ini mengindikasikan fakta bahwa dia tetaplah seorang karyawan yang berharga.  Sesungguhnya dia telah melayani para pelanggannya  dengan baik karena orientasi keuntungan bagi dirinya sendiri maupun perusahaan.  Untuk itu mereka tetap perlu diperlakukan dengan sopan, dihormati dan memiliki martabat yang sama seperti yang diperlihatkan kepada seluruh tenaga penjualan.  Singkat kata, ia tetaplah seorang karyawan yang berharga. Perlakukanlah semua orang seolah ia paling produktif, perlihatkanlah sikap hormat dan sopan santun, maka anda akan takjub betapa banyak dari mereka yang akan memenuhi harapan anda dan mendatangkan hasil-hasil yang mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6509951914181129309?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6509951914181129309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6509951914181129309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6509951914181129309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6509951914181129309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/vilfredo-pareto.html' title='Vilfredo Pareto'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mqYtDKidI/AAAAAAAAAT8/WtUCpt_OI78/s72-c/pareto4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8844893187074588160</id><published>2008-02-18T07:01:00.000-08:00</published><updated>2008-04-22T10:42:37.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Asuransi Takaful'/><title type='text'>10 Alasan Harus Memiliki Asuransi Takaful</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mkQ9DKicI/AAAAAAAAAT0/J94nwcIenb0/s1600-h/logo_takaful.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5168342658557053378" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 276px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 127px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mkQ9DKicI/AAAAAAAAAT0/J94nwcIenb0/s400/logo_takaful.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Takaful merupakan asuransi syariah pertama di Indonesia yang berdiri sejak 24 Februari 1994.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Takaful telah memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2000 dari SGS JAS-ANZ, Selandia Baru bagi Asuransi Takaful Umum, serta Asuransi Takaful Keluarga memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2000 dari dari Det Norske Veritas (DNV), Belanda pada April 2004. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Asuransi Takaful Keluarga meraih MUI Award 2004 sebagai Asuransi Syariah Terbaik di Indonesia, dan Asuransi Takaful Umum memperoleh penghargaan sebagai asuransi dengan predikat Sangat Bagus dari Majalah InfoBank secara berturut-turut pada tahun 2004 dan 2005.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Aman sesuai syar’i&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Akad – akad di takaful tidak mengandung unsur Al-Riba (bunga uang), Al-Maisir (Judi), dan Al Gharar (untung-untungan) yang dilarang dalam akad-akad keuangan Islami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Premi terjangkau untuk semua kalangan min. Rp. 50.000 / tahun ( Takaful Ukhuwah )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Waktu pembayaran yang flexible&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Hasil Investasinya maksimal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Waktu pencairan yang flexible&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Tempat pembayaran yang luas, bisa di seluruh cabang kantor pos di seluruh Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Alasan apalagi yang membuat Anda ragu untuk memilih takaful, Ayo miliki takaful sekarang juga!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8844893187074588160?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8844893187074588160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8844893187074588160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8844893187074588160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8844893187074588160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/10-alasan-harus-memiliki-asuransi.html' title='10 Alasan Harus Memiliki Asuransi Takaful'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7mkQ9DKicI/AAAAAAAAAT0/J94nwcIenb0/s72-c/logo_takaful.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3627896645076743083</id><published>2008-02-16T00:58:00.000-08:00</published><updated>2008-02-16T01:05:56.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Marketing Politik</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;PILKADA Jawa Barat 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh NH.Abdul Jabbar &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7anSNDKibI/AAAAAAAAATs/ZQweZC_m-_w/s1600-h/politik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167501553636641202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7anSNDKibI/AAAAAAAAATs/ZQweZC_m-_w/s400/politik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika kita membicarakan marketing biasanya selalu identik dengan penjualan ataupun dunia bisnis, namun ternyata tidak selalu demikian. Ilmu marketingpun nyatanya bisa diadopsi pada berbagai macam bidang termasuk politik. Bahkan jawara ilmu marketing dunia Philip Kotler mengatakan marketing tidak hanya terbatas pada institusi bisnis semata (Kotler &amp;amp; Levy,1969).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai marketing dalam dunia politik sepertinya hal tersebut hanya baru dirasakan menjelang pemilu ataupun pilkada di daerah-daerah. Berbagai macam cara dan strategi dilakukan oleh para si empunya kepentingan demi meraih tujuannya. Hal ini terbukti dengan maraknya iklan-iklan yang menampilkan wajah-wajah si calon di berbagai media baik cetak maupun elektronik, mulai dari stiker yang kecil hingga spanduk-spanduk besar. Tentunya hal ini tidak dipungkiri bisa menambah pemasukan bagi media.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4P Dalam Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam dunia bisnis, dunia politikpun membutuhkan 4p dalam strategi marketingnya atau biasa dikenal dengan marketing mix (bauran pemasaran), yaitu :&lt;br /&gt;1. Product (personal karakter, platform partai, janji-janji kampanye)&lt;br /&gt;2. Price (biaya kampanye, lobi-lobi politik)&lt;br /&gt;3. Place (basis masa, tim sukses)&lt;br /&gt;4. Promotion (advertising, publicity,kampanye)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitupun dalam pilkada jawa barat yang akan digelar 13 April 2008 mendatang, bisa kita lihat sekarang ini ketiga calon kandidat yaitu Danny Setiawan – Iwan Ridwan Sulanjana (Dai), Agum Gumelar - Nu’man Abdul Hakim serta pasangan Ahmad Heryawan - Yusuf Macan Effendi (Hade) sudah mulai menjalankan strategi marketing politiknya, baik secara “terselubung” maupun terang-terangan. Salah satu contoh yang terlihat adalah poster-poster yang bisa kita temui dijalan-jalan protokol kota Bandung. Ini menandakan Marketing Politik sedang dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Analisis SWOT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari analisis swot ketiga pasangan itu, pasangan Agum – Nu’man memperoleh 42% dari hasil perhitungan syarat dukungan perolehan suara parpol karena di dukung oleh 6 partai besar, yaitu PDIP, PPP, PBB, PKPB, PKB dan PDS, pasangan Danny – Iwan yang di dukung partai Golkar dan Demokrat 37% dan Ahmad – Dede yang di usung PKS dan PAN 21 %..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah Agum – Nu’man akan menang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawabannya bisa ya dan bisa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekilas bila dilihat dari perolehan jumlah parpol yang mendukung, pasangan Agum- Nu’man adalah yang terbanyak, namun hal ini tentunya bukan menjadikan parameter kemenangan bagi pasangan Agum – Nu’man, karena besarnya jumlah parpol yang mendukung tidak menjadikan jaminan para pemilih di tingkat grass roat akan memilih Agum – Nu’man dan keputusan kolektif parpol bukan cerminan dari keputusan masyarakat umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bercermin Pada Iklan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Iklan yang bagus itu seperti apa?. Apakah iklan yang mampu memenangkan perhargaan, yang tertancap dibenak konsumen (positioning) atau yang mampu mendongkrak penjualan?. Menurut Sergio Zyman mantan Chief Eksekutif Marketing Officer The Coca Cola Company dalam bukunya The End of Marketing, iklan yang bagus adalah iklan yang mampu mendongkrak penjualan terlepas apakah iklan tersebut “jelek” ataupun bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari sana bisa kita lihat, apakah nantinya promotion yang dilakukan oleh ketiga pasangan tersebut mampu mendongkrak jumlah pemilih atau tidak. Jika ya tentunya strategi marketing yang dijalankan sudah berhasil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga Pilkada jawa barat ini berjalan dengan lancar.Amien&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3627896645076743083?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3627896645076743083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3627896645076743083' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3627896645076743083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3627896645076743083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/marketing-politik.html' title='Marketing Politik'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7anSNDKibI/AAAAAAAAATs/ZQweZC_m-_w/s72-c/politik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3473186334151592434</id><published>2008-02-15T03:18:00.001-08:00</published><updated>2008-02-16T01:12:02.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Spiritual Marketing*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7V2LdDKiaI/AAAAAAAAATk/8yzWsjc6EeM/s1600-h/islam.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167166086626052514" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7V2LdDKiaI/AAAAAAAAATk/8yzWsjc6EeM/s400/islam.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ekspektasi marketing tidak hanya menjual produk saja, namun caranyapun harus benar dan tidak merugikan kedua belah pihak (&lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt;). Jika ekspektasi marketing hanya menjual saja tanpa memperhatikan caranya, maka bukan &lt;i&gt;heart customer&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;long relationship &lt;/i&gt;yang diperoleh, malahan sebaliknya citra buruklah yang akan diperoleh.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Bila &lt;i&gt;Shakespeare&lt;/i&gt; pernah berkata “apalah arti sebuah nama” maka dalam dunia marketing nama adalah identitas, sebuah integritas yang harus dijaga dan dipertahankan. Namalah yang bisa membuat sebuah &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt; atau merek naik dan karena nama pula sebuah perusahaan bisa hancur tak berbekas.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Seperti yang saya pernah lakoni selama ini dalam praktik-praktik pemasaran konvensional banyak sekali hal-hal yang sebenarnya masuk kedalam perbuatan tercela alias tidak terpuji dengan menghalalkan cara-cara yang tidak diperbolehkan oleh agama, semisal sogok menyogok dengan harapan tawarannya bisa &lt;i&gt;deal&lt;/i&gt;, ataupun &lt;i&gt;mark up&lt;/i&gt; harga untuk memperoleh keuntungan yang bukan haknya. Secara kaidah agama cara-cara tersebut tidak diperbolehkan, akan tetapi dalam kenyataannya praktik-praktik tersebut tumbuh subur bak jamur dimusim hujan dan patut disayangkan ternyata banyak juga marketer-marketer yang beragama islam melakukan hal tersebut demi mencapai tujuannya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;Gimmick Marketing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Banyak perbedaan pendapat mengenai &lt;i&gt;Gimmick Marketing&lt;/i&gt; dalam mengkomunikasikan sebuah produk. Apakah &lt;i&gt;gimmick marketing &lt;/i&gt;termasuk kedalam sebuah kebohongan atau sebuah trik yang dibenarkan dalam dunia pemasaran. Bagi anda yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia pemasaran tentunya sudah mengetahui apa itu &lt;i&gt;gimmick marketing&lt;/i&gt; namun bila ada yang belum tahu akan saja jelaskan sedikit apa itu &lt;i&gt;gimmick marketing.&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Yang saya tahu dan saya pelajari dari dunia pemasaran, &lt;i&gt;gimmick marketing &lt;/i&gt;adalah melebih-lebihkan citra sebuah produk. Semisal iklan salah satu sepeda motor di TV, disana terlihat ketika sepeda motor tersebut melewati jembatan kemudian jembatan tersebut rubuh seolah-olah kecepatan motor tersebut sanggup merobohkan sebuah jembatan. Apakah kenyataannya demikian?. Itulah yang disebut dengan &lt;i&gt;gimmick marketing.&lt;/i&gt; Sayapun tidak mengetahui persis apakah itu sebuah kebohongan publik ataukah trik marketing, biarlah publik yang menilai etis tidaknya hal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Menurut The Guru&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Hermawan Kertajaya dalam bukunya Spiritual Marketing (Mizan Bandung, Oktober 2005) Kegiatan marketing atau pemasaran seharusnya dikembalikan pada karakteristik yang sebenarnya, yakni religius, beretika, realistis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Inilah yang dinamakan marketing syariah, dan inilah konsep terbaik marketing untuk hari ini dan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;4 Sifat Rasul “The Great Marketer”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Selain seorang nabi Rasullullah SAW adalah seorang pedagang dan beliau adalah &lt;i&gt;The Great Marketer&lt;/i&gt; sehingga beliau mendapat julukan &lt;i&gt;Al- amien&lt;/i&gt; (orang yang jujur).Bila melihat sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasul kita Muhammad SAW, setidaknya ada 4 sifat penting yang wajib dimiliki oleh para marketer :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-WEIGHT: bold; MARGIN-LEFT: 36pt; TEXT-INDENT: -36pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;1.  Siddiq ( Benar )&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Setiap marketer haruslah benar dalam menjalankan praktik-praktik pemasaran. Tujuan akhirnya tentulah penjualan, namun untuk mencapai hasil akhir yaitu penjualan tidaklah harus dengan cara-cara yang tidak etis, curang dan tidak profesional.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-WEIGHT: bold; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;2. Amanah ( Dapat di percaya )&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam misinya seorang marketer tidak hanya membawa misi perusahaan akan tetapi membawa juga misi agama, yaitu beribadah. Karena bekerja adalah mencari nafkah dan mencari nafkah itu termasuk ibadah maka dari itu amanah adalah sifat yang harus dijaga. Jangan berkata bohong dan berikanlah informasi tentang produk yang anda jual seperti kenyataannya, &lt;i&gt;insya Allah&lt;/i&gt; ini akan menjadi berkah.Amien&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-WEIGHT: bold; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;3. Fathonah ( Cerdas )&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dunia pemasaran adalah dunia yang penuh dengan dinamika persaingan yang sangat-sangat ketat sekali. Maka dari itu sebagai seorang marketer haruslah pandai membaca situasi pasar. Seperti halnya yang pernah dikatakan Sun Tzu (silahkan lihat di artikel tulisan saya yang berjudul The Art of War Marketing) “&lt;i&gt;Puk Che Chi Pu Che Bie Pai Chan Pik Pai”&lt;/i&gt; Artinya, tidak mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Tidak mengenal kekuatan dan kelemahan musuh. &lt;span lang="IT"&gt;Maka, 100 kali bertempur 100 kali akan kalah!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="FONT-WEIGHT: bold; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;4. Tabligh ( Menyampaikan )&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Ketika mengkomunikasikan produk kepada konsumen hendaknya para marketer harus pandai menyampaikan keunggulan produk yang dimilikinya tanpa harus melebih-lebihkan &lt;i&gt;(gimmick marketing)&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Seorang pakar ekonomi Islam Dr Jafril Khalil mengatakan perpektif pemasaran dalam Islam yakni ekonomi Rabbani (divinity), realistis, humanis dan keseimbangan. "Inilah yang membedakan sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi konvensional. Marketing menurut Islam memiliki nilai dan karakteristik yang menarik" ungkapnya. Ia menambahkan, marketing syariah meyakini bahwa perbuatan yang dilakukan seseorang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak, selain itu marketing syariah mengutamakan nilai-nilai akhlak dan etika moral didalam pelaksanaannya". "Karena itu, marketing syariah menjadi penting bagi para tenaga pemasaran untuk melakukan penetrasi pasar," tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dalam bukunya Syariah Marketing (Mizan, 2006) Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula mengatakan bahwa Syariah marketing strategy dirancang untuk memenangkan mind-share, syariah marketing tactic didesain untuk memenangkan market-share, dan syariah marketing value direkayasa untuk memenangkan heart-share.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Semoga dengan memakai strategi syariah marketing para marketer bisa memenangkan persaingan pasar di &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan cara-cara yang adil dan bijaksana.Amien.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Maju terus M@rketer Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3473186334151592434?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3473186334151592434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3473186334151592434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3473186334151592434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3473186334151592434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/spiritual-marketing_15.html' title='Spiritual Marketing*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7V2LdDKiaI/AAAAAAAAATk/8yzWsjc6EeM/s72-c/islam.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2445288697724738501</id><published>2008-02-15T02:38:00.001-08:00</published><updated>2008-04-28T06:03:24.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar  Syariah'/><title type='text'>Riba : Halal vs Haram*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Oleh : NH .Abdul Jabbar&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vr3tDKiZI/AAAAAAAAATc/Z3tuabxKGIs/s1600-h/SampulBukuGozali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167154752207358354" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vr3tDKiZI/AAAAAAAAATc/Z3tuabxKGIs/s400/SampulBukuGozali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Times;"&gt;“…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-family:Times;"&gt;(QS. Al Baqarah: 275)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR"  style="font-family:Times;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Dalam islam praktik jual beli &lt;i&gt;(tadabuli)&lt;/i&gt; memang di halalkan namun demikian tidak sama halnya dengan riba. Riba &lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;yang secara bahasa &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;berarti bertambah, berkembang atau tumbuh. Sedangkan dalam makna syar’i, riba maknanya adalah tambahan atau “premi” yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman di luar pengembalian pokok, sebagai syarat pinjaman atau perpanjangan batas jatuh tempo (Chapra 2000; Sabiq, 1993).&lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kalau kita menunjuk kembali pada QS&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Al-Baqarah : 275 disana sudah sangat jelas sekali disebutkan bahwasanya riba itu haram. Lantas sebagai muslim kenapa kita masih memilih yang haram padahal sudah banyak alternatif lainnya yang secara syar’i dihalalalkan. Tanya kenapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika dahulu produk-produk&lt;i&gt; ribawi&lt;/i&gt; tumbuh subur sehingga menyulitkan kita sebagai muslim sulit untuk menemukan produk-produk ataupun jasa yang halal sesuai syariah, lain halnya dengan kini. Bank-bank syariah sudah bertebaran dimana-mana, demikian pula dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya semisal koperasi syariah ataupun lembaga pembiayaan syariah. Jadi sekarang sudah tidak ada alasan lain bagi seorang muslim untuk memilih produk-produk syariah agar terhindar dari hal-hal yang sifatnya riba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jual Beli Tidak Sama Dengan Riba &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Dalam pandangan Islam praktik jual beli tidak sama dengan riba sedangkan dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;teori ekonomi konvensional, kenyataannya memang tidak pernah dibedakan antara laba yang diambil dari penjualan barang dan bunga dari “penjualan” uang. Hal ini berbeda dengan pandangan al-Qur’an yang membedakan antara &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;penjualan barang dengan “penjualan” uang. Al Qur’an menghalalkan keuntungan (laba) yang didapatkan dari transaksi terhadap barang dan mengharamkan keuntungan (bunga) yang didapatkan dari transaksi terhadap uang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jika si pelaku riba telah mengetahui bahwasanya riba itu haram dan terus mengulang-ulangnya maka Allah SWT mengancam akan memasukannya dalam neraka, hal ini sesuai dengan firman Allah QS. Al-baqarah : 275&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;“…Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Al Baqarah: 275).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt; &lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jenis- Jenis Riba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dari jenisnya riba bisa dibedakan menjadi 2, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. Riba Nasi’ah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Istilah nasi’ah berasal dari kata nasa’a yang bermakna menunda, menangguhkan atau menunggu. Dengan demikian makna riba nasi’ah secara istilah adalah tambahan atau “premi” yang harus diberikan penghutang karena telah diberi masa untuk membayar hutangnya (Chapra 2000; Sabiq, 1993). Riba nasi’ah inilah yang saat ini banyak diambil dalam praktik di perbankan konvensional, yang dikenal dengan istilah bunga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. Riba Fadhl&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Riba fadhl adalah tambahan atau keuntungan yang diperoleh dari transaksi tukar-menukar atau jual-beli barang-barang tertentu. Ada 6 jenis barang yang dapat memunculkan riba apabila barang-barang tersebut ditransaksikan, yaitu: emas, perak, gandum, jelai, kurma dan garam (Chapra 2000; Sabiq, 1993). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma dan garam dengan garam serupa dengan serupa, dari tangan ke tangan. Barangsiapa yang membayar lebih atau mengambil lebih, ia telah melakukan riba. Pengambil dan pembayar sama-sama berdosa”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(HR. Muslim; HR. Ahmad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Emas dan perak yang dimaksudkan dalam Hadits di atas tidak lain adalah mata uang (An Nabhani, 1994).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Riba fadhl saat ini banyak diambil dalam praktik jual beli mata uang pada bursa valuta asing (foreign exchange). &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Praktik di bursa valas dapat dianggap banyak menimbulkan riba fadhl karena fakta jual beli mata uang yang ada di bursa tersebut tidak ada yang dilakukan secara kontan dan serah terimanya juga tidak berada di tempat (Triono, 2003).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Sabda Rasulullah SAW &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;“Menjual emas dengan perak akan mengandung riba kecuali bila kontan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(Bukhari: 2174; Muslim: 1586; Tirmizi: 1243; Abu Daud: 3348).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:times new roman;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Syariah adalah Solusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Secara teori sistem syariah ini begitu ideal, namun apa yang menyebabkan sistem ini tidak dianut secara total lagi bahkan oleh negara yang berpenduduk mayoritas Islam sekalipun&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;" &gt;?. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hal ini terjadi karena Masyarakat saat ini telah terhegomoni oleh sekularisme, paham yang berusaha memisahkan agama dari aspek-aspek kehidupan. Padahal seperti kita ketahui islam adalah &lt;i&gt;rahmatan lil alamin, &lt;/i&gt;rahmat bagi semesta alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hal ini disebabkan masih kurangnya pemahaman dari masyarakat terhadap produk-produk syariah, semisal asuransi syariah. Bagi masyarakat awam mengganggap tidak ada perbedaan antara asuransi syariah dengan konvensional, padahal keduanya sangat bebeda sekali, bahkan dari namanyapun sangat-sangat berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Perbedaan Asuransi Syariah VS Konvensional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoTableGrid" style="BORDER-RIGHT: medium none; BORDER-TOP: medium none; MARGIN-LEFT: 5.4pt; BORDER-LEFT: medium none; BORDER-BOTTOM: medium none; BORDER-COLLAPSE: collapse" cellspacing="0" cellpadding="0" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: aqua 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: windowtext 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-size:16;" &gt;Asuransi Syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: windowtext 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: windowtext 1pt solid; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: aqua 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: windowtext 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-size:16;" &gt;Asuransi Konvensional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Adanya dewan pengawas syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Tidak ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;Prinsip akadnya jual beli antara nasabah dengan perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;mudharobah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga. ( praktik riba )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Untuk kepentingan pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong bila ada peserta yang terkena musibah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak memperoleh apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: 1pt solid; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Bebas Riba dan aman sesuai Syar’i&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="BORDER-RIGHT: 1pt solid; PADDING-RIGHT: 5.4pt; BORDER-TOP: medium none; PADDING-LEFT: 5.4pt; BACKGROUND: rgb(204,255,255) 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0cm; BORDER-LEFT: medium none; WIDTH: 215.05pt; PADDING-TOP: 0cm; BORDER-BOTTOM: 1pt solid; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial" valign="top" width="287"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="LINE-HEIGHT: 150%;font-size:10;color:black;"  &gt;Penuh dengan unsur-unsur ribawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;Manakah yang lebih untung?. Ya jelas syariah, karena perjanjian kedua belah pihak disini mengandung prinsip &lt;i&gt;win-win solution&lt;/i&gt; sehingga kekuatan keduanya sama-sama besar dan sama-sama di untungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Times;"&gt;“&lt;i&gt;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:Times;"&gt;QS. Al Baqarah: 275&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(204,255,204);font-family:Times;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;Intinya, Syariah hanyalah sebuah sistem bernama syariah dan sistem syariah tidak akan bisa berkembang jika tidak didukung oleh peran serta masyarakat. Jika bukan kita sebagai muslim yang melaksanakan sistem syariah, siapa lagi?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59);font-family:Times;" &gt;Ayo dukung produk-produk syariah sekarang juga, karena syariah adalah solusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="SV" style="COLOR: rgb(41,48,59)"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;* Dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2445288697724738501?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2445288697724738501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2445288697724738501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2445288697724738501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2445288697724738501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/riba-halal-vs-haram.html' title='Riba : Halal vs Haram*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vr3tDKiZI/AAAAAAAAATc/Z3tuabxKGIs/s72-c/SampulBukuGozali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8642954947132864748</id><published>2008-02-15T02:18:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:27:21.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Rahasia Orang Kaya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/p&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VoYdDKiWI/AAAAAAAAATE/RPAYlSHTBkI/s1600-h/bill-gates-impersonator.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VoYdDKiWI/AAAAAAAAATE/RPAYlSHTBkI/s400/bill-gates-impersonator.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167150916801562978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pernahkah anda melihat orang yang secara penghasilan cukup besar akan tetapi mempunyai hutang yang banyak. Alih-alih untuk menikmati gaji hasil kerja, setiap awal bulan selalu saja direpotkan dengan berbagai macam jumlah tagihan yang merepotkan. Karena mau tak mau tagihan tersebut harus segera di lunasi. Boro-boro untuk menabung, gajipun tak bersisa. Tentunya anda tak ingin hidup seperti itu bukan?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Besarnya Penghasilan Bukan Jaminan Anda Bisa Kaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Anda tahu Mike Tyson ataupun Michael Jackson?. Apakah kesamaan mereka dalam hal uang. Dua-duanya adalah &lt;i style=""&gt;superstar&lt;/i&gt;, Tyson adalah mantan juara dunia tinju kelas berat WBA dan jacko (sapaan akrab Michael Jakcson) adalah &lt;i style=""&gt;superstar&lt;/i&gt; dalam industri musik. Keduanya memang tajir, tapi tunggu dulu tahukah anda bahwasanya keduanya memiliki hutang yang sangat besar?. Jika tidak percaya silahkan &lt;i style=""&gt;search&lt;/i&gt; di google di atas blog ini, anda akan tahu hasilnya sebesar besar hutang kedua &lt;i style=""&gt;superstar &lt;/i&gt;tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apakah anda pernah melihat seseorang yang kurang lebih penghasilannya sama dengan anda, namun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; hidupnya serba berkecukupan?. Lho ko bisa?. Mempunyai rumah sama seperti anda, mempunyai mobil biarpun kredit seperti anda, perbedaan yang terlihat adalah mereka seperti tidak pernah kekurangan uang setiap tengah bulan. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Padahal anda tahu bahwa gaji mereka &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak jauh berbeda dengan anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Jika begitu apa rahasia keuangan mereka sehingga terlihat berkecukupan. Ikut kuis? kapan dapetnya, atau ikut pesugihan?. Hari gini masih percaya begituan?. Silahkan terus baca sampai tuntas, selamat menikmati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Rahasia Orang Kaya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ketika saya membaca buku-buku tentang kebiasaan orang-orang kaya hampir semua mengatakan, jangan bekerja untuk uang, namun jadikan uang bekerja untuk anda. Mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya, bagaimana bisa uang bekerja untuk saya, saya bukan pengusaha, saya hanyalah karyawan dengan gaji 2 juta yang setiap bulannya harus membayar keperluan hidup bulanan. Eit..tunggu dulu, apakah orang-orang kaya tidak membayar keperluan bulanan, apakah orang kaya tidak tidur sehingga bekerja terus seperti robot untuk mendapatkan kekayaannya ataukah orang kaya tidak mempunyai hutang seperti anda?. Siapa bilang seperti itu, orang-orang kayapun sama seperti anda, dikasih waktu oleh Allah 24 jam sehari, membayar biaya kebutuhan bulanan bahkan banyak juga loh yang berhutang seperti anda dan saya ini, hehe..hehe..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Lantas dimanakah kalau begitu perbedaannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Atur Pengeluaran Bulanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sebagai seorang karyawan tentunya anda mempunyai penghasilan tetap setiap bulannya, entah itu 1 juta, 1,5 juta, 2 juta, 5 juta, atau ada diantara anda yang mempunyai penghasilan diatas 10 juta setiap bulannya?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kalau saya melihat setiap awal bulan bisa dipastikan mall mall, supermarket supermarket pasti akan disesaki oleh orang yang belanja. Ya tentu saja dipenuhi orang &lt;i style=""&gt;wong&lt;/i&gt; namanya tempat belanja, kalau ingin yang sepi ya dikuburan dong, ha..ha..Cuma becanda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Apa yang salah dengan tempat belanja, sama sekali tidak ada yang salah. Yang harus diperhatikan adalah ketika anda belanja apakah sesuai dengan kebutuhan anda atau hanya ingin melampiaskan hawa nafsu?. Disini kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Yang namanya kebutuhan adalah prioritas yang harus segera di dahulukan, semisal bayar anak sekolah, listrik, telepon, cicilan kendaraan, premi asuransi pendidikan, kesehatan. Intinya kebutuhan adalah segala sesuatu yang tidak bisa ditunda artinya mau tidak mau harus kita lakukan. Ini yang disebut dengan kebutuhan. Sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang kita inginkan, sifatnya bisa ditunda dan biasanya tidak terbatas. Misalnya siapa sih yang tidak ingin mempunyai mobil BMW Z5 seperti yang ada di film James Bond atau siapa yang tidak ingin memiliki rumah yang besar dengan kolam renang plus mobil-mobil mewah di tempat parkirnya. Sayapun tentu ingin memilikinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pertanyaannya sederhana, apakah kita butuh itu semua?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Belum tentu, karena itu semua hanyalah keinginan. Seperti saya katakan diatas tadi bahwa keinginan itu tidak sama dengan kebutuhan. Ataukah ada dari anda yang dengan penghasilan pas-pasan ingin memaksakan memiliki rumah yang lux disertai mobil super mewah?. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Apa kata dunia jadinya bila ini terjadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Yang ada uang anda akan tekor, hidup anda tidak tenang karena selalu dikejar-kejar &lt;i style=""&gt;debt collector&lt;/i&gt; dan anda hanya tinggal menunggu waktu untuk bangkrut karena sebentar lagi harta anda akan disita karena anda tidak sanggup membayar cicilan.Itu yang akan terjadi bila anda hanya menuruti keinginan yang tidak ada batasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Inilah yang membedakan antara perilaku orang kaya dengan orang tidak kaya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Orang kaya bisa mengontrol keinginannya. Artinya keinginannya ditunda untuk sementara waktu atau bahasa &lt;i style=""&gt;jadulnya&lt;/i&gt; bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang kemudian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Jadi intinya pelajaran pertama ini adalah bagaimana mengatur pengeluaran bulanan anda, perhatikan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Saving, Saving dan Saving&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pelajaran kedua adalah menabung. Orang kaya adalah orang yang banyak uangnya. Bukankah demikian?. Ya memang betul, tentu saja orang kaya mempunyai banyak uang. Kalau &lt;i style=""&gt;bokek&lt;/i&gt; mana bisa disebut orang kaya dan biasanya orang kaya mempunyai tabungan atau dana lebih entah itu dalam bentuk deposito, reksadana ataupun unik link dalam asuransi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebagai orang yang tidak kaya kalau begitu saya tidak bisa kaya dong?. Siapa bilang begitu?. Anda semua dan kitapun bisa kaya, karena kekayaan adalah hak kita semua hak saya juga hak anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Langkah pertama untuk menjadi orang kaya adalah kita harus pandai-pandai menyisihkan penghasilan kita untuk ditabung. Besarnya tergantung dari kemampuan anda, namun kalau bisa jangan sampai kurang dari 10% dari penghasilan anda sampai 30%. Artinya jika sekarang ini gaji anda 2 juta sebulan maka diusahakan tabungan anda harus 200 ribu sampai 600 ribu perbulan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Loh ko besar juga yah?. Namanya juga perjuangan untuk menjadi kaya, maka anda harus bersakit-sakit dahulu baru nanti bersenang-senang kemudian. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Toh tidak ada yang terjadi secara &lt;i style=""&gt;instant&lt;/i&gt; di dunia ini. Borobudurpun tidak dibangun dalam waktu satu malam. Anda bisa sekolah hingga bangku kuliah tentunya tidak dalam waktu 1 tahun bukan?. Semua membutuhkan proses, bahkan &lt;i style=""&gt;mie instant&lt;/i&gt;pun yang katanya &lt;i style=""&gt;instant&lt;/i&gt; tidak terjadi secepat anda mengedipkan mata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Sekarang pertanyaannya, Pak Jabbar apakah hanya sekedar menabung?. Oh tentu tidak. Saya akan beri anda cerita lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bayu seorang mahasiswa sekaligus karyawan. Setiap hari setelah bekerja Bayu melanjutkan kuliah pada sore harinya. Gaji Bayu saat ini 1,5 juta setiap bulannya, cukup tidak cukup dan mau tidak mau karena Bayu kuliah di jurusan manajemen keuangan dan mengerti pentingnya arti sebuah tabungan maka setiap bulannya Bayu menyisihkan uang 300 ribu untuk ditabung. Karena memang Bayu masih tinggal bersama orangtuanya jadi tidak perlu membayar kos. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Dari uang yang ditabung itu 150 ribu di bank dan 150 ribunya lagi di unit link asuransi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Kenapa satu di tabung di bank dan satunya lagi di asuransi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tujuan Bayu menabung di bank adalah agar ketika Bayu membutuhkan &lt;i style=""&gt;fresh money&lt;/i&gt; Bayu bisa mencairkannya kapan saja dan dimana saja, apalagi kini setiap bank dilengkapi kartu atm yang bisa diambil setiap saat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang kedua dengan menabung di unit link asuransi uang Bayu akan berkembang seiring dengan waktu dan hasil investasi. Karena sifat dari unit link ini adalah jangka panjang. Jadi uang Bayu akan dinikmati dimasa yang akan datang dan selain menabung tentunya Bayupun terproteksi oleh asuransi untuk mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan.Lha orang namanya juga sedang berjuang untuk kaya, ya harus bersakit-sakit dahulu, setuju?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lain halnya jika Bayu hanya mengandalkan tabungan di bank. Jika nantinya suatu saat terjadi hal-hal yang buruk terhadap diri Bayu, dari manakah Bayu akan mengambil dana?. Sudah barang tentu dari tabungannya di Bank dan jika terus diambil, kapan bisa kayanya?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Jadikan Uang Bekerja Untuk Anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Anda tentunya sudah mempunyai tabungan di Bank bukan?. Nah, sekarang setelah dana anda terkumpul jangan diamkan uang anda di bank. Karena seperti yang di contohkan oleh R.T Kiyosaki dalam bukunya &lt;i style=""&gt;Rich Dad Poor Dad&lt;/i&gt; menabung adalah contoh yang buruk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Anda ini gimana sih ko tidak konsisten, tadi anda menyuruh saya untuk menabung, kini anda mengatakan menabung adalah contoh yang buruk.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Jangan marah dulu, saya belum selesai berbicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Menabung memang penting, namun kenapa anda harus terus menerus mengisi jumlah tabungan anda di bank bila uang anda akan lebih cepat berkembang dengan diputar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hayo..sudah mengerti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; kini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan saya punya kabar buruk buat anda yang suka menabung terus di bank.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ternyata uang kita yang dijamin bank maksimal hanya      100 juta loh!. Buat anda yang jumlah tabungannya belum sebanyak itu bisa      bersyukur &lt;i style=""&gt;“ Untung uang saya belum      nyampe 100 juta “.&lt;/i&gt; Namun saya punya kabar buruk lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tanpa kita sadari ternyata bank memutar lagi uang      kita untuk di pinjamkan pada orang lain dengan balas jasa melebihi yang      bank berikan pada kita.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bunga bank itu kecil loh!. Silahkan anda cek      sendiri jika ada bank yang memberikan bunga 10% per tahun. Saya rasa tidak      ada.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi ketika uang anda sudah terkumpul, ayo kita buka usaha dan jadikan uang bekerja untuk kita. &lt;i style=""&gt;“Tapi saya kan karyawan, mana bisa buka usaha, belum pengalaman, butuh modal besar dan yang terakhir gengsi man!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Saya kan sarjana, gengsi dong kalau saya harus membuka usaha bakso, laundry atau kios usaha pulsa. Nggak nyambung dong dengan titel saya&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aduh, ko di ajak kaya sih susah banget!. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kalau anda seperti itu terus, darimana anda bisa mendapat tambahan penghasilan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ingat istri anda, dapur harus selalu ngebul dan nggak ada yang gratisan di bumi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Untuk menjalankan usaha tidak harus anda sendiri yang menjalankannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bila istri anda ada dirumah bisa istri anda, bisa adik anda atau bisa juga anak anda setelah pulang sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Kan modalnya besar?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tidak juga!. Untuk usaha pulsa anda bisa menyiapkan modal 500 ribu saja untuk deposit. Anda sudah bisa menjual pulsa semua operator. Yang perlu disediakan hanya meja kecil dan umbul-umbul yang biasanya bisa anda minta di kantor operator selular.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Kalau hanya bisnis pulsa kapan kayanya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Perlu dicatat, anda ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; baru saja berusaha memulai jadi pengusaha jadi mulailah dari hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang juga!. Itu yang biasa Aa Gym katakan ketika saya mengikuti pengajian beliau di DT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hal-hal besar terjadi karena rangkaian dari hal-hal kecil, percayakah anda dengan ini. Seorang AA Gym tidak mungkin menjadi pengusaha seperti sekarang ini jika dahulu Aa tidak memulai berjualan buku di &lt;i style=""&gt;emperan&lt;/i&gt; masjis al-furqon UPI. Bukankah 1000 langkah itu dimulai dari langkah pertama?.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kenapa saya memberi contoh bisnis pulsa, karena untuk saat ini bisnis pulsa adalah bisnis yang pasti selalu saja ada pembelinya. Bahkan untuk keuntungannyapun dari 1 kali transaksi minimal 500 – 2000 rupiah. Jadi bisa dipastikan jika dalam satu hari ada minimal 10 kali transaksi di kali 30 hari, maka penghasilan anda 5000 – 20000 perhari = 150.000 – 600.000 perbulan!. Dan ini tentunya lebih besar di banding anda menyimpan di bank.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi usaha apapun yang akan anda lakoni, pastikan uangnya berputar dengan cepat dan jangan dulu membuat usaha dengan skala besar karena uang anda masih terbatas Inilah yang saya maksud jadikan uang bekerja untuk anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Jangan Lupa Miliki Asuransi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sekarang tentunya anda sudah pandai dong mengatur pengeluaran bulanan dan sudah bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan. Kalau sudah tentunya anda sudah punya tabungan juga, biarpun nggak seberapa tapi yang penting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; punya, untuk keperluan yang &lt;i style=""&gt;urgent&lt;/i&gt;. Daripada punya penghasilan besar tapi utangnya banyak. Dan dari dana tersebut anda tentunya sudah punya usaha dong, ya..biarpun skalanya masih kecil yang penting &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; anda punya usaha daripada uangnya ditabung terus di bank. Dengan usaha uang anda akan lebih cepat untuk berkembang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Namun satu hal terakhir yang saya lupa dan sepertinya ini pernah saya ceritakan diatas cerita Bayu. Nah, masih ingat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;?. Ya…miliki asuransi sekarang juga!.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;“Kenapa sih anda daritadi selalu bilang asuransi itu penting?. Jangan-jangan anda adalah agen asuransi yang ingin asuransinya laku keras”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;“Haha…bisa saja anda ini. Memang betul saya adalah agen asuransi, memang pekerjaan saya menjual asuransi, tidak salah dong saya berpromosi dan lagi saya ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai betapa pentingnya memiliki sebuah proteksi.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; Silahkan baca tulisan saya juga di artikel yang berjudul Manfaat Proteksi Dalam Asuransi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bagi anda yang masih mengganggap asuransi tidak penting, ya tidak apa-apa toh saya tidak memaksa anda untuk membeli asuransi. Disini saya hanya sekedar memberikan pemahaman saja mengenai pentingnya sebuah proteksi. Bila diikuti silahkan semoga bermanfaat tidak diikuti ya tidak apa-apa. Orang namanya juga berbagi ilmu, jadi &lt;i style=""&gt;nothing to lose.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya tidak akan pernah bosan untuk mengatakan asuransi itu penting, penting dan penting!. Kenapa saya selalu ngotot bahwa asuransi itu penting?. Karena ketika anda memiliki asuransi itu ibarat anda menyediakan sebuah payung sebelum hujan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Anda tidak akan pernah tahu kapan yang namanya bencana dan keadaan buruk akan menimpa diri Anda. Semua boleh saja berharap baik-baik, syukur-syukur tidak terjadi apa-apa, namun siapkah anda bila hal itu terjadi?. Seberapa besar kesiapan anda untuk mengantisipasinya?. Dan disinilah gunanya asuransi!.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi saya katakan sekali lagi diakhir tulisan ini, bahwa miliki asuransi sekarang juga, karena asuransi itu &lt;b style=""&gt;PENTING, PENTING&lt;/b&gt; dan &lt;b style=""&gt;PENTING!&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;SUKSES selalu untuk anda dan semoga bermanfaat,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8642954947132864748?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8642954947132864748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8642954947132864748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8642954947132864748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8642954947132864748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/rahasia-orang-kaya.html' title='Rahasia Orang Kaya'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VoYdDKiWI/AAAAAAAAATE/RPAYlSHTBkI/s72-c/bill-gates-impersonator.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-1912713728474704602</id><published>2008-02-15T02:13:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:16:40.759-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VmQNDKiVI/AAAAAAAAAS8/TFYk87NUKys/s1600-h/sadir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VmQNDKiVI/AAAAAAAAAS8/TFYk87NUKys/s400/sadir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167148576044386642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Banyak orang yang menganggap untuk menjadi orang kaya anda harus menjadi pengusaha. Namun kenyataannya tidak, disini Safir melihat fenomena yang lain daripada kebanyakan orang pada umumnya. Ternyata banyak juga pengusaha yang tidak kaya, lho kok bisa?.Bisa saja, dan kabar baiknya ternyata untuk menjadi orang kaya anda tidak harus menjadi pengusaha, jadi karyawan seperti andapun bisa kaya, asalkan anda tahu caranya.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam buku ini Safir Senduk berusaha mengajak anda untuk mengubah pola pikir atau kebiasaan anda sehari-hari sebagai karyawan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; beberapa tips sederhana yang Safir Senduk berikan pada anda yang ingin menjadi kaya tanpa harus meninggalkan pekerjaan anda sekarang ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Buku yang dikemas dengan &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt; bahasa sederhana dan mudah dimengerti ini terdiri dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; bab, yang mengulas rahasia-rahasia orang kaya dalam mengatur pos-pos keuangannya. Jadi intinya berapapun penghasilan anda saat ini anda tetap bisa kaya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selamat menjadi Kaya !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-1912713728474704602?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/1912713728474704602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=1912713728474704602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1912713728474704602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1912713728474704602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/siapa-bilang-jadi-karyawan-nggak-bisa.html' title='Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7VmQNDKiVI/AAAAAAAAAS8/TFYk87NUKys/s72-c/sadir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5153623072179591290</id><published>2008-02-15T01:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-15T02:07:26.576-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Manfaat Proteksi Dalam Asuransi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vi6tDKiTI/AAAAAAAAASs/s5cSwxq2Zss/s1600-h/payunng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vi6tDKiTI/AAAAAAAAASs/s5cSwxq2Zss/s400/payunng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167144908142315826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Berbicara mengenai proteksi tentunya kita akan ingat asuransi. Yah memang betul proteksi selalu diidentikan dengan yang namanya asuransi. Baru-baru ini saya yang kebetulan berprofesi sebagai agen asuransi mencoba menawarkan beberapa produk asuransi kepada salah seorang calon nasabah, kenapa saya katakan calon nasabah karena dia belum membeli asuransi yang saya tawarkan, kalau sudah membeli lain cerita tentunya. Singkat kata ketika saya menawarkan asuransi jiwa beliau berkata &lt;i style=""&gt;“ untuk apa saya membeli asuransi jiwa, hidup dan mati &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; milik Allah “&lt;/i&gt; atau “ &lt;i style=""&gt;loe ngedoain gue cepet mati!”&lt;/i&gt;. Bagi anda yang kebetulan berprofesi sama dengan saya tentunya kata – kata penolakan tersebut sudah menjadi “makanan” sehari-hari, namun jangan berkecil hati, itulah tugas kita sebagai seorang pemasar asuransi agar membuat masyarakat sadar betapa pentingnya memiliki proteksi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kembali pada cerita diatas banyak sekali orang salah persepsi dalam memandang asuransi khususnya asuransi jiwa. Masih banyak yang beranggapan ketika dia mengikuti program asuransi jiwa, nyawanyalah yang di asuransikan. Padahal sesungguhnya tidak!. Yang namanya nyawa tentunya tak terhingga nilainya. Sekali lagi saya katakan bukan nyawa yang diasuransikan akan tetapi dampak &lt;i style=""&gt;financial &lt;/i&gt;terhadap hilangnya nyawa seseorang. Saya akan ambil contoh sebagai berikut :.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Anda adalah seorang karyawan berumur 35 tahun, bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan gaji 5 juta sebulan. Mempunyai seorang istri dengan 2 orang anak yang pertama masih dikelas 1 SD dan yang kedua akan menginjak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bangku TK. Mempunyai tabungan yang cukup kurang lebih 10 juta di bank Hidup anda cukup dengan gaji seperti itu. Namun, apakah anda siap jika kemungkinan terburuk menimpa terhadap diri anda sehingga menyebabkan anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak bisa bekerja lagi. Ketika anda tidak bisa bekerja lagi, siapa yang akan membiayai pendidikan anak anda?. Apakah istri anda?. Syukur-syukur kalau istri anda bekerja, jika tidak?. Atau mungkin anda beranggapan saya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; masih punya simpanan tabungan. Oke, pertanyaannya cukupkah tabungan tersebut untuk membiayai pendidikan anak-anak anda hingga perguruan tinggi?. Silahkan jawab sendiri. Perlu diingat bahwasanya ketika anda tidak bekerja, maka secara otomastis pemasukan keuangan andapun untuk keluarga akan terhenti.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lain cerita jika anda sebelumnya mempunyai asuransi, baik itu asuransi jiwa, pendidikan dan kesehatan. Tentunya masalah &lt;i style=""&gt;financial &lt;/i&gt;tidak lagi menjadi masalah ketika anda dihadapkan pada suatu keadaan terburuk yang membuat anda tidak bisa bekerja lagi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Nah, disinilah pentingnya sebuah nilai proteksi!. Jadi sebenarnya bukan nyawa anda yang di “gadaikan” kepada perusahaan asuransi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Justru manfaat asuransi akan memberikan anda perlindungan dari hal-hal yang tidak anda duga-duga.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sampai disini apakah anda masih berpikiran bahwa asuransi itu tidak penting?. Saya akan berikan kembali sebuah pernyataan orang kebanyakan dan bisa jadi andapun mungkin mempunyai persepsi yang sama. Suatu hari saya kembali menawarkan asuransi kepada seseorang, katakanlah si X. Kira-kira apa yang dikatakan si X ketika saya mempresentasikan produk asuransi tersebut?. &lt;st1:place st="on"&gt;Yap&lt;/st1:place&gt;, si X menolak dengan alasan bahwa biarkanlah hidup ini mengalir seperti air, karena saya yakin rizki itu sudah ada yang mengatur. Apakah ada yang salah sampai disini?. Tidak, memang benar rizki itu sudah ada yang mengatur, sayapun percaya demikian, karena jika si X menolak untuk membeli asuransi saya, saya yakin masih banyak orang yang akan membeli diluar sana dan itu merupakan hal yang lumrah. Ketika saya menjual tentunya saya harus siap untuk ditolak, dan ketika saya ditolak, sepetinya tidak mungkin semua orang yang saya tawari akan menolak, bukankah begitu?.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Yang saya tidak setuju adalah jawaban si X tentang “&lt;i style=""&gt;biarkanlah hidup ini mengalir seperti air”. &lt;/i&gt;Pertanyaannya apakah anda air?. Tentunya anda bukan air, air tidak butuh makan, tidak butuh pendidikan, tidak harus bekerja, membayar cicilan kendaraan, rumah, hutang. Anda adalah manusia yang harus merencanakan dan mempersiapkan hari esok agar lebih baik dari hari ini, bukankah begitu?.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ketika ada orang yang berkata demikian saya jadi ingat pada salah satu bukunya Safir Senduk yang berjudul Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya. Disitu diceritakan ketika Safir Senduk sedang membawakan sebuah seminar di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ada seorang peserta wanita yang maju ke depan. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sambil memegang mik, dengan antusias ia mulai bercerita …. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Pak Safir, saya pengusaha dengan dua anak. Beberapa tahun lalu, saya sempat meremehkan arti sebuah persiapan. Waktu anak pertama saya masuk SD, saya bisa membayar biaya pendidikannya dari dana yang saya miliki. Maklumlah, Pak, bisnis saya waktu itu lagi bagus-bagusnya ….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ia melanjutkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Lantas, ada teman yang menawari saya untuk mengambil asuransi pendidikan untuk anak kedua saya. &lt;/span&gt;Saya pikir, aah … buat apa sih ambil asuransi. Toh dana saya untuk membayar sekolah anak kedua pasti cukup nanti. Apalagi saya pengusaha. Nggak mungkin nggak cukup. Tapi, karena kasihan pada teman saya yang bolak-balik terus menawari saya, saya akhirnya mengambil asuransi pendidikan itu.”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Peserta seminar kelihatan mulai tertarik dengan ceritanya. Mereka menunggu klimaks apa yang akan ia berikan pada akhir cerita.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“Tapi Pak Safir, tahu nggak, ketika anak saya yang kedua akan masuk SD, bisnis saya mengalami krisis. Toko yang saya buka sejak lama dan sangat laris dengan sangat terpaksa saya tutup karena digusur oleh pemilik gedung. Walaupun saya punya pemasukan dari bisnis saya yang lain, tapi toko itulah yang memberikan pemasukan terbesar buat saya. Akhirnya, asuransi pendidikan yang saya ambil itulah yang justru menyelamatkan sekolah anak saya. Padahal asuransi pendidikan itu saya ambil hanya karena kasihan … eh, ketika toko saya ditutup, malah saya yang harus dikasihani. Untung ada asuransi pendidikan itu.”&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hikmah dari cerita diatas adalah jangan lalai dan terkesima dengan harta atau apapun yang anda miliki sekarang ini. Anda kaya hari ini bukan jaminan anda tidak membutuhkan yang namanya proteksi. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok, apakah kita masih tetap masih akan kaya raya seperti sekarang ini atau tidak, jadi jangan pernah berpikiran asuransi itu tidak penting. Asuransi itu penting dan banyak sekali manfaatnya. Asuransi tidak mahal seperti yang anda bayangkan, asuransi itu murah!. Silahkan baca tulisan saya di artikel yang berjudul Murahnya Berasuransi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ayo berasuransi sekarang juga dan rencanakan masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;SUKSES selalu! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5153623072179591290?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5153623072179591290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5153623072179591290' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5153623072179591290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5153623072179591290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/manfaat-proteksi-dalam-asuransi.html' title='Manfaat Proteksi Dalam Asuransi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R7Vi6tDKiTI/AAAAAAAAASs/s5cSwxq2Zss/s72-c/payunng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8366543349787789168</id><published>2008-02-09T17:13:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T17:18:13.452-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R65Qi9DKiRI/AAAAAAAAASc/w8B5XcNy7d8/s1600-h/dompet-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165154384074148114" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R65Qi9DKiRI/AAAAAAAAASc/w8B5XcNy7d8/s400/dompet-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;PG-1 adalah dompet internet pribadi yang akan memudahkan Anda belanja secara online di internet.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dompet internet secara fungsional adalah persis sama seperti dompet konvensional yang kita kenal, yang kita bawa kemana-mana setiap keluar dari rumah, berangkat kerja, pergi belanja, pergi berlibur dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dompet internet, sama seperti dompet konvensional adalah terpisah dari rekening tabungan kita yang utama di bank, terpisah dari fasilitas kartu kredit. Agar bisa dipakai, kita perlu mengisi dompet kita seperlunya dengan menarik uang dari ATM terlebih dahulu. Demikian juga dompet internet PG-1.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dompet internet PG-1 bisa diisi menggunakan ATM, internet banking, atau mobile banking dari Bank BCA dan Bank Mandiri, dan akan bertambah lagi dari jaringan bank lain pada waktu yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fitur keamanan yang menyertai dompet internet PG-1 antara lain:&lt;br /&gt;Anda bisa membatasi sendiri limit transaksi sesuai dengan keyakinan dan kenyamanan Anda.&lt;br /&gt;PG-1 akan mengirimkan email konfirmasi untuk nilai belanja Anda diatas 1 juta rupiah dan menunggu balasan konfirmasi Anda untuk memastikan Anda menyadari adanya transaksi tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PG-1 dilengkapi dengan V-PIN untuk memastikan keamanan belanja Anda.&lt;br /&gt;Penyetoran dana dan permintaan penarikan dana hanya bisa ditujukan ke rekening bank yang Anda daftarkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diamankan dengan menggunakan enkripsi SSL 128 bit dari penyedia CA (Ceritified Authority) yang terdaftar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pelajari dengan baik-baik cara penggunaan dompet internet PG-1 agar Anda bisa belanja dengan tenang, aman, dan nyaman. Jika Anda tidak sabar ingin membuat sendiri dompet internet Anda, silakan kunjungi &lt;a href="https://secure.payglobalone.com/pages/login.action"&gt;www.payglobalone.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pay Global One&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8366543349787789168?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8366543349787789168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8366543349787789168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8366543349787789168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8366543349787789168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/pg-1-dompet-internet-paspor-anda-menuju.html' title='PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R65Qi9DKiRI/AAAAAAAAASc/w8B5XcNy7d8/s72-c/dompet-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-8858894601918080113</id><published>2008-02-09T03:19:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:28:28.189-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Asuransi, Why Not?*</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164939017234057474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 329px; CURSOR: hand; HEIGHT: 216px; TEXT-ALIGN: center" height="116" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62Mq9DKiQI/AAAAAAAAASU/d4wS9nJEx3k/s400/asuransi.jpg" width="139" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dewasa ini kebanyakan orang masih mengganggap asuransi sebagai prioritas yang kesekian dari berbagai kebutuhan primer lainnya. Bahkan ada orang yang mengganggap bahwa asuransi itu tidak perlu, karena hanya menghambur-hamburkan uang yang sebetulnya tidak perlu dikeluarkan. Namun benarkah asuransi itu tidak perlu?.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkaca Dari Aceh, Yogya, dan Pangandaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Peristiwa gempa bumi dan tsunami di Aceh, Nias, Yogya dan Pangandaran, telah berlalu. Namun, peristiwa itu masih membekas di benak masyarakat Indonesia, khususnya para korban selamat dari bencana itu. Sebab, keempat peristiwa itu telah menewaskan ratusan ribu jiwa, ratusan ribu lainnya hilang, ratusan tempat tinggal dan harta benda porak poranda, ribuan sekolah dan fasilitas umum rusak parah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang menduga, apalagi mengharapkan bencana itu terjadi. Namun, beberapa peristiwa tersebut mestinya memberi pelajaran berharga bagi masyarakat. Beruntung bagi mereka yang memiliki polis asuransi jiwa maupun harta benda, karena mendapatkan ganti rugi. Walaupun, hanya penggantian berupa materi, sedangkan nyawa (jiwa) merupakan hak prerogatif Allah Yang Maha Kuasa. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pentingnya Asuransi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dampak kerugian akibat bencana tersebut tentunya dapat diantisipasi jika saja masyarakat tersebut open minded terhadap pentingnya asuransi. Memang diakui oleh penulis bahwasanya masih banyak sekarang ini yang menganggap bahwa semisal asuransi jiwa itu sama dengan menggadaikan nyawa. Padahal sebenarnya yang digadaikan itu bukan nyawanya, melainkan dampak kerugian materi akibat hilangnya nyawa seseorang dan ini kebanyakan yang tidak banyak orang pahami, karena pada hakikatnya jodoh, rezeki dan maut itu ada ditangan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk proteksi asuransi juga bisa untuk sarana investasi, jadi selain memperoleh proteksi terhadap kesehatan dan kecelakaan andapun bisa berinvestasi hanya dengan satu tabungan yang mencakup investasi dan ini yang biasa disebut dengan unit link dengan sistem pembagian hasil yang maksimal dan insya Allah biasanya lebih besar daripada tabungan di bank.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andapun bisa merencanakan masa depan anak anda dengan asuransi pendidikan, kemudian bila anda mendambakan masa pensiun yang nyaman andapun bisa merencanakannya dengan asuransi. Bila dahulu orang mengganggap asuransi itu hanya sebatas bila si pemegang polis meninggal kemudian orang yang ditinggalkan mendapat uang, kini asuransi menjadi banyak manfaat dan ragamnya. Asuransi ibarat sebagai perencana keuangan kita.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Minimnya Kesadaran Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dari data yang berhasil dihimpun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan hanya sekitar 2% dari total populasi Indonesia sebesar 220 juta jiwa yang ikut program asuransi dan total dana kelolaan seluruh anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Seluruh Indonesia (AAJSI) hanya Rp 150 triliun. Bandingkan dengan negara tetangga semisal Malaysia yang berhasil meraup Rp 800 triliun dengan jumlah total populasi hanya 24 juta jiwa. Singapura bahkan lebih dahsyat lagi. Mereka dapat menghimpun dana dari masyarakat sebesar Rp 500 triliun, padahal jumlah total populasinya hanya 4 juta jiwa. Jepangpun setali tiga uang dengan Singapur, di negeri matahari terbit ini, jumlah pemegang polis mencapai 300-400 persen. Artinya, satu orang bisa memegang tiga sampai empat polis asuransi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat penulis yang didapat dari lapangan ada beberapa kendala yang menyebabkan minimnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi :&lt;br /&gt;1. Rendahnya daya beli masyarakat&lt;br /&gt;2. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya asuransi&lt;br /&gt;3. Kurang optimalnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan oleh industri asuransi kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Asuransi, Why Not?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini asuransi bukanlah barang mewah lagi melainkan sudah menjadi kebutuhan setiap orang karena kini asuransi sudah bisa didapatkan dengan mudah dan harga yang murah. Bila anda tidak percaya cobalah lihat takafulink alia, salah satu produk asuransi takaful. Disini selain berasuransi yang meliputi kecelakaan dan kesehatan andapun bisa berinvestasi untuk meraih tujuan yang ingin anda raih dimasa depan, semisal untuk naik haji, meneruskan pendidikan, menikah, jalan-jalan keluar negeri dan sebagainya. Semua ini bisa anda dapatkan hanya dengan menabung Rp. 9.000 per hari!.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari paparan diatas tentunya kita semua akan setuju bila asuransi itu penting, jadi kini tidak ada alasan lagi bagi anda untuk tidak memiliki asuransi. Asuransi, why not?.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-8858894601918080113?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/8858894601918080113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=8858894601918080113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8858894601918080113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/8858894601918080113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/asuransi-why-not.html' title='Asuransi, Why Not?*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62Mq9DKiQI/AAAAAAAAASU/d4wS9nJEx3k/s72-c/asuransi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2260199783942401440</id><published>2008-02-09T03:04:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T03:33:43.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Unit Link Dalam Asuransi*</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62LO9DKiPI/AAAAAAAAASM/S9II-Vqbp0E/s1600-h/dollar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164937436686092530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 354px; CURSOR: hand; HEIGHT: 347px; TEXT-ALIGN: center" height="309" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62LO9DKiPI/AAAAAAAAASM/S9II-Vqbp0E/s400/dollar.jpg" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun belakangan ini bermunculan produk asuransi jiwa yang menawarkan plus investasi atau yang biasa dikenal dengan istilah unit link. Bila ada dari anda yang belum mengerti apa itu unit link dalam asuransi jiwa, akan saya terangkan apa itu unit link.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit link dalam asuransi jiwa adalah merupakan salah satu produk asuransi plus investasi, artinya selain anda memperoleh manfaat asuransi andapun bisa berinvestasi dan dana yang terkumpul dari pembelian unit link ini selanjutnya diserahkan kepada manajer investasi untuk dikelola dalam berbagai instrumen investasi, diantaranya saham, obligasi, depositi bank, reksadana, suku bunga bank indonesia (SBI) dan saham.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jenis-jenis Unit Link&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya produk-produk asuransi yang ragamnya bermacam-macam, unit linkpun terdiri dari berbagai macam jenis :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Cash Fund Unit Link (Unit Link Dana Kas atau Pasar Uang)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenis unit link ini merupakan pilihan instrumen investasi yang paling aman dimana portofolio investasi akan ditempatkan 100% pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, sertifikat BI, dan surat hutang jangka pendek. Rentang waktu investasinya jangka pendek dengan tingkat risiko paling rendah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Fixed Income Unit Link (Unit Link Pendapatan Tetap)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jenis unit link ini cocok diambil oleh nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten. Komposisi dana investasi akan difokuskan pada instrumen obligasi (sekurang-kurangnya 80%).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Managed Unit Link (Unit Link Pendapatan Campuran)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenis unit link ini sesuai untuk para nasabah yang ingin memperoleh investasi yang memberikan pendapatan memadai sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengelolaan dana investasi akan difokuskan pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu sehingga dapat diperoleh tingkat return yang optimal. Tingkat pengembalian dapat berfluktuasi dari tahun ke tahun namun relatif lebih stabil dibandingkan unit link dana saham.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Equity Unit Link (Unit Link Dana Saham)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jenis unit link ini paling sesuai untuk nasabah yang ingin mendapatkan pertumbuhan hasil investasi secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, dana investasi akan dikembangkan pada instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan paling besar yaitu saham (sekurang-kurangnya 80%). Tingkat return atau pengembalian hasil investasi akan berubah dari tahun ke tahun dan berfluktuasi seiring dengan kondisi pasar saham.&lt;br /&gt;Jadi dalam unit link asuransi, premi atau dana yang terkumpul itu kemudian akan dibelikan ke dalam unit link, artinya semakin banyak premi yang di bayarkan akan semakin banyak juga unit link yang diperoleh. Jangan lupa pula perhatikan unit link seperti apa yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, apakah sesuai kebutuhan atau tidak karena masing-masing unit link mempunyai tingkat resiko investasi yang beragam. Karena unit link termasuk dalam investasi dan dalam investasi berlaku hukum high risk high gain, no pain no gain, maka resikonya harus kita perhatikan pula.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Unit Link Takafulink&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya asuransi lainnya tak ketinggalan asuransi syariah takaful pun memiliki unit link yang dinamakan dengan takafulink, yaitu sarana berinvestasi sekaligus berasuransi sesuai Syariah yang disediakan PT Asuransi Takaful Keluarga. Program ini menawarkan hasil investasi yang optimal dengan pilihan sesuai preferensi Anda. Secara jenisnya takafulink terdiri dari 2 macam, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Takafulink&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan minimal Rp.150.000 per bulan anda sudah bisa berinvestasi, yang terdiri dari 2 macam pilihan investasi, yaitu :&lt;br /&gt;A. Takafulink Dana Istiqomah&lt;br /&gt;Takafulink yang menawarkan cara berinvestasi dengan hasil yang stabil dan risiko yang aman dengan instrumen investasi berpendapatan tetap.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Takafulink Dana Mizan&lt;br /&gt;Takafulink yang menawarkan cara berinvestasi dengan hasil yang optimal dan risiko yang moderat dengan instrumen investasi berpendapatan tetap dan sebagian lainnya pada saham.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Takafulink Alia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan Minimal Rp. 200.000 perbulan anda sudah bisa berinvestasi di Takafulink yang menawarkan hasil investasi optimal dengan jenis investasi campuran melalui sistem pengelolaan syariah dengan manfaat tambahan seperti program asuransi kecelakaan diri dan atau asuransi kesehatan.&lt;br /&gt;Jadi yang manakah pilihan unit link anda?. Silahkan pelajari sesuai dengan kebutuhan anda, dan dapakan unit link takaful sekarang juga!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trims, dan semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari berbagai sumber&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2260199783942401440?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2260199783942401440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2260199783942401440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2260199783942401440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2260199783942401440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/unit-link-dalam-asuransi.html' title='Unit Link Dalam Asuransi*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62LO9DKiPI/AAAAAAAAASM/S9II-Vqbp0E/s72-c/dollar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6003975331374843375</id><published>2008-02-09T02:55:00.000-08:00</published><updated>2008-02-09T03:03:06.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Pricing War di Bisnis Telekomunikasi*</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;semarketer@gmail.com&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164933330697357538" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62Hf9DKiOI/AAAAAAAAASE/aLWhBMpo20Q/s400/prajurit.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya CDMA yang menggebrak pasar telekomunikasi Indonesia dengan tarif murahnya, kini operator GSM pun sudah mulai ikut-ikutan latah seolah tak ingin kehilangan momentum untuk meraih pangsa pasar yang lebih besar, sebut saja Telkomsel operator yang sempat mendapat teguran dari KPPU (Komisi Pengawasan Persaingan Usaha) karena kasus kepemilikan silang Temasek di Telkomsel dan Indosat ini kini jor-joran beriklan dengan tarif murahnya 0,5 rupiah pemenit. Xl pun tak ketinggalan balik menyerang dengan tarif yang lebih murah juga seolah menjawab tantangan perang dari telkomsel dengan tarif 0,1 rupiah permenit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak hal ini sekilas nampaknya menguntungkan bagi konsumen, karena konsumen diberi keleluasaan untuk memilih operator yang menguntungkan bagi dirinya, namun bila tidak jeli sesungguhnya iklan-iklan tarif murah yang di kampanyekan operator seluler itu bisa menyesatkan. Hal ini disebabkan karena skema penetapan tarif dari operator tersebut tidak selalu transparan alias ada hal-hal yang sekilas seperti ditutup-tutupi (ada syaratnya) dan hal inilah yang harusnya diperhatikan oleh konsumen agar tidak terjebak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Terjebak Tarif Murah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen secara jelas menyatakan bahwa iklan harus informatif dan memuat seluruh aspek syarat dan ketentuan sehingga tidak malah terkesan menjebak. PT Excelcomindo Pratama Tbk mengawali promosi tarif murah dengan Rp1 per detik hingga menit kedua, kemudian PT Mobile-8 Telecom Tbk dengan Rp38 per menit, PT Telkom Tbk dengan Rp49 per menit, PT Bakrie Telecom dengan Rp50 per menit, serta PT Indosat Tbk dengan Rp50 per 30 detik.Sebagian besar iklan tarif operator tersebut tidak mencantumkan durasi waktu pemberlakuan tarif dan cakupan wilayah yang dimaksud sehingga cenderung tidak transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi Pasar Seluler Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari potensi pasar yang ada untuk Industri telekomunikasi, Indonesia yang dari segi jumlah penduduk menempati urutan no.4 setelah China, India, dan Amerika merupakan pasar yang sangar menggiurkan. Hal ini disebabkan penetrasi pasar seluler di Indonesia baru 27% dari jumlah penduduk Sementara Filipina, yang produk domestik bruto (PDB) maupun jumlah penduduknya lebih rendah daripada Indonesia, penetrasi selulernya sudah mencapai 45%. Jadi potensi industri seluler di negara ini masih sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja. Hingga akhir 2007 lalu, pelanggan seluler di Indonesia diperkirakan telah mencapai sekitar 80 juta pelanggan dari kisaran 240 juta jiwa populasi penduduk. Telkomsel saat ini, kata Kiskenda, telah melayani lebih dari 46 juta pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rajiv Sawhney, Presiden Direktur PT Hutchison CP Telecom Indonesia (HCPT) yang memakai nama 3 (three) sebagai merek dagangnya menuturkan bahwa salah satu kendala utama kurangnya penetrasi telekomunikasi di Indonesia adalah  persoalan tarif. Masih menurutnya bahwa tarif seluler di Indonesia paling mahal jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Diharapkan dengan makin banyaknya kompetitor , maka tarif akan menjadi lebih murah dan jika tarif lebih murah maka diharapkan pasar akan lebih berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Bertelepon Hemat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan yang gencar di berbagai media mengenai tarif murah telepon sebetulnya bisa menguntungkan bagi konsumen, namun bila kita teliti lebih lanjut sebenarnya iklan-iklan tersebut berusaha untuk membujuk konsumen agar menggunakan operatornya. Hal ini bisa membuat konsumen berpikiran untuk memiliki beberapa kartu dari operator yang berbeda dan tentunya ini bisa menguras kantong. Berikut beberapa tips bertelpon hemat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gunakan telp atau hp seperlunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Miliki simcard sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan mudah terbujuk tarif murah, pelajari dahulu ketentuan dan syaratnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gunakan messenger di internet untuk komunikasi dalam waktu yang lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Selalu ikuti tarif promosi pada operator yang kita gunakan&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan memiliki banyak simcard, ingat simcard = cost karena harus di isi atau bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trims, semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6003975331374843375?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6003975331374843375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6003975331374843375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6003975331374843375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6003975331374843375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/pricing-war-di-bisnis-telekomunikasi.html' title='Pricing War di Bisnis Telekomunikasi*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R62Hf9DKiOI/AAAAAAAAASE/aLWhBMpo20Q/s72-c/prajurit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3533476880654255856</id><published>2008-02-07T20:15:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:36:33.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Perkembangan asuransi syariah 2008</title><content type='html'>&lt;p&gt;Perkembangan asuransi syariah ibarat si gadis manis, diburu banyak orang dan menenangkan. Kini, nyaris semua perusahaan asuransi membentuk unit syariah. Bahkan asuransi asing juga ikut membuka unit syariah. Mereka tentu ingin mencicipi kue syariah di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ketuan Umum Asosiasi Syariah Indonesia Muhaimin Iqbal menyatakan hingga Januari 2008, di Indonesia sudah ada 3 perusahaan yang full asuransi syariah, 32 cabang asuransi syariah, dan 3 cabang reasuransi syariah. “Ini pertumbuhan premi industri bisa menembus Rp 1 trilun tahun ini. Rencana masuknya asuransi raksasa di pasar asuransi syariah diharapkan mendukung pencapaian target itu. Ia mengatakan perolehan premi industri asuransi syariah tanah air diperkirakan kembali mengulang prestasi tahun lalu dengan tumbuh sebesar 60%-70%. pada 2006, industri asuransi syariah membukukan pertumbuhan premi sebesar 73% dengan nilai total Rp 475 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga akhir 2007, saya raka kami bisa mencapai Rp 700 miliar. Kalau tahun depan tumbuh 50% saja, sampai melebihi Rp 1 triliun, ucap Muhaimin.Kendati asuransi syariah mengalami pertumbuhan yang pesat, jelas Muhaimin, kontribusi terhadap total industri baru mencapai 1,11% per 2006 dan diperkirakan meningkat ke posisi 1.33% tahun ini. Hal itu tidak terlepas dari jumlah pelaku industri asuransi syariah yang masih terbatas dan baru menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir.Ia menuturkan, pada 2003, hanya ada 11 pemain dalam industri syariah. Jumlah itu meningkat menjadi 30 pemain pada 2006. Per juli 2007, terdapat 38 pemain asuransi syariah dengan rincian 2 perusahaan asuransi syariah, 1 asuransi umum, 12 asuransi jiwa syariah, 20 asuransi umum syariah, dan 3 asuransi syariah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sistem Transparan.&lt;br /&gt;Sementara itu, Direktur Utama Insight Invesment Management ggi H Achsien menyatakan perkembangan pesat asuransi asuransi syariah di Indonesia memang masuk akal.” Disamping pangsa pasar yang besar, sistemnya juga transparandan membuat nyaman pemegang polis” jelas Iggi.Menurutnya sistem asuransi syariah menjanjikan sistem yang lebih adir, transparan dan terhindar dari unsur perjudian.” Oleh karena itu orang merasa lebih aman dengan asuransi syariah,” cetusnya. Calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari salah satu perusahaan asurasi syariah itu meminta para pelaku asurasi syariah agar terus meningkatkan profesionalisme dalam mengembangkan pasar. “ Ini penting agar ada pergesran orientasi parsar dari pasar emosional menuju pasar rasionla.,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan asuransi syariah juga mencengangkan. PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) misalnya. Disamping terus melakukan berbabagai inovasi produk, perusahaan asuransi syariah terbesar di Indonesia itu terus menggalang aliansi strategis dengan perusahaan sejenis. ATK juga telah meluncurkan produk unit link Takafulink Alia yang merupakan produk proteksi dan investasi berbasi saham. ATK menargerkan pendapatan Rp 20 miliar – Rp 30 miliar di akhir 2007.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Walaupun baru berjalan sebeulan, pendaptan Takafulink Alia telah mencapai Rp 5 miliar. Oleh karena itu, targer diatas dapat tercapai,” ungkap Presiden direktur PT Asuransi Takaful Keluarga disela-sela grand launching Produk Takafulink Alia di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;Karena investasi Alia beurpa saham. Agus menilai produk tersebut potensial bagi meresa yang agresif dalam berinvestasi.. Divis Syariah Asuransi Allianz Liafe Indenesia (AALI) juga tidak ketinggalan . Allianz Syariah Life membukukan gross written premium (GWP) sebesar Rp 31 miliar dan mjumlah polis sebanyak 3.702. unit hingga Agustus 2007. Direktur Syarila AALI Kiswati Soerkoyo mengatakanper Agustus 2007, GWP telah mencapai Rp 31,012 miliar dan jumlah polis meningkat menjadi 3.702 unit. Hasil yang hampir sama juga dibukukan Divisi Syariah PT Auransi Jiwa (AJ) Central Asia Raya (CAR) yang mulai dibentuk Mei 2007. Di Tahum pertama operasionalnya (2007) mereka berhasil melai premi sebesar Rr20 miliar. Tahun ini, menurut Direktur pemasaran PT AJ CAR Hero Samudra, Target perolehan premi naik 150% menjadi Rp50 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Sementara itu, Divisi Syariah AJB Bumi putera menargetkan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 137% menjadi Rp237% miliar pada 2008. Untuk mencapai itu, divisi yang baru berusia tiga tahun itu akan menfokuskan pada ekspansi organik perusahaan.(Media Indonesia, Selasa, 29 Januari 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sumber takaful.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3533476880654255856?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3533476880654255856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3533476880654255856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3533476880654255856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3533476880654255856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/perkembangan-asuransi-syariah-2008.html' title='Perkembangan asuransi syariah 2008'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3380802882368621570</id><published>2008-02-07T19:37:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:41:54.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Murahnya Berasuransi</title><content type='html'>Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6vSuAIqz4I/AAAAAAAAAR8/pAG9QN48O5Y/s1600-h/today.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164453085462581122" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6vSuAIqz4I/AAAAAAAAAR8/pAG9QN48O5Y/s400/today.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;i&gt;… Hanya dengan Rp.9000 per hari anda sudah bisa merencanakan masa depan dan impian Anda…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagian orang menganggap bahwa asuransi itu mahal, dan asuransi itu merugikan. Namun bila kita ketahui lebih dalam lagi ternyata asuransi itu tidak mahal dan malahan menguntungkan. Orang yang menganggap bahwa asuransi itu mahal dan merugikan ternyata hanya mendapat informasi setengah-setengah. Mengapa saya katakan asuransi itu murah?. Oke akan saya jelaskan disini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Menabung memang penting, andapun tentunya setuju hal ini namun kita tidak bisa menjamin diri kita akan terus sehat selamanya walaupun &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt; hidup kita jauh dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup yang tidak sehat. Ketika kita menabung tentunya jumlah tabungan kita hasilnya berbanding lurus dengan seberapa besar kebiasaan kita menabung di tambah sedikit bunga bank. Semisal :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Anto mempunyai kebiasaan menabung Rp.250.000 di bank setiap bulan dengan tujuan untuk berangkat haji bersama kedua orangtuanya beberapa tahun mendatang. Jumlah tabungan Anto setelah 1 tahun Rp.3.000.000. Jumlah tersebut belum ditambah bunga yang kira-kira hanya &lt;b&gt;7% pertahun &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;dikurangi biaya-biaya administrasi&lt;/b&gt; lainnya. Bisa jadi jumlah tabungan Anto setelah 1 tahun kurang dari Rp.3.000.000. dan ternyata di bulan ke 12 (setelah 1 tahun menabung) Anto terkena musibah, sakit yang menyebabkan Anto harus dirawat selama 10 hari dengan biaya perawatan perhari Rp.300.000. Jadi total biaya perawatan Anto Rp.3.000.000. dan Anto harus membayar biaya tersebut dari kas tabungan Anto yang selama 1 tahun ini ia kumpulkan. Alih-alih bukannya untung yang Anto dapatkan.Sudah sakit, habis pula uang tabungannya dan Anto harus memulai kembali menabung dari nol untuk mencapai tujuannya. Sebenarnya hal tersebut tentunya dapat diantisipasi jikalau Anto pintar dalam memilih jenis tabungan sehingga walaupun Anto sakit jumlah tabungannya tidak berkurang.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika Anto memilih cara pintar untuk menabung tentunya dia akan memperhitungkan segala macam resiko yang akan terjadi dengan dirinya. Misalnya sakit. Tentu setiap orang tidak akan sehat selamanya, ada masa-masa dimana seseorang merasakan sakit dan ini diluar kehendak manusia. Sebaik apapun orang menjaga kesehatannya bila Allah SWT berkehendak orang tersebut harus sakit, maka akan sakit. Manusia hanya bisa merencanakan sebaik mungkin namun hasilnya Allah jualah yang menentukan dan ini yang biasa kita sebut dengan takdir. Sebagai seorang muslim tentunya kita harus mengimani rukun iman yang ke 6 ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali ke kasus Anto, karena Anto yakin bahwa antisipasi terhadap musibah yang akan terjadi pada diri kita itu perlu dan tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi pada hari esok, maka Anto memilih cara pintar untuk menabung. Dia sisihkan Rp.250.000 setiap bulannya yang kalo kita bagi selama 30 hari menjadi kurang lebih Rp.9.000 per hari untuk di tabung di Takafulink Alia asuransi dengan hasil investasi optimal dengan jenis investasi campuran melalui sistem pengelolaan syariah dengan manfaat tambahan, program asuransi kecelakaan diri dan asuransi kesehatan. Yang mana selain menabung hasil investasinyapun bisa mencapai 18% pertahun bahkan lebih!. Bandingkan dengan menabung di bank.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi semisal terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada diri Anto, maka jumlah tabungan Anto tidak akan berkurang karena Anto telah menginvestasikan uangnya di Takafulink, sehingga cita-cita Anto untuk naik haji bersama orangtuanya beberapa tahun mendatang insya Allah akan terwujud. Sesuatu keinginan yang mulia bukan?. &lt;b&gt;Hanya dengan Rp.9.000 perhari&lt;/b&gt; Anto bisa mewujudkan keinginan untuk berhaji dengan kedua orang tuanya&lt;i&gt;. Subhanallah!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya tidak mengatakan menabung di bank itu jelek, namun ada baiknya ketika kita akan menabung dalam jangka waktu panjang harus memperhitungkan hal-hal yang mungkin bisa terjadi pada diri kita. Misalnya sakit, kecelakaan dan hal-hal buruk lainnya agar ketika itu terjadi diri kita sudah siap menghadapinya. Saya selalu berharap kita semua diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan umur yang berkah. Amin.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana dengan Anda?. &lt;span lang="PT-BR"&gt;Apakah anda masih belum menabung di takaful?. Bila belum sekaranglah saat yang tepat, karena tidak akan ada saat yang tepat kecuali sekarang juga!. &lt;b&gt;Hanya dengan Rp.9000 per hari anda sudah bisa merencanakan masa depan dan impian Anda. &lt;/b&gt;Sukses selalu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3380802882368621570?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3380802882368621570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3380802882368621570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3380802882368621570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3380802882368621570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/murahnya-berasuransi.html' title='Murahnya Berasuransi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6vSuAIqz4I/AAAAAAAAAR8/pAG9QN48O5Y/s72-c/today.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2690449576923920841</id><published>2008-02-07T02:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-07T20:00:52.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>The Art of War Marketing*</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Oleh : NH.Abdul Jabbar&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6rkPwIqz2I/AAAAAAAAARs/eXNob1hwdME/s1600-h/sun+tzu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6rkPwIqz2I/AAAAAAAAARs/eXNob1hwdME/s400/sun+tzu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164190882004127586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Menaklukan musuh dengan cara berperang itu adalah hal biasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;Menaklukan musuh dengan cara tidak berperang itu luar biasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;-Sun Tzu-&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Perang bukan hanya milik militer, kini dunia pemasaranpun tak ubahnya bak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertempuran. Antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya bersaing untuk memenangkan pertempuran, kini pertempuran itu berada di dunia pemasaran. Sun Tzu seorang ahli perang dari cina menegaskan, perang adalah masalah yang sangat fundamental bagi sebuah negara. Perang itu menyangkut hidup atau matinya rakyat. Perang menunjukkan keperkasaan atau kerapuhan pemimpin negara. Perang juga menentukan kejayaan atau keruntuhan sebuah negara dan perang itu kini sedang terjadi di dunia pemasaran.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebelum masuk di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertempuran ada baiknya kita harus mengenali dahulu kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan mengetahui kekuatan dan kelemahan musuh. Karena jika bertidak gegabah bukannya kemenangan yang kita raih malah sebaliknya. &lt;span style="" lang="IT"&gt;Seperti yang pernah diungkapkan Sun Tzu: &lt;i&gt;Puk Che Chi Pu Che Bie Pai Chan Pik Pai&lt;/i&gt;. Artinya, tidak mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Tidak mengenal kekuatan dan kelemahan musuh. Maka, 100 kali bertempur 100 kali akan kalah!.Sun Tzu mengingatkan, kemenangan bisa direngkuh melalui penyusunan rencana strategi yang matang, karena dunia pemasaran ibarat perang dan perang membutuhkan strategi dan taktik berdasarkan pertimbangan-pertimbangan logika. &lt;/span&gt;Seperti yang dikatakan pepatah cina&lt;span style="line-height: 150%; color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;, &lt;/span&gt;"&lt;i&gt;Shang chang ru zhan chang&lt;/i&gt;": Pasar adalah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertempuran.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Selanjutnya, bagaimanakah cara memenangkan persaingan di dunia pemasaran?. Dari buku &lt;i style=""&gt;The Art of War &lt;/i&gt;nya Sun Tzu yang memuat 13 bab, dari mulai perencanaan hingga intelejen, setidaknya dapat diambil 3 intisari penting :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengenal kekuatan dan kelemahan diri sendiri dengan      baik&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengenal kekuatan dan kelemahan musuh&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Mengenal tempat dimana akan bertarung&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Untuk yang ketiga yaitu mengenal tempat dimana akan bertarung, seorang marketer harus paham betul atmosfer tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lingkungan bertarung karena pemasar yang tidak menguasai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pertempuran, dan gagal mengikuti dinamika kompetisi, biasanya tidak akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan momentum. Sebaliknya, pemasar yang mengontrol dinamika kompetisi akan mampu terus-menerus berinovasi dan menciptakan momentum.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Memang dalam dunia pemasaran tidak ada satupun teori yang menjamin keberhasilan 100%, namun setidaknya teori Sun Tzu ini bisa kita jadikan cerminan dalam menerapkan strategi ataupun dalam pengambilan keputusan sehingga hasilnya bisa 100 kali bertempur 100 kali menang.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Salam DAHSYAT!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;* Dari berbagi sumber&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2690449576923920841?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2690449576923920841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2690449576923920841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2690449576923920841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2690449576923920841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/art-of-war-marketing.html' title='The Art of War Marketing*'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6rkPwIqz2I/AAAAAAAAARs/eXNob1hwdME/s72-c/sun+tzu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6859370531217837799</id><published>2008-02-04T01:50:00.000-08:00</published><updated>2008-03-11T03:37:16.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menabung di Bank atau Asuransi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6by4gIqz1I/AAAAAAAAARk/_YIghQzk_0o/s1600-h/nabung.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163081075339743058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: pointer; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6by4gIqz1I/AAAAAAAAARk/_YIghQzk_0o/s400/nabung.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Oleh&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;NH&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Abdul Jabbar&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Setiap orang tentunya pernah menabung. Seperti yang dahulu saya rasakan di bangku TK setiap hari saya berusaha menyisihkan uang jajan saya Rp.100 untuk di tabung. Jumlah tersebut tentunya kini tidak berarti lagi, karena duludi tahun 1990 jumlah tersebut cukup besar. Tentunya disini kita semua akan sepakat jika menabung itu penting.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Beberapa orang punya tujuan untuk menabung, namun umumnya tujuan orang menabung&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;atau investasi adalah :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;1.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk dana darurat keluarga&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;2.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk dana pendidikan anak-anak&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;3.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk dana pensiun di hari tua / masa depan lebih baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Namun yang menjadi pertanyaan bagi kita semua adalah apakah tabungan kita akan cukup untuk mengatasi masalah – masalah tersebut. Ambilah sebuah contoh kasus :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Si Fulan menabung di sebuang bank X sebesar Rp.2000.000 perbulan dengan tujuan untuk dana darurat keluarga seperti kalau terjadi kecelakaan, sakit dan sebagainya. Namun ternyata di bulan ke enam terjadi sesuatu hal yang menyebabkan si Fulan harus masuk rumah sakit. Cukupkah tabungan si Fulan untuk membiayai perawatannya?. Dari contoh kasus ini kita bisa mengambil 2 jawaban :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;1. Jumlah tabungan si Fulan Rp.2.000.000 x 6 bulan = Rp.12.000.000.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jumlah tersebut cukup jika biaya perawatan si Fulan kurang dari Rp.12.000.000.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 9.35pt; TEXT-INDENT: -9.35pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Lantas bagaimanakah dengan jumlah tabungannya? Tentunya dikurangi biaya perawatan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 9.35pt; TEXT-INDENT: -9.35pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 9.35pt; TEXT-INDENT: -9.35pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 9.35pt; TEXT-INDENT: -9.35pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;2. Teryata biaya perawatan si Fulan lebih dari Rp.12.000.000. Tentunya uang Fulan di bank tidak cukup untuk membiayai perawatan, karena jumlah biaya perawatan lebih besar dari uang si Fulan yang ada di bank. Bagaimana caranya agar biaya perawatan si Fulan bisa tercukupi? Tentunya keluarga si Fulan harus mencari dana tambahan sesuai dengan jumlah biaya perawatan. Lantas bagaimana dengan tabungan si Fulan di bank?. Tentunya anda semua sudah bisa mendapatkan jawabannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Itulah salah satu contoh kasus jika anda menabung di bank. Pertanyaannya adalah apakah ada sebuah tabungan yang bisa memproteksi kita jika kita mendapatkan sebuah musibah tanpa mengurangi jumlah tabungan kita?. Jawabannya tentunya ada. Saya akan berikan satu contoh kasus lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Si Fulan menabung sebesar Rp.2000.000 pertahun dengan tujuan untuk dana pendidikan anak dimasa yang akan datang. Namun teryata Allah berkehendak lain tepat di tahun ke 5 si Fulan di meninggal dunia karena kecelakaan, otomatis kebiasaan baik si Fulan menabung menjadi terhenti dan dana untuk rencana pendidikan anakpun bisa saja terhenti, namun Alhamdulillah ternyata si Fulan mempunyai tabungan pendidikan  program asuransi perorangan yang bermaksud menyediakan dana pendidikan, dalam mata uang Rupiah dan US Dolar untuk putra-putrinya sampai sarjana sehingga biaya pendidikan putra-putrinya menjadi tidak terbengkalai. Perhitungannya kurang lebih sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Jumlah tabungan si Fulan Rp.2.000.000 x 5 tahun = Rp10.000.000 ( belum di kurangi jumlah tabarru dan premi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Karena si Fulan meninggal karena kecelakaan, maka sisa kewajiban menabungnya yang Rp.2.000.000 x 13 tahun&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;= Rp. 26.000.000 di bebaskan dan insya Allah pendidikan anak-anaknya terjamin hingga perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Siapakah yang membayar sisa tabungan si Fulan dan pendidikan anak-anaknya serta dari manakah dananya berasal?. Jawabannya adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Asuransi yang membayar sisa tabungan si Fulan dan pendidikan anak-anaknya hinnga perguruan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Dana yang dibayarkan oleh takaful berasal dari dana asuransi.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 18pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Inilah yang menjadi perbedaan antara menabung di bank dan asuransi. Manakah yang lebih pintar menurut anda?. Tentunya anda semua akan memilih dipilihan kedua yaitu menabung di asuransi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Jika anda ingin berkonsultasi masalah perencanaan keuangan dan asuransi  silahkan hubungi saya NH.Abdul Jabbar di 0817202062 atau bisa berkonsultasi melalui yahoo messenger dengan waktu yang akan kita sepakati bersama. Id yahoo saya bujangbandung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Terima kasih, semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6859370531217837799?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6859370531217837799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6859370531217837799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6859370531217837799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6859370531217837799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/menabung-di-bank-atau-asuransi.html' title='Menabung di Bank atau Asuransi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R6by4gIqz1I/AAAAAAAAARk/_YIghQzk_0o/s72-c/nabung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2293026519109362415</id><published>2008-02-03T03:48:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:14:43.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar  Syariah'/><title type='text'>Kalangan Non-Muslim pun Minati Layanan Syariah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Layanan perbankan syariah ternyata tak hanya diminati oleh kalangan muslim. Kalangan non-muslim pun mulai menggemari layanan perbankan tanpa riba ini. Salah satu buktinya adalah apa yang dialami Bank Syariah Mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bank syariah milik pemerintah itu beberapa waktu lalu membuka kantor cabang Manado. Ini adalah daerah yang mayoritas penduduknya justru non-muslim. Namun, ternyata, "Kantor Cabang Manado mencapai Break Event Point (BEP) lebih cepat dibandingkan kantor cabang lain," kata Direktur Bank Syariah Mandiri Zainal Fanani, Senin lalu, kepada wartawan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ini menunjukkan Bank Syariah Mandiri diterima secara integral," ujarnya.Fenomena tingginya minat kalangan non-muslim terhadap bank syariah juga dialami oleh Bank Danamon Syariah. Bank ini baru-baru ini mengelularkan layanan kartu kredit tanpa bunga, yakni Dirham Card. Ternyata kartu kredit Dirham Card ini juga diminati kalangan non-muslim.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Banyak dari mereka yang mendaftar untuk pemegang kartu kredit ini," kata Rian, salah seorang petugas marketing kartu kredit ini yang ditemui Niriah.com di Mal Ambasador, Jakarta, pekan lalu. Dalam beberapa pameran Dirham Card di beberapa perkantoran fenomena itu, kata Rian, kerap terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kalangan non-muslim meminati layanan non-rente ini? "Mereka itu lebih paham hitung-hitungan bahwa kartu kredit tanpa bunga ini lebih menguntungkan daripada kartu kredit biasa," tambahnya.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan layanan Dirham Card yang tak membebani bunga pada nasabahnya. Bila nasabah itu bulan berikutnya belum membayar dan ia tak menggunakan kartu kreditnya, maka ia hanya membayar pokok pinjamanannya. Tanpa bunga, tanpa denda. Tapi bila kemudian di bulan berikutnya ia membelanjakan kartu kreditnya, barulah ia kena denda."Itu yang membuat mereka suka pada layanan ini," kata Rian lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;sumber : niriah.com&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2293026519109362415?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2293026519109362415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2293026519109362415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2293026519109362415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2293026519109362415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/kalangan-non-muslim-pun-minati-layanan.html' title='Kalangan Non-Muslim pun Minati Layanan Syariah'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-4005275957055657371</id><published>2008-02-03T03:47:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:20:23.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar  Syariah'/><title type='text'>BERASURANSI MELAWAN TAKDIR (?)</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5yyhAIqzgI/AAAAAAAAAN0/kXA9x_IeVgA/s1600-h/sholat.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160195553101532674" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5yyhAIqzgI/AAAAAAAAAN0/kXA9x_IeVgA/s400/sholat.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Written by pojokasuransi.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang muslim wajib mengimani rukun iman yang enam, termasuk beriman kepada takdir (qodho dan qadar Allah SWT) yaitu semua keadaan dan perbuatan manusia di dunia ini pasti diketahui oleh Allah SWT yang telah dituliskan-Nya dalam kitab lauhul mahfudz. Seseorang yang mengingkari takdir berarti imannya telah cacat karena Allah SWT telah menjelaskan masalah ini melalui nash Al-Qur,an maupun Al-Hadits. Dalam QS. Al-Qamar ayat 49, Allah SWT berfirman,Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Imam Asy-Syuyuti ketika menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa Allah SWT telah mengetahui ukuran, kondisi, peraturan, dan waktu, jauh sebelum kejadian itu terjadi. Tidak ada sesuatu sekecil apa pun di langit maupun di bumi ini tanpa adanya ilmu, kekuasaan, dan kehendak Allah SWT. Hadits dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tiap-tiap sesuatu ada takdirnya, sampai-sampai sifat lemah dan sifat cerdas.(HR. Muslim).Dalam perkembangan fiqh Islam kita dapat menjumpai adanya 3 (tiga) golongan (firqah) yang berbeda pendapat dalam memahami masalah takdir ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, golongan qadariyah/mu'tazilah (penolak takdir). Faham ini menyatakan bahwa manusia mempunyai kebebasan untuk melakukan tindakan apapun tanpa terikat dengan kehendak Allah SWT (dengan kata lain mereka tidak mengakui takdir Allah SWT).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, golongan jabariyah/jahmiyah (penolak ikhtiar) yaitu mereka yang berpendapat bahwa segala perbuatan manusia adalah mutlak atas kehendak Allah SWT sehingga manusia tidak memiliki kekuasaan sedikit pun untuk berikhtiar. Golongan ini kemudian dikenal dengan faham predeterminasi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, golongan ahlussunnah wal jamaah yaitu kelompok yang berada di tengah-tengah, yaitu mereka yang menyatakan bahwa manusia diberi kebebasan sampai tingkat atau batasan tertentu, sedangkan selebihnya manusia tidak memiliki kekuatan apapun. Menurut golongan ini, hidup manusia berada pada 2 (dua) wilayah, yaitu : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama,wilayah yang dikuasai manusia dan kedua,wilayah yang menguasai manusia.Pada wilayah pertama, manusia mempunyai kebebasan memilih untuk melakukan suatu aktivitas atau tidak dalam batas kesadaran dan kontrol dirinya. Apakah kita akan bergerak atau diam, makan atau tidak, belajar atau tidak, patuh atau tidak, dan sebagainya, itu semua adalah pilihan-pilihan yang dihadapi manusia. Contoh peristiwa yang dapat diambil dalam kasus ini adalah ketika di negeri Syam terjadi suatu wabah penyakit, Umar bin Khathab yang sudah merencanakan kunjungannya ke wilayah itu kemudian membatalkan rencananya. Seorang dari sahabatnya lalu bertanya, Apakah Anda lari/menghindar dari takdir Tuhan?Umar ra. Menjawab,Saya lari/menghindar dari takdir Tuhan ke takdir-Nya yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pada wilayah kedua, manusia dikuasai oleh kekuatan yang berada diluar dirinya sehingga ia tidak memiliki pilihan lain kecuali tunduk di bawah kekuasaan itu. Perbuatan dan kejadian pada wilayah ini kemudian terbagi lagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kejadian yang ditentukan oleh nidzom wujud atau sunatullah yaitu hukum/peraturan alam. Kedua, kejadian yang tidak ditentukan oleh nidzom wujud namun tetap berada diluar kekuasaan manusia. Pada bagian pertama, manusia harus menerima dan tunduk pada hukum alam, misalnya ia tidak dapat terbang di udara begitu saja, atau kemampuan melihat manusia berbeda dengan kelelawar, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedangkan pada bagian kedua, kejadian dapat berasal dari manusia atau dari luar namun ia tidak dapat menolak akibatnya. Contoh, seorang penembak yang menembak burung namun meleset dan mengenai pohon keras lalu mengenai orang lain. Atau misalnya orang yang bepergian dengan pesawat terbang kemudian terjadi musibah yang menyebabkan kematiannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Berasuransi Melawan Takdir (?)Dalam masyarakat Indonesia yang mayoritas menganut agama Islam ini masih ditemui persepsi atau pandangan yang kurang tepat mengenai asuransi dimana sebagian kaum muslim di negeri ini menyatakan bahwa asuransi adalah alat untuk melawan takdir Allah SWT. Pandangan ini tentu saja perlu diluruskan : bahwa kecelakaan atau kematian seseorang memang merupakan hak prerogatif Allah SWT yang tidak bisa dicegah oleh siapa pun dan kekuatan mana pun (peristiwa ini termasuk kejadian yang tidak ditentukan oleh nidzom wujud namun berada diluar kekuasan manusia). Allah SWT berfirman.Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu) (QS. Al-An'am ayat 2). Di ayat lainnya Allah SWT menyatakan,Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (QS. An-Nisaa ayat 78).Penamaan asuransi jiwa memang sedikit banyak telah membawa persepsi masyarakat yang kurang tepat tentang asuransi, seolah-olah yang diasuransikan adalah jiwa manusia sehingga takdir dapat tertolak atau terhindarkan. Istilah yang dipakai semestinya bukan asuransi jiwa namun asuransi keluarga dimana objek yang diasuransikan bukan nyawa manusia melainkan kerugian atau dampak finansial yang akan diderita oleh keluarga yang ditinggalkan misalnya anak atau istri.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban umat manusia, Allah SWT telah memberi pelajaran berharga kepada kita tentang bagaimana cara memproteksi dampak dari suatu musibah yang akan terjadi. Hal ini dapat kita cermati antara lain dalam Surat Yusuf ayat 43 s.d 49 yang menceritakan tentang pertanyaan raja Mesir kepada Yusuf mengenai mimpi yang dialaminya. Sang raja bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus. Selanjutnya sang raja juga melihat tujuh bulir gandum yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Kabar mimpi aneh ini kemudian sampai kepada Nabi Yusuf dan dia diminta untuk menafsirkan mimpi tersebut. Nabi Yusuf menyampaikan kepada raja agar kerajaan segera menanam gandum sebanyak mungkin karena selama 7 tahun, panen gandum akan sangat bagus di Mesir, setelah itu akan terjadi masa kelaparan selama 7 tahun sehingga menghabiskan apa yang disimpan. Oleh karena itu dengan menanam lebih banyak diharapkan akan ada cadangan yang baik selama masa kelaparan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa manusia diperintahkan untuk melindungi kelangsungan hidupnya di masa depan dengan memproteksi segala kemungkinan buruk yang terjadi. Dan tentu saja, ikhtiar seperti itu tidak berarti melawan takdir Allah SWT. Dan dalam masyarakat modern, usaha itu antara lain ditempuh dengan cara berasuransi. Sedangkan di ayatnya yang lain Allah SWT menyatakan betapa pentingnya seorang muslim memperhatikan masa depannya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al Hasyr ayat 18 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok (masa depan) dan bertaqwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang engkau kerjakan. Ayat ini menerangkan kepada kita untuk membuat perencanaan, termasuk melindungi finansial keluarga demi kehidupannya di masa depan.Dengan demikian, seorang muslim yang mengambil proteksi asuransi pada dasarnya tidak menyalahi takdir Allah SWT, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;apakah keikutsertaan kita dalam berasuransi telah sesuai dengan kaidah atau batasan-batasan syar'i ?. Dalam menjawab pertanyaan ini, DSN (Dewan Syariah Nasional) melalui surat keputusannya No.21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah telah mengeluarkan fatwanya yang dapat dijadikan petunjuk bagi kita semua. Fatwa tersebut menyebutkan bahwa asuransi syariah (ta'min, takaful, tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.Ujung kalimat terakhir di atas yaitu akad yang sesuai syariah kemudian dijabarkan sebagai akad atau perikatan yang tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), maisir (judi), riba (bunga), zulmu (penganiayaan), risywah (suap), barang haram, dan maksiat. Wallahua'lam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka :&lt;br /&gt;1. Al Qur'an dan Terjemah, Departemen Agama RI, 1999&lt;br /&gt;2. Mengenal Konsep Dasar Asuransi Syariah,Rubrik Perencanaan Keuangan, Sinar Harapan, 2003.&lt;br /&gt;3. Antara Taqdir dan Asuransi,M. Syafii Antonio, Rubrik Bicara, Republika.&lt;br /&gt;4. Kelompok Sempalan,Ahmad Faiz Asifuddin, As-Sunnah Edisi 05/III/1419-1998.&lt;br /&gt;5.Sekte-Sekte Islam,Muhammad bin Abdul Karim Syahrastani, Terjemahan, Penerbit Pustaka, Bandung, Cetakan I, 1996.&lt;br /&gt;6. Berdakwah 950 Tahun,S.M. Suhufi, Penerbit Hikmah, Jakarta, Juni 2001.&lt;br /&gt;7. Fatwa-Fatwa M. Quraish Shihab Seputar Wawasan Agama,M. Quraish Shihab, Penerbit Mizan, Bandung, Februari 2001.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-4005275957055657371?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/4005275957055657371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=4005275957055657371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4005275957055657371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/4005275957055657371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/berasuransi-melawan-takdir.html' title='BERASURANSI MELAWAN TAKDIR (?)'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5yyhAIqzgI/AAAAAAAAAN0/kXA9x_IeVgA/s72-c/sholat.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-2124258697044088095</id><published>2008-02-03T03:41:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:43:37.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar  Syariah'/><title type='text'>Asuransi dalam Sudut Pandang Hukum Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Mengingat masalah asuransi ini sudah memasyarakt di &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ini dan di perkirakan ummat Islam banyak terlibat didalamnya, maka perlu juga dilihat dari sudut pandang agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Di kalangan ummat Islam ada anggapan bahwa asuransi itu tidak Islami. Orang yang melakukan asuransi sama halnya dengan orang yang mengingkari rahmat Allah. Allah-lah yang menentukan segala-segalanya dan memberikan rezeki kepada makhluk-Nya, sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi mealinkan Allah-lah yang memberi rezekinya."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Q. S. Hud: 6)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;"……dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)?……" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;(Q. S. An-Naml: 64)&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;"Dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluan-keprluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="FI"&gt;(Q. S. Al-Hijr: 20)&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Dari ketiga ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah sebenarnya telah menyiapkan segala-galanya untuk keperluan semua makhluk-Nya, termasuk manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Allah telah menyiapkan bahan mentah, bukan bahan matang. Manusia masih perlu mengolahnya, mencarinya dan mengikhtiarkannya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Orang yang melibatkan diri kedalam asuransi ini, adalah merupakan salah satu ikhtiar untuk mengahdapi masa depan dan masa tua. Namun karena masalah asuransi ini tidak ada dijelaskan secara tegas dalam nash, maka masalahnya dipandang sebagai masalah &lt;b&gt;ijtihadi&lt;/b&gt;, yaitu masalah perbedaan pendapat dan sukar dihindari dan perbedaan pendapat tersebut, juga mesti dihargai.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Perbedaan pendapat itu terlihat pada uraian berikut:&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Asuransi itu haram dalam segala macam bentuknya, temasuk asuransi jiwa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pendapat ini dikemukakan oleh &lt;b&gt;Sayyid Sabiq&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Abdullah al-Qalqii&lt;/b&gt; (mufti Yordania), &lt;b&gt;Yusuf Qardhawi&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Muhammad Bakhil al-Muth'i&lt;/b&gt; (mufti Mesir").&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Alasan-alasan yang mereka kemukakan ialah:&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Asuransi sama dengan judi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi mengandung ungur-unsur tidak pasti.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Asuransi mengandung unsur riba/renten.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Asurnsi mengandung unsur pemerasan, karena pemegang polis, apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau di kurangi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Premi-premi yang sudah dibayar akan diputar dalam praktek-praktek riba.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis, dan sama halnya dengan mendahului takdir Allah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi di perbolehkan dalam praktek seperti sekarang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Pendapat kedau ini dikemukakan oleh Abd. Wahab Khalaf, Mustafa Akhmad Zarqa (guru besar Hukum Islam pada fakultas Syari'ah Universitas Syria), Muhammad Yusuf Musa (guru besar Hukum Isalm pada Universitas Cairo Mesir), dan Abd. Rakhman Isa (pengarang kitab al-Muamallha al-Haditsah wa Ahkamuha). Mereka beralasan:&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Tidak ada nash (al-Qur'an dan Sunnah) yang melarang asuransi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Ada kesepakatan dan kerelaan kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Saling menguntungkan kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi dapat menanggulangi kepentingan umum, sebab premi-premi yang terkumpul dapat di investasikan untuk proyek-proyek yang produktif dan pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi termasuk akad mudhrabah (bagi hasil)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Asuransi termasuk koperasi (Syirkah Ta'awuniyah).&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi di analogikan (qiyaskan) dengan sistem pensiun seperti taspen.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi yang bersifat sosial di perbolehkan dan yang bersifat komersial diharamkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pendapat ketiga ini dianut antara lain oleh Muhammad Abdu Zahrah (guru besar Hukum Islam pada Universitas Cairo).&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Alasan kelompok ketiga ini sama dengan kelompok pertama dalam asuransi yang bersifat komersial (haram) dan sama pula dengan alasan kelompok kedua, dalam asuransi yang bersifat sosial (boleh).&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Alasan golongan yang mengatakan asuransi &lt;b&gt;syubhat&lt;/b&gt; adalah karena tidak ada dalil yang tegas haram atau tidak haramnya asuransi itu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa masalah asuransi yang berkembang dalam masyarakat pada saat ini, masih ada yang mempertanyakan dan mengundang keragu-raguan, sehingga sukar untuk menentukan, yang mana yang paling dekat kepada ketentuan hukum yang benar.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekiranya ada jalan lain yang dapat ditempuh, tentu jalan itulah yang pantas dilalui. Jalan alternatif baru yang ditawarkan, adalah asuransi menurut ketentuan agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam keadaan begini, sebaiknya berpegang kepada sabda Nabi Muhammad SAW:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Tinggalkan hal-hal yang meragukan kamu (berpeganglah) kepada hal-hal yagn tidak meragukan kamu."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;(HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi menurut ajaran agama Islam yang sudah mulai digalakkan dalam masyarakat kita di Indonesia ini, sama seperti asuransi yang sudah ada selama ini pada PT. Asuransi Bumi Putera, Asuransi Jiwasraya, dan asuransi lainnya. Macamnya sama tetapi sisitem kerjanya berbeda yaitu &lt;u&gt;dengan system mudharabah (bagi hasil)&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kita lihat dalam asuransi Takaful berdasarkan Syariah, ada beberapa macam, diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Takaful Kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi takaful kebakaran memberikan perlindungan tehadap harta benda seperti toko, industri, kantor dan lain-lainnya dari kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran, kejatuhan pesawat terbang, ledakan gas dan sambaran petir.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Takaful pengangkutan barang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi bentuk ini memberikan perlindungan terhadap kerugian atas harta benda yang sedang dalam pengiriman akibat terjadi resiko yang disebabkan alat pengankutannya mengalami musibah atau kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Takaful keluarga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Asuransi takaful kelurga ini tercakup didalamnya, takaful berencana, pembiayaan, berjangka, pendidikan, kesehatan, wisata dan umroh dan takaful perjalanan haji. Dana yang terkumpul dari peserta, diinvestasikan sesuai prinsip syariah. Kemudian hasil yang diperoleh dengan cara mudharabah, dibagi untuk seluruh peserta (pemegang polis) dan untuk perusahaan. Umpamanya 40% untuk peserta dan 60% untuk perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sebagaimana telah disinggung diatas, bahwa macam suransi konvensional sama saja dengan asuransi yang berlandaskan syariah. Namun dalam pelaksanaanya ada &lt;u&gt;perbedaan mendasar yaitu bagi hasil (mudharabah) pada asuransi yang berlandaskan syariah dan tidak demikian pada asuransi konvesional. &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Disamping itu ada alasan lain lagi yang perlu jadi bahan pertimbangan, terutama oleh golongan (ulama) yang menghramkan asuransi konvensional, disebabkan oleh tiga hal yaitu:&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Gharar (ketidakpastian)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam asuransi konvensional ada gharar (ketidak pastian)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span lang="SV"&gt;, karena tidak jelas akad yang melandasinya. Apakah akad Tabaduli (jual beli) atau akad Takafuli (tolong menolong). Umpamanya saja sekiranya terjadi klaim, seperti asuransi yang diambil sepuluh tahun dan pembayaran premi (Rp. 1.500.000,- per tahun. Kemudian pada tahun ke-5 dia meninggal dunia, maka pertanggungan yang diberikan sebesar Rp. 15.000.000.-. Hal ini berarti, bahwa uang yang Rp. 7.500.000,- (pembayaran premi Rp. 7.500.000,-selama lima tahun) itu adalah gharar, dan tidak jelas dari mana asalnya. Berbeda dengan asuransi takaful, bahwa sejak awal polis dibuka, sudah diniatkan 95% premi untuk tabungan dan 5% diniatkan untuk tabarru (derma/sumbangan).&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika terjadi klaim pada tahun kelima, maka dan yang Rp. 7.500.000,- itu tidak gharar, tetapi jelas sumbernya, yaitu dari dana kumpulan terbaru/derma.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maisir (judi atau gambling)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mengenai judi jelas hukumnya, yaitu haram sebagaimana di firmankan Allah dalam surat al-Maidah: 90. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Dalam asuransi konvensional, judi timbul karena dua hal:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sekiranya seseorang memasuki satu premi, ada saja kemungkinan dia berhenti karena alasan tertentu. Apabila berhenti dijalan sebelum mencapai masa refreshing pheriod, dia bisa menerima uangnya kembali (biasanya 2-3 tahun) dan jumlahnya kira-kira 20% dan uang itu akan hangus. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Dalam keadaan seperti inilah ada unsur judinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Sekiranya perhitungan kematian itu tepat, dan menentukan jumlah polis itu juga tepat, maka pearusahaan akan untung. Tetapi jika salah dalam perhitungan, maka perusahaan akan rugi. Jadi jelas disini unsur judi (untung-untungan).&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Dalam asuransi takaful berbeda, karena sipenerima polis sebelum mencapai refreshing period sekalipun, bila dia mengambil dananya (karena seasuatu hal), maka hal itu di bolehkan. Perusahaan asuransi ialah sebagai pemegang amanah. Malahan kalu ada kelebihan/ untung, maka pemegang polispun ada menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Riba (rente)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Dalam asuransi konvensional juga terjadi riba, karena dananya di investasikan (diputar). Sedangakn masalah riba (rente) dipersoalkan oleh para alim ulama. Ada ulama mengharamkannnya, ada yang membolehkannya dan adapula yang mengatakan syubhat. &lt;b&gt;Jalan yang ditempuh oleh asuransi takaful adalah cara mudhrabah (bagi hasil). &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Dengan demikian, tidak ada riba (rente) dalam asurasni takaful.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Agar asuransi takaful yang berlandaskan syariah Islamiah dapat berjalan dan berkembang dalam masyarakat kita di Indonesia ini, maka asuransi takaful itu perlu dimasyarakatakan dan manajemennya hendaknya dilaksankan dengan baik dan rapi, sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Masyarakat sebenarnya ingin bukti nyata mengenai suatu gagasan, ingin mendapat jaminan, ketenangan selama masih hidup dan ingin pula jaminan untuk anak turunan sesudah meninggal dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Apabila asuransi takaful yang berlandaskan syariah Islamiah sudah mewujudkan kehendak anggota masyarakat, maka orang yang senang bergelimang dengan hal-hal yang syubhat dan dihadapkan pada ketentuan hukum yang bertolak belakang, akan berkurang. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sumber: &lt;i&gt;Masail Fiqhiyah; Zakat, Pajak, Asuransi dan Lembaga Keuangan&lt;/i&gt;, M Ali Hasan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-2124258697044088095?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/2124258697044088095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=2124258697044088095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2124258697044088095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/2124258697044088095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/asuransi-dalam-sudut-pandang-hukum.html' title='Asuransi dalam Sudut Pandang Hukum Islam'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3554123955097232333</id><published>2008-02-03T03:40:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:48:27.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Asuransi Takaful'/><title type='text'>Takaful Link Alia</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cYqwIqzUI/AAAAAAAAAL8/fPPmVPbl9Zc/s1600-h/nilaitunai.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158619020931026242" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cYqwIqzUI/AAAAAAAAAL8/fPPmVPbl9Zc/s400/nilaitunai.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PT Asuransi Takaful Keluarga mempersembahkan Takafulink Alia bagi anda yang menginginkan hasil investasi optimal dengan jenis investasi campuran melalui sistem pengelolaan syariah.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Utama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bila perjanjian berakhir atau Peserta mengundurkan diri dalam masa perjanjian maka Peserta akan mendapatkan seluruh Dana Investasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila Peserta meninggal dalam masa perjanjian, maka Ahli Waris akan mendapatkan seluruh Dana Investasi dan Dana Santunan (selama Dana Investasi belum melebihi Manfaat Takaful Awal). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila Peserta meninggal atau Cacat Tetap Total karena kecelakaan pada tahun pertama maka akan mendapat tambahan Santunan sebesar 50 kali Premi Tahunan (maksimal Rp. 1 Milyar). &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takafulink Alia menawarkan manfaat tambahan, seperti program asuransi kecelakaan diri dan atau asuransi kesehatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Premi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi Peserta program Takafulink Anda dapat memilih cara bayar: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Premi Tahunan minimum Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Premi Sekaligus minimum Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fleksibilitas &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Top Up &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Peserta dapat meningkatkan Dana Investasi melalui fasilitas Top Up yang dapat dilakukan kapan saja dengan ketentuan minimum sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penarikan/Penebusan Dana &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Setelah masa kepesertaan 1 tahun, Anda dapat melakukan penarikan dana. Khusus untuk penarikan dana sebagian diberlakukan ketentuan: &lt;/p&gt;&lt;ul type="circle"&gt;&lt;li&gt;Minimum penarikan Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimum dana yang tersisa Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tabarru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dana yang digunakan untuk saling menanggung atau tolong menolong bila terjadi musibah antar peserta. Tabarru akan dipotong dari Dana Investas dan Besarnya tergantung usia dan Dana Santunan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya Polis Rp. 50.000,- &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Pengelolaan Tahun Pertama 50% dari Premi Tahunan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Administrasi Rp. 25.000,- perbulan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya setiap kali Penarikan Dana 1% dari Dana Penarikan maksimal Rp. 50.000,- &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Top Up 2,5% dari Premi Top Up &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya Pengelolaan Investasi maksimal 2% setelah dipotong &lt;/li&gt;&lt;li&gt;fee Fund Manager eksternal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Biaya dapat berubah sewaktu-waktu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Free Look&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hak bebas lihat selama 14 hari sejak polis diterima&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Syarat Kepesertaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usia Masuk : 18 sd 65 tahun &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maksimal usia masuk ditambah masa perjanjian adalah 70 tahun &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal-hal Penting Lainnya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta memiliki kebebasan untuk memilih jenis investasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atas pilihan tersebut segala risiko Investasi menjadi tanggung jawab Peserta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan tidak menjamin besarnya kinerja investasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan dan Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah keunggulan yang dapat diberikan Takafulink Alia?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk Takafulink Alia memiliki potensi hasil investasi yang tinggi dengan pembentukan Dana Investasi sejak tahun pertama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah perserta dapat mempelajari polis terlebih dahulu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, Peserta memiliki Hak Bebas Lihat &lt;em&gt;(Free Look Period) &lt;/em&gt;untuk mempelajari isi polis selama 14 hari sejak polis diterima. Tenggang waktu diberikan agar peserta dapat memastikan dan menyetujui ketentuan yang tercantum dalam polis&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Peserta akan menerima Laporan Transaksi ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, Setiap tahun perusahaan akan mengirimkan Laporan Transaksi yang memuat mutasi transaksi yang terjadi dan jumlah unit yang dimiliki Peserta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan Zakat maal ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi peserta muslim akan diperhitungkan zakat maal setiap akhir tahun kalender secaar proporsional&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dimana Peserta dapat melihat perkembangan Harga Unit Takafulink?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peserta dapat melihatnya setiap hari Senin dan Kamis di harian Bisnis Indonesia, www.takaful.com atau menelepon ke &lt;em&gt;Customer Care&lt;/em&gt; Takaful.&lt;/p&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3554123955097232333?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3554123955097232333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3554123955097232333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3554123955097232333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3554123955097232333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/takaful-link-alia.html' title='Takaful Link Alia'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cYqwIqzUI/AAAAAAAAAL8/fPPmVPbl9Zc/s72-c/nilaitunai.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-5096507925364223128</id><published>2008-02-03T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T06:56:40.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Asuransi Takaful'/><title type='text'>Takafulnadi</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cXnQIqzTI/AAAAAAAAAL0/VX50yKMfHbY/s1600-h/pendidikan-karier.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158617861289856306" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cXnQIqzTI/AAAAAAAAAL0/VX50yKMfHbY/s400/pendidikan-karier.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dengan program Takaful Dana Pendidikan, masa depan anak kita canangkan, cita-cita anak Insya Allah terwujudkan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;Adalah program asuransi perorangan yang bermaksud menyediakan dana pendidikan, dalam mata uang Rupiah dan US Dolar untuk putra-putrinya sampai sarjana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Takaful Dana Pendidikan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jika Peserta panjang umur sampai akhir perjanjian, Anak sebagai Penerima Hibah mendapatkan: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tahapan* saat masuk (TK, SD, SMP, SMA, PT)** dan Beasiswa selama 4 tahun di Perguruan Tinggi. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika Peserta mengundurkan diri sebelum masa perjanjian berakhir, Peserta mendapatkan: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nilai Tunai &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Seluruh dana di Rekening Tabungan Peserta yang berasal dari saldo tabungan dan bagian keuntungan atas hasil investasinya (mudharabah). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika Anak sebagai Penerima Hibah meninggal sebelum seluruh tahapan diterima Peserta/ Ahli Waris mendapatkan: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Nilai Tunai &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Santunan sebesar 10% Manfaat Takaful Awal (Premi Tahunan X Masa Perjanjian)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika Peserta mengalami musibah dalam masa perjanjian &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Polis Bebas Premi, Ahli Waris mendapatkan: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Santunan sebesar 50% Manfaat Takaful Awal (jika meninggal karena sakit atau cacat tetap total karena kecelakaan) atau 100% Manfaat Takaful Awal (jika meninggal karena kecelakaan). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai Tunai&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Anak sebagai Penerima Hibah mendapatkan: &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tahapan pada saat masuk (TK, SD, SMP, SMA, PT)** &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beasiswa setiap tahun sejak Peserta mengalami musibah s/d 4 tahun di Perguruan Tinggi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jika setelah masa perjanjian berakhir dan masih dalam pemberian beasiswa di Perguruan Tinggi Peserta mengalami musibah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meninggal karena sakit atau cacat tetap total karena kecelakaan, Ahli Warisnya akan menerima Nilai Tunai &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meninggal karena kecelakaan, Ahli Warisnya akan menerima Nilai Tunai dan santunan sebesar 50% Manfaat Takaful Awal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerima Hibah akan tetap menerima Beasiswa sampai yang bersangkutan empat tahun di Perguruan Tinggi &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;* Jika Tahapan yang jatuh tempo tidak diambil, akan diinvestasikan dan akan menambah Beasiswa pada saat di Perguruan Tinggi &lt;/p&gt;&lt;p&gt;** Sesuai masa perjanjian&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-5096507925364223128?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/5096507925364223128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=5096507925364223128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5096507925364223128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/5096507925364223128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/takafulnadi.html' title='Takafulnadi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cXnQIqzTI/AAAAAAAAAL0/VX50yKMfHbY/s72-c/pendidikan-karier.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-757771129223941234</id><published>2008-02-03T03:38:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T07:17:56.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Asuransi Takaful'/><title type='text'>Takaful Falah</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cWkwIqzSI/AAAAAAAAALs/c3NClJGAUvg/s1600-h/miskinkaya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158616718828555554" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cWkwIqzSI/AAAAAAAAALs/c3NClJGAUvg/s400/miskinkaya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah produk Asuransi Takaful Keluarga yang dirancang secara khusus bagi Peserta yang menginginkan Manfaat Asuransi secara menyeluruh, ketika Peserta mengalami musibah Meninggal baik karena Sakit ataupun Kecelakaan; Cacat Tetap Total karena Sakit atau Kecelakaan; Cacat Tetap Sebagian karena Kecelakaan; Dana Santunan Harian selama peserta dirawat inap di Rumah Sakit dan juga Manfaat bila peserta mengalami atau menderita penyakit-penyakit kritis.&lt;br /&gt;Peserta juga berkesempatan mendapatkan Nilai Tunai Polis ketika kepesertaan berakhir. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keunggulan Takaful Falah&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Manfaat yang luas&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Takaful Falah menyediakan pilihan proteksi yang lengkap bagi peserta yang terdiri dari: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Al-Khairat (&lt;em&gt;Term Insurance&lt;/em&gt;) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kecelakaan Diri (&lt;em&gt;Personal Accident&lt;/em&gt;) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cacat Tetap Total (&lt;em&gt;Total Permanent Disability&lt;/em&gt;) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Santunan Harian Rawat Inap (&lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt;) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Santunan Penyakit Khusus (&lt;em&gt;Critical Illness/Dread diseases&lt;/em&gt;) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nilai Tunai Polis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kebebasan Memilih&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Takaful Falah memberikan kebebasan bagi peserta untuk memilih jenis proteksi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan peserta.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagi Hasil yang Menarik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takaful Falah akan memberikan bagi hasil 80% dari Hasil Investasi Dana di Rekening Tabungan Peserta .&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tabarru?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari Premi yang diakadkan untuk saling menanggung dan saling tolong menolong diantara Peserta bila terjadi musibah.&lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; - 100 (CP100)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mata Uang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Program ini dipasarkan dalam mata uang Rupiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Premi Takaful&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cara Pembayaran Premi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayar secara Tahunan dan Sekaligus&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Besarnya Premi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Premi dengan cara pembayaran tahunan sekurang-kurangnya sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Usia Penyertaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Usia masuk untuk menjadi peserta mulai 17 tahun sampai dengan 60 tahun dengan perhitungan usia berdasarkan ulang tahun terdekat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Masa Perjanjian&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usia masuk ditambah masa perjanjian maksimal 65 tahun &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa Perjanjian Asuransi minimal 5 tahun&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Syarat Kepesertaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berbadan sehat (jasmani dan rohani) dan tidak sedang mengalami sakit atau sedang dalam perawatan Dokter &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengisi Formulir Surat Permintaan Asuransi dan mengikuti ketentuan &lt;em&gt;Underwriting&lt;/em&gt; yang ditetapkan oleh Perusahaan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pemeriksaan kesehatan (medis) sesuai dengan Ketentuan &lt;em&gt;Underwriting&lt;/em&gt; yang ditetapkan Perusahaan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Al-Khairat (&lt;em&gt;Term Insurance&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt; merupakan Manfaat Utama. Diberikan kepada ahli waris apabila Peserta meninggal dunia baik karena sakit maupun karena kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kecelakaan Diri &lt;/strong&gt;adalah Manfaat Tambahan pertama. Diberikan kepada Peserta atau Ahli Waris apabila Peserta meninggal atau cacat tetap sebagian karena Kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cacat Tetap Total (&lt;em&gt;Total Permanent Disability /TPD&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt; adalah Manfaat Tambahan kedua. Diberikan kepada Peserta apabila Peserta mengalami cacat tetap total (&lt;em&gt;Disfunction&lt;/em&gt;) akibat sakit atau kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dana Santunan Harian Rawat Inap (&lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt;)&lt;/strong&gt; adalah Manfaat Tambahan ketiga. Diberikan kepada Peserta selama Peserta menjalani rawat inap di rumah sakit disebabkan sakit atau kecelakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manfaat &lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; disesuaikan berdasarkan Manfaat Utama dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;table cellspacing="1" cellpadding="2" width="100%" bgcolor="#cccccc" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Manfaat Utama (Al-Khairat) s/d 10 juta &lt;/td&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Cash Plan - 100 (CP100) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Manfaat Utama (Al-Khairat) s/d 20 juta &lt;/td&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Maks. s/d &lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; - 200 (&lt;cp200&gt;&lt;/cp200&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Manfaat Utama (Al-Khairat) s/d 30 juta &lt;/td&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Maks. s/d &lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; - 300 (&lt;cp300&gt;&lt;/cp300&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Manfaat Utama (Al-Khairat) s/d 40 juta &lt;/td&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Maks. s/d &lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; - 400 (&lt;cp400&gt;&lt;/cp400&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Manfaat Utama (Al-Khairat) diatas 40 juta&lt;/td&gt;&lt;td bgcolor="#eaffff"&gt;Maks. s/d &lt;em&gt;Cash Plan&lt;/em&gt; - 500 (&lt;cp500&gt;&lt;/cp500&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Santunan Penyakit Kritis (&lt;em&gt;Critical Illness/Dread Diseases&lt;/em&gt;) &lt;/strong&gt;adalah&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Manfaat Tambahan keempat. Diberikan kepada Peserta apabila Peserta didiagnosa menderita atau mengalami penyakit kritis dalam masa perjanjian. Maksimum Manfaat keempat sebesar 50% dari Manfaat Utama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nilai T&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;unai Polis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila Peserta hidup hingga akhir kontrak, berhenti atau mengalami klaim sehingga menyebabkan kepesertaannya berakhir, maka kepada yang bersangkutan atau Ahli Warisnya akan dibayarkan Nilai Tunai Polis yang merupakan akumulasi Premi Tabungan berikut hasil investasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penyakit-penyakit kritis yang dicover oleh Manfaat Critical Illness/Dread Diseases&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Stroke &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kanker &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serangan Jantung Pertama &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operasi Jantung Koroner &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Operasi Penggantian Katup Jantung &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fulminant Viral Hepatitis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Hati Kronis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pulmonary Arterial Hypertension (primer) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Paru-Paru Tahap Akhir &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gagal Ginjal &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anemia Apastis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transplantasi Organ Tubuh Penting &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kehilangan Kemampuan Melihat (buta) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kehilangan Kemampuan Mendengar (tuli) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kehilangan Kemampuan Berbicara (bisu) &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koma &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Multiple Sclerosis &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelumpuhan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muscular Dystrophy &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Alzheimer &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Motor Neoron &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyakit Parkinson &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-757771129223941234?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/757771129223941234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=757771129223941234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/757771129223941234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/757771129223941234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/takaful-falah.html' title='Takaful Falah'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cWkwIqzSI/AAAAAAAAALs/c3NClJGAUvg/s72-c/miskinkaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-7187082828658617088</id><published>2008-02-03T03:36:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T07:22:16.704-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produk Asuransi Takaful'/><title type='text'>Takaful Link</title><content type='html'>&lt;div class="post-body"&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cViQIqzRI/AAAAAAAAALk/wChdinob7jc/s1600-h/unit+link.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158615576367254802" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cViQIqzRI/AAAAAAAAALk/wChdinob7jc/s400/unit+link.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana berinvestasi sekaligus berasuransi sesuai Syariah yang disediakan PT Asuransi Takaful Keluarga. Program ini menawarkan hasil investasi yang optimal dengan pilihan sesuai preferensi Anda. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pilihan Investasi&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Takaful Dana Istiqomah &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menawarkan cara berinvestasi dengan hasil yang stabil dan risiko yang aman &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada pilihan ini seluruh dana Anda akan ditempatkan pada instrumen investasi berpendapatan tetap.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Takaful Dana Mizan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menawarkan cara berinvestasi dengan hasil yang optimal dan risiko yang moderat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada pilihan ini sebagian dana Anda akan ditempatkan pada instrumen investasi berpendapatan tetap dan sebagian lainnya pada saham. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Takafulink&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Apabila Peserta panjang umur sampai dengan akhir perjanjian, akan menerima seluruh Dana Investasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila Peserta yang ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian, ahli warisnya akan mendapatkan Manfaat Asuransi (Dana Santunan) dan seluruh Dana Investasi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Manfaat Asuransi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Takafulink menyediakan manfaat asuransi (dana santunan) sebesar 800% dari Premi Tahunan atau 125% dari Premi Sekaligus. Anda dapat memperluas manfaat asuransi dengan menambahkan program asuransi Takaful Kecelakaan Diri dan/ atau Asuransi Kesehatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Premi Dasar &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi Peserta program Takafulink Anda dapat memilih cara bayar: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Premi Tahunan &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Minimum Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan maksimum Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah) &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Premi Sekaligus &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Minimum Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah) dan maksimum Rp. 64.000.000,- (enam puluh empat juta rupiah) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Fleksibilitas &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Top Up &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Anda dapat meningkatkan Dana Investasi melalui fasilitas Top Up yang dapat dilakukan kapan saja dengan ketentuan minimum sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengalihan Investasi &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Setelah masa kepesertaan 1 tahun, Anda dapat menentukan kembali pilihan Investasi yang diinginkan &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penarikan Dana &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Setelah masa kepesertaan 1 tahun, Anda dapat melakukan penarikan dana. Khusus untuk penarikan dana sebagian diberlakukan ketentuan: &lt;/p&gt;&lt;ul type="circle"&gt;&lt;li&gt;Minimum penarikan Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimum dana yang tersisa Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tabarru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dana yang digunakan untuk saling menanggung atau tolong menolong bila terjadi musibah antar peserta. Besarnya tabarru yang diikhlaskan peserta sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;7,5% dari Premi Dasar Tahunan maksimum selama 8 tahun &lt;/li&gt;&lt;li&gt;1,25% dari Premi Dasar Sekaligus maksimum selama 8 tahun &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biaya-Biaya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya Polis:&lt;br /&gt;Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya Pengelolaan Investasi:&lt;br /&gt;Maksimum 2,5% per tahun &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya Top Up:&lt;br /&gt;3% dari Premi Top Up &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya setiap kali Penarikan Dana :&lt;br /&gt;Maksimum Rp. 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Biaya pengelolaan yang dibebankan hanya pada tahun pertama:&lt;br /&gt;32,50% dari Premi Dasar Tahunan atau&lt;br /&gt;3,75% dari Premi Dasar Sekaligus &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketentuan Kepesertaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sehat jasmani dan rohani &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usia Masuk : 17 sd 60 tahun &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masa Perjanjian : 16 tahun untuk usia 17 sd 54 tahun atau masa perjanjian ditambah usia masuk tidak melebihi 70 tahun &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal-hal Penting Lainnya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Peserta memiliki kebebasan untuk memilih jenis investasi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atas pilihan tersebut segala risiko Investasi menjadi tanggung jawab Peserta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perusahaan tidak menjamin besarnya kinerja investasi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan dan Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah peserta memiliki fasilitas Cuti Premi &lt;em&gt;(Premium Holiday) &lt;/em&gt;?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, Anda dapat tidak melakukan pembayaran Premi dalam jangka waktu tertentu dan asuransi masih tetap berjalan sepanjang Dana Investasi Anda cukup untuk membayar Tabarru? dan biaya lainnya jika ada. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana dengan Zakat Maal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah investasi Anda akan aman dan bersih, karena telah diperhitungkan terhadap Zakat Maal Anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah peserta bisa mempelajari Polis terlebih dahulu ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, peserta memiliki Hak Bebas Lihat &lt;em&gt;(Free Look Period&lt;/em&gt;). Keleluasaan bagi Anda untuk mempelajari isi perjanjian, peraturan dan kondisinya selama 14 hari sejak polis diterima. Tenggang waktu disediakan agar Anda dapat memastikan dan menyetujui ketentuan yang tercantum dalam Polis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah Peserta akan menerima Laporan Transaksi ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, Setiap tahun perusahaan akan mengirimkan Laporan Transaksi yang memuat mutasi transaksi yang terjadi dan jumlah unit yang dimiliki Peserta. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dimana Peserta dapat melihat perkembangan Harga Unit Takafulink?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Peserta dapat melihatnya setiap hari Senin dan Kamis di harian Bisnis Indonesia, www.takaful.com atau menelepon ke &lt;em&gt;Customer Care&lt;/em&gt; Takaful.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-7187082828658617088?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/7187082828658617088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=7187082828658617088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7187082828658617088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7187082828658617088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/02/takaful-link.html' title='Takaful Link'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5cViQIqzRI/AAAAAAAAALk/wChdinob7jc/s72-c/unit+link.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3364306653141346101</id><published>2008-01-19T03:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T11:47:35.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Kemacetan Dalam Perspektif Pemasaran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh :  Oppi3*&lt;br /&gt;semarketer@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s1600-h/cipularang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157146430754071954" style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s400/cipularang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;diambil dari priyadi.net &lt;/div&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemacetan  sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita bepergian ke kota-kota  besar seperti &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; ataupun kota-kota besar lainnya. Hal ini  dikarenakan sudah tidak seimbangnya antara jumlah ruas jalan yang ada dengan  jumlah kendaraan bermotor. Seperti di Jakarta saja, dari survei yang dilakukan  oleh Arterial Road System Development Study (ARSDS) pada tahun 1985 mencatat  sebanyak 13 juta perjalanan atau trip dilakukan oleh warga jakarta setiap hari.  Kemudian survei Study on Integrated Transportation Master Plan (SITRAMP) Fase 2  pada tahun 2002 mencatat peningkatan sekitar 30 persen, yakni menjadi sekitar 17  juta trip. Belum ditambah trip yang dilakukan para penglaju dari luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Kini tahun 2008 bisa  dibayangkan berapa juta trip perjalanan yang dilakukan oleh warga &lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt; dan luar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Akhir tahun  2007 lalu Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta yang mewarisi persoalan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; akut Ibu Kota dari pendahulunya  Sutiyoso, melemparkan wacana pemberlakuan pajak progresif. Kepemilikan mobil  lebih dari satu akan dikenakan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan  kendaraan pertama. Salah satu tujuannya adalah menekan populasi kendaraan di Ibu  Kota sehingga &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas  dapat dikurangi, namun bila dilihat dari sektor pajak sebenarnya kepemilikan  mobil lebih dari satu justru menguntungkan karena negara tetap mendapat masukan  pajak kendati kendaraannya jarang digunakan. Hal senada juga di ungkapkan oleh  Presiden Direktur PT Indomobil Suzuki International Subronto Laras,"Saya kira  tidak tepat jika pajak progresif dipakai untuk menekan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt;,"&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Lain Fauzi  Bowo lain pula Jongkie D. Sugiarto Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia  (HMI) bahkan' mempertanyakan mengapa industri otomotif menjadi pihak yang selalu  disalahkan apabila dikaitkan dengan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas. Jongkie mengusulkan  agar pemerintah menambah ruas jalan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt;  manajemen lalu lintas ditata ulang dengan lebih baik tanpa harus merugikan  industri yang se&lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt;g berkembang."Jika  industri otomotif diganggu, efeknya akan banyak. &lt;span lang="SV"&gt;Industri komponen  melemah &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; pengangguran akan semakin  banyak," katanya baru-baru ini. Secara terpisah, Direktur &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;Pemasaran&lt;/span&gt; &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; Layanan Purna Jual PT Honda Prospect  Motor (HPM) menuturkan populasi kendaraan di negara-negara maju jauh lebih besar  dibandingkan dengan Indonesia. Namun, karena pemerintahnya mampu menyediakan  jalan yang memadai dengan manajemen lalu lintas yang bagus, &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas pun dapat dikelola  dengan baik. Dia mencontohkan Jepang yang merupakan negara kecil dengan jumlah  kendaraan yang jauh lebih besar dari Indonesia, &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;dan&lt;/span&gt; polusi di sana bisa ditangani dengan baik  tanpa harus mengerem laju pasar otomotif. &lt;/span&gt;"Saya kira tidak ada hubungan  antara pertumbuhan jumlah mobil dengan &lt;span class="highlightedsearchterm"&gt;kemacetan&lt;/span&gt; lalu lintas, selama semuanya dapat  dikelola dengan baik," katanya&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Penelitian  yang pernah dilakukan Japan International Corporation Agency (JICA) dan The  Institute for Transportaion and Development Policy (ITDP) menunjukkan bahwa jika  tidak ada pembenahan sistem transportasi umum, maka lalu lintas &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; akan mati pada tahun  2014. Perkiraan kematian lalu lintas Jakarta pada tahun 2014 itu didasarkan pada  pertumbuhan kendaraan di Jakarta yang rata-rata per tahun mencapai 11 persen,  sedangkan pertumbuhan panjang jalan tak mencapai 1 persen. Tercatat, setiap hari  ada 138 pengajuan STNK baru yang berarti di setiap harinya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; membutuhkan penambahan  jalan sepanjang 800 meter.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Jika dilihat  dari sudut pandang pemasaran terbukti jumlah penjualan kendaraan bermotor  meningkat terus dari tahun ke tahunnya. Dari data yang penulis peroleh dari  Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) penjualan motor sepanjang 2007  mencapai 4.688.263 atau naik 5,89 persen dibandingkan penjualan tahun 2006  sebesar 4.427.342 unit kendaraan. Sementara untuk kendaraan roda empat  berdasarkan data yang diperoleh dari &lt;span lang="EN"&gt;Gabungan Industri Kendaraan  Bermotor &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Gaikindo), selama  Januari-Oktober 2007 mencapai 349.488 unit. Jumlah tersebut menyisahkan hampir  70.000 unit lagi untuk mencapai target penjualan yang ditetapkan Gaikindo selama  2007 ini, yaitu 420.000 unit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN"&gt;Hal ini terjadi karena disebabkan semakin mudahnya membeli kendaraan  baik mobil ataupun motor dengan fasilitas kredit. Bahkan kini mobil dan motor  bekaspun bisa dibeli dengan fasilitas kredit yang &lt;/span&gt;dicicil dengan bunga  yang bervariasi, yakni berkisar 8 persen sampai 12 persen per tahun, tergantung  lembaga keuangan yang dipilih. Jangka waktu penyicilan pun biasanya paling lama  tiga tahun. Cara pemasaran mobil bekas seperti ini membuat volume penjualan di  setiap showroom selalu meningkat. Dalam sebulan berkisar 20 buah sampai 30 buah  dari berbagai merek dan jenis. Di wilayah &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;-&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;-Depok-Tangerang- Bekasi (Jabodetabek)  tersebar kurang lebih 1.500 showroom mobil bekas.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Sekilas maraknya pembelian mobil menggambarkan adanya peningkatan  ekonomi dan kesejahteraan masyakarat. Akan tetapi, kehadiran mobil- mobil itu  memperbanyak jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Kondisi ini tanpa  disadari menimbulkan masalah baru, sebab pertumbuhan kendaraan bermotor di  berbagai kota besar di Jawa tidak seimbang dengan pembangunan jalan raya.  &lt;/span&gt;Di DKI Jakarta, misalnya, pertumbuhan kendaraan berkisar 11 persen sampai  12 persen per tahun, sedangkan pembangunan ruas jalan baru dalam setiap tahun  tak mencapai satu persen.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 56.1pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Disatu sisi  maraknya penjualan kendaraan yang meningkat setiap tahunnya menandakan  keberhasilan pemasaran dalam menjual kendaraan, namun disisi lainnya hal  tersebut menjadi sebuah permasalahan baru yang pelik dan harus segera di cari  solusinya. Sudah sepantasnya permasalahan kemacetan ini bukan hanya menjadi  tanggung jawab pemerintah, namun juga dari para pelaku otomotif juga masyarakat  itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;* Penulis Alumni PII Kota Bandung dan Jawa Barat, kini aktif  di GSM jabar dan bekerja di salah satu perusahaan asuransi Syariah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3364306653141346101?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3364306653141346101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3364306653141346101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3364306653141346101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3364306653141346101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2008/01/kemacetan-dalam-perspektif-pemasaran.html' title='Kemacetan Dalam Perspektif Pemasaran'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R5HdWuPFJZI/AAAAAAAAALQ/WwEq--K5D-M/s72-c/cipularang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6292180205662452520</id><published>2007-12-30T04:03:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T11:51:21.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Merasa Berharga Menjadi ”Salesman”</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;BEBERAPA pelajar sekolah menengah pertama             ditanya tentang cita-cita mereka. Ada yang menjawab ingin menjadi dokter, adapula yang             ingin menjadi insinyur (sarjana teknik), guru, akuntan, tentara dan banyak lagi profesi             lain. Yang tidak ada adalah jawaban menjadi seorang &lt;i&gt;salesman.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam benak seorang remaja, profesi-profesi tersebut dan banyak lagi profesi lainnya             dianggap "pekerjaan terhormat", kecuali pekerjaan &lt;i&gt;salesman&lt;/i&gt;! Pendapat ini             dibawa terus hingga mereka dewasa, dengan ataupun tanpa menyelesaikan pendidikan             tingginya, mereka menjadi angkatan kerja di negeri ini dan tidak pernah bercita-cita             menjadi &lt;i&gt;salesman. &lt;/i&gt;Hal ini antara lain yang melatarbelakangi kesulitan merekrut &lt;i&gt;salesman             &lt;/i&gt;oleh perusahaan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lain pula kisah nyata seorang anak, katakanlah namanya Heryanto. Sejak usia 9 tahun ia             harus menjual eskrim setiap hari sepulang sekolah, untuk membantu orang tua menambah             pendapatan keluarga. Dua puluh tahun kemudian, Ia menjadi seorang &lt;i&gt;sales trainer. &lt;/i&gt;Namun             Heryanto lebih suka menyebut dirinya &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;saja. Karena dia masih tetap             melakukan penjualan, bedanya yang ia tawarkan sebagai pelatih adalah buah pikiran dan             keahliannya dalam menjual. Berikut ini adalah 7 alasan mengapa pekerjaan ini dipilih oleh             Heryanto sebagai karier bagi hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Fleksibilitas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Jam kerja seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;jauh lebih fleksibel dari pada karyawan yang bekerja             di dalam kantor dari pukul 8.00 sampai dengan pukul 16.00 atau 17.00. Seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;terlatih             untuk menyusun jadwal waktu kunjungan ke calon pembeli dengan mempertimbangkan berbagai             hal, antara lain keberadaan calon pembeli di kantor atau tempat mereka yang lain, kesiapan             calon pembeli untuk menerima kehadiran &lt;i&gt;salesman&lt;/i&gt;, tempat yang paling cocok untuk             mengajak bertemu sampai pada kondisi kepadatan lalu lintas untuk menghindari kemacetan.             Pendek kata seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;memiliki keleluasaan untuk mengatur jam kerjanya             sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Supervisi minimum &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Supervisi atas pekerjaan atau campur tangan atasan terhadap &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;umumnya             jauh kurang dibandingkan pekerjaan lain didalam perusahaan. Atasan bahkan perusahaan             biasanya cukup puas bila &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;berhasil menjual sesuai sasaran yang ditetapkan.             Seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;bahkan bisa meningkatkan penjualannya melampaui sasaran yang ada,             dengan kecepatan kerja yang dimilikinya dan dengan keleluasaan menentukan cara untuk             mencapai sasaran lebih tinggi yang ingin dicapainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kita bandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya dikerjakan di dalam kantor,             atasan akan mengawasi dengan ketat pekerjaan setiap bawahannya. Karyawan jarang merasa             diberi keleluasaan untuk menentukan sendiri cara yang akan dipakai untuk melaksanakan             sebuah tugas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tantangan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Seorang yang menyukai tantangan akan melihat bahwa kegiatan penjualan adalah lahan yang             tepat bagi dirinya. Tantangan dalam penjualan berasal dari keragaman corak pembeli.             Seorang &lt;i&gt;sales &lt;/i&gt;harus mengerti pasarnya, sebaik dia mengerti tentang produk yang akan             dijualnya. Setiap pembeli adalah seorang ahli, mereka mengetahui secara pasti apa yang             mereka inginkan. Pembeli akan menuntut &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;untuk memberikan pengetahuan yang             menyeluruh dari produk yang ditawarkan. Kemampuan &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;untuk meyakinkan calon             pembeli tentang produk yang ditawarkannya akan mengurangi keraguan pembeli memilih produk             yang akan dibelinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Katakan saja seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;yang menjual mesin cuci dari sebuah merek             tertentu. Calon pembelinya begitu beragam, dari seorang bujangan sampai seorang ibu yang             bekerja. Tantangan bagi &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;adalah bagaimana upaya memuaskan kebutuhan             individual yang begitu variatif, melalui penawaran mesin cuci tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Peluang bertemu orang &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menjadi seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;berarti membuka peluang untuk berinteraksi dengan             manusia dari berbagai kalangan dan latar belakang. Seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;biasanya             termasuk orang yang tertarik pada masalah-masalah yang menyangkut manusia, dan tentunya             berorientasi pada hubungan antar manusia. &lt;i&gt;Salesman &lt;/i&gt;mendapatkan rezekinya melalui             hubungan dengan sesama manusia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Imbalan besar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Setiap orang tentunya mengharapkan mendapatkan imbalan yang besar untuk menghidupi diri             dan keluarganya. Karyawan yang bekerja di dalam kantor biasanya akan menerima imbalan yang             tetap setiap bulannya dan mengalami kenaikan bersama-sama setiap tahun. Kasus promosi             memang menghasilkan penerimaan yang naik secara individual, namun kesempatan tersebut             sangatlah terbatas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bagi &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;usaha yang keras merupakan elemen terbesar yang menentukan             keberhasilannya. &lt;i&gt;Salesman &lt;/i&gt;yang bersedia berusaha lebih keras, akan mendapatkan             pendapatan yang lebih besar pula. Ibarat pepatah "siapa yang menanam, dia yang             menuai".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kepuasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Profesi &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;membuka peluang lebar-lebar untuk menolong sesama manusia dari             berbagai kebutuhan kehidupan. Sampai suatu tahapan tertentu seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;akan             merasakan betapa dia telah membantu pelanggannya dengan produk atau jasa yang             ditawarkannya. Ia akan menikmati kepuasan tersebut. Rasa puas terhadap profesi dan diri             sendiri ini akan semakin mendorong &lt;i&gt;salesman&lt;/i&gt; untuk semakin termotivasi berkarya di             dalam dunia &lt;i&gt;sales -&lt;/i&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pengembangan diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sejak seorang &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;melangkahkan kakinya ke dalam dunia penjualan, dia mulai             menyadari bahwa banyak hal perlu dipelajari, dan banyak hal pada dirinya yang harus             diperbaiki dan dikembangkan. Profesi &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;menuntut peningkatan pengetahuan,             wawasan, sikap professional serta kemampuan sosial yang tinggi. Sebenarnya setiap profesi             menuntut hal yang sama. Di dunia &lt;i&gt;sales &lt;/i&gt;pengembangan diri merupakan hal yang tidak             bisa ditunda dan harus dilakukan setiap saat, jika kita mengharapkan peningkatan prestasi             diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kesimpulan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Menjadi &lt;i&gt;salesman &lt;/i&gt;atau lebih umum disebut bekerja di bidang penjualan sebetulnya             bukan pilihan terakhir dalam pemilihan karier. Pada saat melamar pekerjaan termasuk             menjadi pegawai negeri, kita sudah melakukan "penawaran" kepada perusahaan untuk             menjual "waktu, keahlian, pengalaman" yang kita miliki. Yang membedakan adalah             ada orang yang menjual hanya satu kali sementara ada orang yang menikmati menjual             berkali-kali. Yang menjual satu kali bisa merasakan bahwa "menawarkan sesuatu"             adalah pekerjaan yang melelahkan dan terpaksa melakukannya. Sebaliknya yang menikmati             kegiatan "menjual" akan merasa tertekan bila tidak bisa "menawarkan"             apa pun kepada orang yang ditemuinya sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Mudah-mudahan dengan tulisan di atas akan semakin banyak orang menyiapkan diri secara             tepat untuk menawarkan sesuatu yang benar-benar dimilikinya kepada orang atau pihak yang             membutuhkan. Karena hal tersebut yang bisa membuat kita merasa berharga bagi diri sendiri             dan bagi orang lain. *** &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6292180205662452520?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6292180205662452520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6292180205662452520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6292180205662452520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6292180205662452520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/12/merasa-berharga-menjadi-salesman.html' title='Merasa Berharga Menjadi ”Salesman”'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-3912677310607660381</id><published>2007-12-30T03:44:00.001-08:00</published><updated>2008-02-02T11:52:43.492-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Pemasaran Dalam Organisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3eFtePFJOI/AAAAAAAAAJ0/cZwjUCSb1t8/s1600-h/salesman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3eFtePFJOI/AAAAAAAAAJ0/cZwjUCSb1t8/s400/salesman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149731715178374370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh A'Oppie&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Jualan! Itulah kata yang terlintas ketika kita mendengar istilah pemasaran. Memang tidak salah orang mengganggapnya demikian,karena memang &lt;i style=""&gt;Selling &lt;/i&gt;atau jualan adalah bagian daripada pemasaran. Karena &lt;i style=""&gt;result&lt;/i&gt; dari &lt;i style=""&gt;marketing&lt;/i&gt; adalah &lt;i style=""&gt;selling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Banyak sekali istilah mengenai pemasaran dalam &lt;i style=""&gt;textbook &lt;/i&gt;yang saya pelajari di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangku kuliah diantaranya dari Philip Kotler yang selama ini dikenal sebagai Pausnya marketing atau Hermawan Kertajaya nabinya marketing &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Namun disini saya tidak akan menggunakan istilah pemasaran yang umumnya dikenal dibangku kuliah, karena terlalu &lt;i style=""&gt;jelimet &lt;/i&gt;kalau orang jawa bilang dan tidak setiap orang mengerti istilah pemasaran yang &lt;i style=""&gt;jelimet &lt;/i&gt;kecuali orang marketing itu sendiri. Bagi saya pemasaran itu simple, &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;marketing&lt;/i&gt; adalah bagaimana caranya kita merealisiasikan ide kita sehingga bisa diterima oleh orang lain dengan strategi yang tepat&lt;/b&gt;!.Yup…itulah definisi pemasaran menurut A’Oppie,boleh saja orang menyanggah atau setuju,karena pemasaran yang saya pahami memang seperti itu adanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Pemasaran memang ujung-ujungnya adalah jualan namun tidak selamanya yang kita jual itu adalah produk. Pemasaran tidak melulu harus menjual produk, yang kalau kita klasifikasikan produk itu terbagi dua yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 64.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tangible ( terlihat secara fisik )&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 64.75pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Intangible ( tidak terlihat )&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Produk tangible&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Adalah produk yang bisa kita lihat secara kasat mata, (tidak ghoib) seperti produk-produk yang biasa kita beli sehari-hari, misalkan sabun, rokok,susu,kopi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Produk intangible&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bisa juga disebut sebagai jasa atau produk yang &lt;i style=""&gt;Ghoib &lt;/i&gt;alias&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;tidak bisa kita lihat dan hanya bisa kita rasakan manfaatnya setelah kita memakainya, semisal jasa tukang pijat, tukang cukur, taxi dll silahkan bayangkan sendiri sesuai dengan imajinasi anda.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Pada tulisan kali ini saya sama sekali tidak akan membahas produk yang &lt;i style=""&gt;tangible &lt;/i&gt;karena produk tersebut umumnya mudah kita pahami dan kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, disini saya akan menyelami bersama-sama dengan anda semua mengenai produk-produk &lt;i style=""&gt;intangible &lt;/i&gt;alias &lt;i style=""&gt;Goib &lt;/i&gt;yang berkaitan dengan organisasi, karena yang goib itu memang misterius dan sangat penasaran untuk kita ketahui lebih dalam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Nah sekarang bila kita hubungkan antara pemasaran dengan organisasi lantas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa hubungannya?mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya seperti itu, kalo tidak ada silahkan jangan teruskan membaca tulisan saya ini. Oke bila anda masih penasaran akan saya jelaskan disini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 46.75pt; line-height: 150%;"&gt;Sebelum saya menulis lebih jauh akan saya utarakan beberapa alasan yang membuat saya &lt;i style=""&gt;greget &lt;/i&gt;ingin menulis judul ini :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Saya ingin membuka mata hati anda semua yang      beranggapan bahwa pemasaran adalah jualan dan jualan adalah profesi &lt;i style=""&gt;salesman&lt;/i&gt;, sebagai &lt;i style=""&gt;salesman&lt;/i&gt; artinya anda mempunyai      pekerjaan kelas 2 dibanding pekerjaan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pemasaran hanya untuk dunia bisnis saja, padahal      tidak!&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pemasaran tidak bisa diaplikasikan dalam kehidupan      nyata.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Everybody is marketer!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Pak Ucup mantan direktur radio zora 90,1fm tempat saya bekerja dulu. Memang benar setiap orang adalah pemasar.Baik buat dirinya sendiri maupun orang lain, karena bukankah setiap hari kita ‘jualan?’. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya,setiap hari entah sadar atau tidak kita memang sedang berjualan. Dosen atau guru tentunya mereka menjual otak mereka, dokter menjual jasa mereka sebagai tenaga medis, model atau artis menjual penampilan mereka begitupun dengan organisasi mereka menjual ide ataupun program. Nah sudahkan terbuka wawasan anda bahwa jualan tidak identik dengan sebuah produk yang &lt;i style=""&gt;tangible?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sebuah organiasi tentunya mempunyai program baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana caranya agar program-program tersebut bisa berhasil berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. &lt;/span&gt;Bila dilihat dari sudut pandang ilmu marketing tentunya organisasi tersebut harus memperhatikan beberapa faktor atau dikenal dengan 4P &lt;i style=""&gt;(marketing mix)&lt;/i&gt;:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Produk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Price&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Place&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Promotion&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;1. PRODUK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam berjualan tentunya harus ada produk yang akan dijual, begitupun dalam organisasi kita harus menentukan ‘produk’apa yang akan kita jual. Seyogyanya produk yang akan di jual haruslah produk bermutu yang memang sedang dibutuhkan oleh orang banyak. Apalah artinya bila kita menjual produk yang tidak dibutuhkan itu sama dengan sia-sia. Bagaimana caranya agar kita tahu produk yang sedang dibutuhkan?. Tentunya ini bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan riset pasar, namun hal ini membutuhkan biaya besar. Saya pikir cara yang paling murah untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan adalah dengan cara pintar-pintar membaca situasi dan kondisi yang sedang terjadi &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;2. PRICE &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Harga tidak melulu harus diidentikan dengan rupiah,akan tetapi bisa juga kita definisikan dengan sesuai atau tidak apa yang kita beri dengan apa yang mereka dapatkan.Bila sesuai tentunya akan terjadi &lt;i style=""&gt;win-win solution&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara organisasi dengan &lt;i style=""&gt;stake holder&lt;/i&gt; sehingga akan terjadi kepuasan dan bila hal ini terjadi maka hubungan antara organisasi dengan &lt;i style=""&gt;stake holder&lt;/i&gt; akan terjalin. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;3. PLACE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam istilah pemasaran &lt;i style=""&gt;place &lt;/i&gt;adalah tempat pendistribusian. Yang mana &lt;i style=""&gt;place&lt;/i&gt; ini haruslah mudah dijangkau dan diakses oleh orang banyak. Disini saya belum menemukan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan kata &lt;i style=""&gt;place&lt;/i&gt; dalam kaitannya dengan organisasi jadi silahkan coba konversikan dalam istilah anda sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;4. PROMOTION&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;“Mengiklankan produk yang jelek sama artinya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;membunuh diri sendiri dengan perlahan-lahan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                                   &lt;/span&gt;Philip Kotler&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jadi promosikanlah hanya produk yang bermutu, karena jika tidak itu sama artinya anda bunuh diri. Berpromosi tidak harus selalu dengan biaya yang besar, ada satu cara promosi yang terbukti efektif dengan biaya yang murah dan biasa disebut dengan MLM istilah awamnya atau Mulut Lewat Mulut (WOM = Word Of Mouth).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah membaca tulisan saya diatas apakah sudah sedikit paham mengenai pemasaran dalam organisasi?. Ini hanyalah sedikit masukan dari saya mengenai hubungannya pemasaran dalam organisasi, entah cocok atau tidak saya memberi judul diatas andalah sendiri yang dapat menilai. Dalam tulisan yang kedua saya akan sedikit berbagi lagi mengenai teknik menjual dalam organisasi dan tentunya ini tidak hanya bisa diterapkan dalam organisasi atau dunia bisnis semata namun bisa juga diterapkan untuk diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Trims, semoga bermanfaat&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, 30 Desember 2007 &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;semarketer@gmail.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Penulis adalah Jebolan Pemasaran PAAP UNPAD yang pernah bekerja sebagai marketer di beberapa perusahaan diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;PT Exelcomindo Pratama, sebagai Mitra Xplor &lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Majalah Training Indonesia, sebagai staf marketing&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Majalah INJOB Bandung, sebagai marketing manager&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Posititif Mental Attitude (Event Management      Training&amp;amp; seminar)&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Hotel International Imperium Bandung, sebagai staf      marketing&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Radio Zora 90,1 FM &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, sebagai staf marketing&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Selain itu penulis juga pernah aktif dibeberapa organisasi baik dikampus maupun luar kampus diantaranya :&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pelajar Islam Indonesia Kota Bandung dan Wilayah      Jawa Barat&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;FOSI PAAP FE UNPAD&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;BEM PAAP FE UNPAD&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kini aktif di Green Movement Student WALHI Jabar&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kini penulis sedang berusaha bangkit kembali membangun usahanya dan meniti karir sebagai marketer disalah satu perusahaan serta mendedikasikan hidupnya untuk pemasaran &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Maju terus marketer &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-3912677310607660381?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/3912677310607660381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=3912677310607660381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3912677310607660381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/3912677310607660381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/12/pemasaran-dalam-organisasi.html' title='Pemasaran Dalam Organisasi'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3eFtePFJOI/AAAAAAAAAJ0/cZwjUCSb1t8/s72-c/salesman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-6040139798382060480</id><published>2007-12-28T05:42:00.001-08:00</published><updated>2008-02-02T11:53:41.619-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Siaran Pers Monopoly Watch tentang Rencana Akusisi Alfa oleh Carrefour</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3T-ruPFJNI/AAAAAAAAAJs/m7XtkkGHrtA/s1600-h/alfa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3T-ruPFJNI/AAAAAAAAAJs/m7XtkkGHrtA/s400/alfa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5149020301090432210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;Siaran Pers &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_2"&gt;Monopoly&lt;/span&gt; Watch&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;No. 025/MW-EX/XII/ 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;AWASI PEMBELIAN SAHAM CARREFOUR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_3"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; - &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Sebagai pemain ritel dalam kategori &lt;i&gt;hypermart, &lt;/i&gt;Carrefour memiliki posisi dominan dimana &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;pelaku usaha tidak mempunyai pesaing yang berarti di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan pangsa pasar yang dikuasai, atau pelaku usaha mempunyai posisi tertinggi di antara pesaingnya di pasar bersangkutan dalam kaitan dengan kemampuan keuangan, kemampuan akses pada pasokan atau penjualan, serta kemampuan untuk menyesuaikan pasokan atau permintaan barang atau jasa tertentu. Apalagi jika rencana Carrefour untuk melakukan akusisi terhadap 75% saham Alfa, hal ini akan mengukuhkan posisi dominan Carrefour di wilayah pasar modern yang lebih kecil. &lt;u&gt;Beberapa ekses dari perilaku posisi dominan antara lain:&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Penyalahgunakan      posisi dominan, seperti Penetapan harga/&lt;i&gt;price fixing&lt;/i&gt;, penetapan jumlah produksi, pembagian wilayah      pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kemungkinan      terjadi distorsi pada pasar yang bersangkutan dan atau terjadinya &lt;i&gt;entry barrier&lt;/i&gt; dimana pelaku usaha      lain sulit masuk ke pasar yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Pelaku      usaha yang lain sulit mengakses atau memasok suatu barang tertentu, dan      lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kepemilikan saham Carrefour yang akan menembus batas maksimal yang ditentukan dalam UU No 5 Tahun 1999, tentunya menjadi perhatian tersendiri pada sektor bersangkutan. Hal inilah menjadi perhatian publik jika, pemain &lt;i&gt;hypermart&lt;/i&gt; melakukan ekspansi kedalam format toko modern lainnya, seperi supermarket, minimarket. Dengan demikian Carrefour akan lebih mudah menguasai pasar yang di wilayah usaha yang paling kecil, posisi dominan ini sangat rentan terhadap persaingan usaha tidak sehat di wilayah usaha yang paling kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; Melihat kondisi ini, tentunya akan bertolak belakang dengan program pemerintah di tahun 2005 dalam menguatkan sektor ekonomi mikro. Kekuatan investasi Carrefour akan merusak pasar modern di wilayah sektor usaha yang kecil. Karena posisi dominan, sangat memungkinkan untuk berperan sebagai &lt;i&gt;market leader&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;price leader&lt;/i&gt;. Dalam posisi &lt;i&gt;price leader&lt;/i&gt;, pelaku usaha yang dominan dengan mudah akan mengarahkan harga jual  dibawah harga pasar yang bisa merusak struktur harga pasar yang berlaku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; 29 jaringan supermarket Alfa di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_4"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_5"&gt;Surabaya&lt;/span&gt;, Cirebon, Jember, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_6"&gt;Malang&lt;/span&gt;, &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1198846948_7"&gt;Denpasar&lt;/span&gt; dan Lampung, merupakan sektor usaha yang harus dipertahankan karena publik telah memiliki &lt;i&gt;trend&lt;/i&gt; tersendiri terhadap supermarket jenis ini. Rencana masuknya Carrefour kedalam jaringan supermarket ini, tentunya akan merubah perilaku masyarakat. Perubahan perilaku inilah yang akan mempengaruhi juga pesaing usaha potensial yang ada di sektor usaha yang bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; Pelaku usaha disektor pasar kecil,  UMKM dan tradisional tentunya akan pasrah untuk mengikuti &lt;i&gt;trend&lt;/i&gt; yang berlaku, dan dalam waktu singkat akan mengalami keterpurukan. Seperti perilaku harga, sebagai masyarakat yang konsumtif tentunya harga murah memiliki &lt;i&gt;interest point&lt;/i&gt; tersendiri, tetapi hal ini bukanlah merupakan edukasi publik yang sehat. Karena kapasitas investasi dan modal menjadi penentu untuk memenangkan pasar dengan mudah. Sudah saatnya masyarakat juga harus memiliki &lt;i&gt;mindset&lt;/i&gt; ekonomi yang sehat juga, dimana harga murah bukanlah salahsatu pilihan dalam berkonsumsi, melainkan harga wajar yang layak dikonsumsi dengan kapasitas masyarakat itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; Konteks harga murah bukanlah hal yang dapat menyelesaikan kebutuhan masyarakat, karena dalam siklus distribusi pelaku usaha dominan bisa menentukan harga barang dan atau jasa konsumen. Sehingga masyarakat akan membayar dengan harga yang berbeda pada kondisi tertentu dan atau harga membayar dengan harga yang tidak wajar dan atau sebagai penentu harga, masyarakat tidak bisa lagi terlibat dalam menentukan harga sesuai dengan kapasitas ekonominya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt; Disisi lain, dalam konteks negosiasi lanjutan perusahaan ritel PT Carrefour Indonesia untuk pembelian 75 persen saham di PT Alfa Retailindo Tbk akan dilakukan pada 6 Januari 2008, harus menjadi perhatian bagi Komisi Pengawas Persaingan Usaha untuk memberikan perhatian pada sektor usaha yang bersangkutan, agar di masa mendatang kepastian hukum menjadi hal yang patut diperhatikan. Apalagi jika PT Carrefour Indonesia akan melakukan pembelian saham publik, yang notabene harus melalui penawaran tender yang terbuka dan &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;. KPPU pun harus bersikap tegas pada perilaku usaha yang akan dilakukan oleh PT Carrefour Indonesia , karena sebelumnya sudah mendapatkan sanksi administrasi pada pelanggaran terhadap UU No 5 Tahun 1999. Meskipun PT Carrefour Indonesia telah menjalankan sanksi hukum usaha yang dikenakan, bukan berarti perilaku usahanya saat ini lepas dari pengawasan. Bahkan ini merupakan ujian bagi KPPU untuk bisa menegakkan UU No 5 Tahun 1999, agar bisa beradaptasi dengan perkembangan bisnis yang berlaku di sektor usaha yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;SIKAP &amp;amp; REKOMENDASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;KPPU harus lebih memperhatikan sektor usaha yang memiliki pelaku usaha dominan, khususnya di sektor pasar modern. Serta harus memiliki ketegasan dan batasan kepada pelaku usaha yang sebelumnya telah melakukan pelanggaran terhadap UU No 5 Tahun 1999. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;ol start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Kementerian Koperasi dan UMKM, seharusnya melakukan penguatan dan pemberdayaan yang maksimal terhadap pasar modern pada wilayah sektor pasar modern yang kecil dalam menghadapi persaingan pasar modern.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;    &lt;ol start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Pemerintah &lt;span&gt; &lt;/span&gt;harus &lt;span&gt; &lt;/span&gt;konsisten &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dalam &lt;span&gt; &lt;/span&gt;menerapkan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;program &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ekonomi mikro, karena kekuatan &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;modal &lt;span&gt;  &lt;/span&gt;secara &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak &lt;span&gt; &lt;/span&gt;disadari &lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan &lt;span&gt;&lt;/span&gt;melumpuhkan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;sektor &lt;span&gt; &lt;/span&gt;ekonomi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;mikro  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;nasional dan harus serius menata pasar modern di Indonesia. Dan melakukan sinergi hukum investasi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang &lt;span&gt;&lt;/span&gt;berlaku, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dimana &lt;span&gt; &lt;/span&gt;kepemilikan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;saham dan posisi dominan harus tetap merujuk kepada UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;          &lt;ol start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="isi"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;Komisi VI DPR RI dan Pemerintah harus melihat dengan jeli bahwa penerapan Peraturan Pemerintah tentang penataan pasar modern, harus juga bersinergi dengan UU No 5 Tahun 1999, bukan semata-mata sekedar membuka peluang investasi asing akan tetapi secara konsisten dapat memberikan pemberdayaan yang maksimal terhadap sektor ekonomi mikro dan UMKM dalam menghadapi persaingan di sektor usaha yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Girry Gemilang Sobar&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif&lt;br /&gt;0816.839793&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretariat&lt;br /&gt;Permata Senayan Blok C.22&lt;br /&gt;Jl. Tentara Pelajar No. 5, Jakarta Selatan 12210&lt;br /&gt;Telp. +62 21 579 40 75 8, Fax. +62 21 579 40 75 9&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-6040139798382060480?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/6040139798382060480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=6040139798382060480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6040139798382060480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/6040139798382060480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/12/siaran-pers-monopoly-watch-tentang.html' title='Siaran Pers Monopoly Watch tentang Rencana Akusisi Alfa oleh Carrefour'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R3T-ruPFJNI/AAAAAAAAAJs/m7XtkkGHrtA/s72-c/alfa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-679114398928052777</id><published>2007-12-14T00:48:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T11:55:03.151-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Data Awareness dan Tingkat Konsumsi Suplemen Penambah Gairah Pria</title><content type='html'>from milis m@rketing-club&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;             &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Para marketers, kami merupakan konsultan marketing independen, kali ini mencoba memberikan masukan bagi dunia marketing yaitu berupa data mengenai awareness dan tingkat konsumsi suplemen penambah gairah pria di tahun 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Riset yang dilakukan MARS memperlihatkan bahwa selama tahun 2007, Kuku Bima yang diproduksi oleh PT Sido Muncul terus mendominasi tingkat &lt;i&gt;awareness&lt;/i&gt; untuk suplemen penambah gairah pria. Kemudian diikuti oleh Irex yang diproduksi PT Bintang Toedjoe dan berturut-turut ada Pilkita dan Hemaviton.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Seperti juga pada tingkat &lt;i&gt;awareness&lt;/i&gt;-nya, Kuku Bima memimpin dalam hal tingkat konsumsi. Kemampuan Kuku Bima dalam memimpin pasar cukup dominan, dan terlihat sulit dikejar oleh merek lainnya. Hal ini terlihat dari jauhnya perbedaan persentase antara Kuku Bima dengan Irex maupun Pilkita. Sedangkan Irex, yang pada tingkat &lt;i&gt;awareness&lt;/i&gt;-nya berada di posisi kedua, ternyata tingkat konsumsinya cukup rendah hingga terlempar dari empat besar. Hasil ini membuat Pilkita masuk ke posisi kedua, yang diikuti oleh Hemaviton dan SrongPas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;Tabel:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt; Awareness dan Tingkat Konsumsi Suplemen (obat/jamu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;Penambah Gairah Pria di Tahun 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 21.6pt;"&gt;  &lt;td style="height: 21.6pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.6pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;Merek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.6pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;Awareness (%)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 21.6pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.6pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;No&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.6pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;Merek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 21.6pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  lang="IN" &gt;Konsumsi (%)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Kuku Bima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;30.6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Kuku Bima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;48.3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Irex&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;8.9&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Pilkita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;17.8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Pilkita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;3.5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Hemaviton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;9.4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Hemaviton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;2.7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;SrongPas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;5.2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;9.3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;19.3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="36"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="107"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Tidak tahu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;45.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="35"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="103"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Tidak tahu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 14.4pt;"&gt;  &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 14.4pt;" width="143"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;TOTAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="106"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;100.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid none none; border-width: medium 1pt medium medium; height: 14.4pt;" width="48"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="138"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;TOTAL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt;  &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 14.4pt;" width="96"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;100.0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:8;"&gt;Sumber: Riset MARS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Fenomena ini menunjukan bahwa perolehan &lt;i&gt;awareness&lt;/i&gt; yang tinggi tidak selalu berarti tinggi pula tingkat konsumsi konsumen terhadap produk tersebut. Hal ini bisa disebabkan beberapa faktor.Misalnya untuk kasus ini, penyebabnya adalah adanya perbedaan persepsi antaraIrex dengan merek lainnya. Yaitu, selama ini Irex memiliki persepsi sebagai obat kuat yang mampu meningkatkan kemampuan seksual atau vitalitas. Ternyata,strategi ini tidak ampuh untuk pasar di Indonesia yang memiliki karakter kurang terbuka dalam hal kebutuhan biologis. Alhasil, konsumen cenderung enggan untuk mengkonsumsi Irex.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Berbeda halnyadengan Kuku Bima dan Pilkita yang memiliki persepsi sebagai suplemen kesehatan. Meskipun, ujung-ujungnya juga ditujukan untuk meningkatkan vitalitas. Sedangkan Hemaviton, alih-alih langsung mencitrakan diri sebagai minuman peningkat kemampuan seksual, lebih dulu 'membungkusnya' dengan persepsi sebagai minumanenergi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:10;"&gt;Nah, perbedaan persepsidi benak konsumen inilah yang membuat tingkat konsumsi Irex menjadi rendah. Danakhirnya, Kuku Bima dengan kemampuannya memahami karakter pasar di &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1197621650_0"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;,berhasil untuk terus memimpin pasar di tahun 2007.***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-679114398928052777?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/679114398928052777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=679114398928052777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/679114398928052777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/679114398928052777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/12/data-awareness-dan-tingkat-konsumsi.html' title='Data Awareness dan Tingkat Konsumsi Suplemen Penambah Gairah Pria'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-1049368298958896746</id><published>2007-11-26T02:21:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T11:56:33.119-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Inovasi Coca Cola</title><content type='html'>http://www.coca-colabottling.co.id/ina/ourbusiness/index.php?act=inovation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qfel9R_kI/AAAAAAAAAE4/ArbFk1ahlq0/s1600-h/cola.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qfel9R_kI/AAAAAAAAAE4/ArbFk1ahlq0/s320/cola.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137093672903507522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola                Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi                bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan                (Research &amp;amp; Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan                produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan                baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas                tersendiri.              &lt;p align="justify"&gt;Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen,                serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan                menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat                saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk memenuhi                kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola                meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka                yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola                Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma                bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran                dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo",                setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada                tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Sunfill - produk                minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-Cola                yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan                pasar di Indonesia.&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola                juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan                kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada                akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam                kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada                akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng                ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan                inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan                desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus                dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas                tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan                sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser                musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun                iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan                sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi                survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum                tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event                berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil                dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.&lt;/p&gt;             &lt;p align="justify"&gt;Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi                pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah                yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia                menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan                yang ramah lingkungan. &lt;/p&gt;             Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi                yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company,                pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan                untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman                cepat saji yang lengkap&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-1049368298958896746?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/1049368298958896746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=1049368298958896746' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1049368298958896746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/1049368298958896746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/11/inovasi-coca-cola.html' title='Inovasi Coca Cola'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qfel9R_kI/AAAAAAAAAE4/ArbFk1ahlq0/s72-c/cola.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-7681683752300810973</id><published>2007-11-26T02:09:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T11:57:08.366-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Ranking Perusahaan Terbesar Sedunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qcp19R_iI/AAAAAAAAAEo/hTJtsPpoYI8/s1600-h/man-on-globe2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qcp19R_iI/AAAAAAAAAEo/hTJtsPpoYI8/s320/man-on-globe2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137090567642152482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;www.strategimanajemen.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perusahaan apa saja yang masuk dalam ranking top ten perusahaan terbesar sedunia? Setiap tahun majalah bisnis Fortune mempublikasikan daftar ranking 500 perusahaan terbesar sedunia dilihat dari nilai penjualannya (sales revenue). Mereka menyebutnya sebagai Global-500. Sementara untuk daftar 500 perusahan terbesar se-Amerika, mereka menyebutnya Fortune 500. Daftar perusahaan terbesar se-dunia ini sering menjadi rujukan penting untuk menelisik denyut dan laju perekonomian global. Untuk tahun 2007, &lt;strong&gt;ranking top ten perusaaan terbesar sejagat&lt;/strong&gt; adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-192"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Wal-Mart Stores (revenue : Rp 3230 trilyun dan profit bersih Rp 104 trilyun)&lt;br /&gt;2. Exxon Mobil (revenue: Rp 3195 trilyun dan profit bersih Rp 363 trilyun)&lt;br /&gt;3. Royal Dutch Shell (revenue : Rp 2933 trilyun dan profit bersih Rp 234 trilyun)&lt;br /&gt;4. BP (revenue Rp 2524 trilyun dan profit bersih Rp 202 trilyun)&lt;br /&gt;5. General Motors (revenue : Rp 1908 trilyun dan rugi Rp 18 trilyun)&lt;br /&gt;6. Toyota Motors (revenue: Rp 1884 trilyun dan profit bersih Rp 129 trilyun)&lt;br /&gt;7. Chevron (revenue : Rp 1845 trilyun dan profit bersih Rp 158 trilyun)&lt;br /&gt;8. DaimlerChrysler (revenue :Rp 1750 trilyun dan profit bersih Rp 37 trilyun)&lt;br /&gt;9. ConocoPhillips (revenue : Rp 1587 trilyun dan profit bersih Rp 143 trilyun)&lt;br /&gt;10. Total (revenue Rp 1549 trillyun dan profit bersih Rp 136 trilyun)&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang menduduki peringkat pertama adalah Wal-Mart, sebuah perusahaan retail raksasa yang dalam skala global menjadi rival paling berat bagi Carrefour. Total pendapatannya adalah sebesar……&lt;strong&gt;Rp 3230 trilyun &lt;/strong&gt;(hampir lima kali lipat APBN Indonesia!).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari ranking top ten ini terdapat beberapa poin yang layak dicatat. Pertama, dominasi oil companies sangat menonjol. Terdapat enam perusahaan minyak yang menduduki peringkat top ten, mulai dari Exxon, BP, Shell, Chevron (di Indonesia dulu dikenal dengan nama Caltex), hingga ConocoPhillips dan Total. Semua nama ini memiliki usaha di tanah air. Dan akibat bonanza dari harga minyak yang melambung, keenam perusahaan minyak global itu memperoleh profit yang sungguh mencengangkan. Exxon misalnya menangguk profit bersih sebesar &lt;strong&gt;Rp 363 trilyun &lt;/strong&gt;! (uang sebanyak ini rasanya cukup untuk membangun jalan tol memanjang dari Aceh hingga Papua……).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Catatan kedua adalah menyeruaknya perusahaan Toyota Motor dari Jepang dalam peringkat keenam. Untuk perusahaan otomotif global, sekarang memang Toyota (dengan total penjualan sebesar Rp 1884 trilyun) telah menjadi nomer dua setelah General Motors. Toyota juga jauh meninggalkan DaimlerChrysler (produsen Mercedes Benz) baik dari segi nilai penjualan ataupun dari aspek profit yang dihasilkan. Pada tahun lalu, Toyota Motor menangguk profit bersih sebesar Rp 129 trilyun…..(kalau Anda memiliki mobil bermerk Toyota, nah berarti Anda ikut menyumbang atas pencapaian laba yang amat menggiurkan itu…..). Laba bersih Toyota ini hampir empat kali lipat keuntungan perusahaan Daimler Benz yang “hanya” menangguk profit sebesar Rp 37 trilyun. Ini juga merupakan pertanda kinerja bisnis Toyota jauh lebih impresif dibanding dengan pesaingnya yang dari Jerman itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Catatan terakhir, ternyata tidak ada satupun perusahaan Indonesia yang masuk dalam dalam daftar Global - 500 . Perusahaan terbesar di Indonesia yakni Pertamina hanya memiliki nilai penjualan total sebesar Rp 350 trilyun (artinya hanya sekitar sepersepuluh Exxon), dan ini ternyata belum cukup untuk bisa hinggap dalam daftar. Karena itu perusahaan sekelas Astra atau Telkom yang sales revenue-nya hanya berkisar pada angka Rp 60 – 70-an trilyun per tahun – juga masih jauh untuk bisa masuk dalam daftar Global 500.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="AF"&gt;Mungkin pada tahun 2100 baru ada perusahaan Indonesia yang bisa masuk dalam daftar. Namun di tahun itu, kita semua barangkali sudah keburu masuk liang kubur……&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-7681683752300810973?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/7681683752300810973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=7681683752300810973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7681683752300810973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/7681683752300810973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/11/ranking-perusahaan-terbesar-sedunia.html' title='Ranking Perusahaan Terbesar Sedunia'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0qcp19R_iI/AAAAAAAAAEo/hTJtsPpoYI8/s72-c/man-on-globe2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7615392428436365722.post-633330544781476658</id><published>2007-11-25T05:38:00.000-08:00</published><updated>2008-04-28T07:27:15.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Berpikir tentang Pelanggan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0l-rV9R_fI/AAAAAAAAAEQ/q09Sqx7i_Bc/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5136776133086412274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0l-rV9R_fI/AAAAAAAAAEQ/q09Sqx7i_Bc/s320/11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;http://www.marketing.co.id/WebSite/DisplayArticle.aspx?id=18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;strong&gt;Seberapa cepat bisnis anda merespon keluhan dari pelanggan ? dan seberapa besar bisnis anda menaruh perhatian terhadap kepuasan pelanggan ? Asumsikan bahwa bisnis anda mempunyai pangsa pasar 10% dari 2 juta pelanggan di pasar, atau 200.000 pelanggan. Jika 15% dari 200.000 pelanggan tidak puas, bisnis anda akan memiliki 30.000 pelanggan yang tidak puas. Berdasarkan statistik yang dikemukakan oleh Roger J Best (www.MarkProf.com) menunjukkan bahwa bisnis akan kehilangan 92% pelanggan yang tidak puas tiap tahun. Kehilangan 27.600 pelanggan berarti kehilangan pangsa pasar sekitar 1,4%. Untuk mempertahankan pangsa pasar 10%, bisnis harus mendapatkan 27.600 pelanggan baru. Ini biaya yang sangat mahal untuk mempertahankan pangsa pasar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa jika sebuah perusahaan berhasil menyelesaikan keluhan dalam waktu 24 jam dari 20% pelanggan yang tidak puas maka 80% masalah dapat diselesaikan. Jika keluhan pelanggan dapat diselesaikan kurang dari 24 jam maka 95% pelanggan yang tidak puas dapat dipertahankan sebagai pelanggan. Namun, jika keluhan pelanggan tidak dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam maka &lt;em&gt;customer retention rate&lt;/em&gt; akan turun menjadi 24%, itu berarti anda kehilangan pelanggan lebih banyak. Nampaknya, bisnis selalu dihadapkan pada pilihan sulit, apakah mempertahankan pelanggan yang tidak puas agar tetap menggunakan jasa atau produk kita, kehilangan pelanggan atau mencari pelanggan baru. Harap dicatat, mempertahankan pelanggan yang tidak puas mempunyai konsekuensi mahal. Perusahaan harus mengeluarkan &lt;em&gt;extra resources&lt;/em&gt; untuk mempertahankan mereka. Konsekuensi tersebut bisa berarti bertambahnya pekerjaan untuk &lt;em&gt;sales force&lt;/em&gt;, konsesi harga, penyesuaian syarat transaksi, dan pelayanan pelanggan yang lebih baik. Sementara pelanggan baru kurang dapat memberikan keuntungan karena mereka masih dalam taraf evaluasi dan belum menjadi &lt;em&gt;committed buyer&lt;/em&gt;. Berikut akan dibandingkan &lt;em&gt;net marketing contribution&lt;/em&gt; dalam hal &lt;em&gt;customers retention, lost customers,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;new customers&lt;/em&gt;. Angka-angka yang ditampilkan merupakan perumpamaan untuk mempermudah ilustrasi.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;table cellspacing="0" width="590" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;p align="center"&gt;Customers Performance&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Retained Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Lost Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;New Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Overall Performance&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Number of Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;150.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;50.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;50.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;250.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Revenue Per customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp800&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp200&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Sales Revenue (million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp120&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 10&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 20&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp150&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Variable cost per customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp150&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp300&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Margin per Customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 50&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp100&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Gross Profit (million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 60&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 2,5&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 5&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 67,5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Marketing Expense per customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 60&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp100&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp300&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Total Marketing Expense (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 9&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 5&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 15&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 29,0&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Net Marketing Contribution (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 51&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;(Rp 2,5)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;(Rp 10)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 38,5 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Operating Expense (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 30,0&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Net Profit Before Tax (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 8,5&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Return on Sales&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;5,67%&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari situasi bisnis seperti terlihat di atas, keseluruhan &lt;em&gt;sales revenue&lt;/em&gt; Rp. 150 juta memberikan keuntungan bersih (&lt;em&gt;net profit&lt;/em&gt;) Rp 8,5 juta, dengan ROS 5,67%, tapi apakah perusahaan akan mendapatkan keuntungan apabila meningkatkan kepuasan pelanggan? Asumsikan bahwa Rp 1 juta akan dialokasikan untuk mengurangi jumlah ketidakpuasan pelanggan, jadi 80% pelanggan dapat dipertahankan tiap tahun.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dampaknya adalah berkurangnya biaya yang berhubungan dengan ketidakpuasan dan ditinggalkan pelanggan dan tidak ada biaya kegiatan pemasaran untuk mendapatkan pelanggan baru. Selain itu, pelanggan yang dipertahankan memberikan pendapatan tahunan dan marjin per pelanggan yang lebih tinggi daripada kehilangan atau mendapatkan pelanggan. Dari asumsi &lt;em&gt;customer retention&lt;/em&gt; 80% maka didapat situasi sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;table cellspacing="0" width="590" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;p align="center"&gt;Customers Performance&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Retained Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Lost Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;New Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Overall Performance&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Number of Customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;160.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;40.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;40.000&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;240.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Revenue Per customers&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp800&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp200&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Sales Revenue (million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp128&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 8&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 16&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp152&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Variable cost per customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp150&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp300&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Margin per Customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp400&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 50&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp100&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Gross Profit (million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 64&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 2&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 4&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 70&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Marketing Expense per customer&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 62,5&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp100&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp300&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Total Marketing Expense (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 10&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 4&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;Rp 12&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 26&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Net Marketing Contribution (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;Rp 54&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;(Rp 2)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;(Rp 8)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 44 &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Operating Expense (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 30,0&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Net Profit Before Tax (Million)&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;Rp 14&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="223"&gt;Return on Sales&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="84"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="92"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td valign="top" width="107"&gt;9,2%&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalam situasi bisnis dengan peningkatan &lt;em&gt;customer retention&lt;/em&gt; 80% akan meningkatkan laba kotor (&lt;em&gt;gross profit&lt;/em&gt;) dari Rp 60 juta ke Rp 64 juta. &lt;em&gt;Marketing expenses&lt;/em&gt; akan naik karena Rp 1 juta yang harus ditambahkan untuk &lt;em&gt;retention program&lt;/em&gt;. Sebagai dampaknya, &lt;em&gt;net marketing contribution&lt;/em&gt; akan meningkat Rp 3 juta. Hal yang lebih penting, kerugian akibat ketidakpuasan pelanggan yang tidak lagi menggunakan jasa atau produk dan mendapatkan pelanggan baru akan berkurang menjadi Rp 2,5 juta. Dampak komulatif dari peningkatan kepuasan dan &lt;em&gt;retention&lt;/em&gt; pelanggan meningkatkan laba bersih (&lt;em&gt;net profit&lt;/em&gt;) dari Rp. 8,5 juta menjadi Rp 14 juta.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Peningkatan tersebut berasal dari semakin besarnya jumlah pelanggan yang dipertahankan (&lt;em&gt;retained customer&lt;/em&gt;), berkurangnya biaya untuk melayani pelanggan yang tidak puas, dan berkurangnya biaya yang berhubungan dengan biaya peningkatan jumlah pelanggan baru. Biasanya, ROS akan diperbandingkan dengan &lt;em&gt;industry average&lt;/em&gt;. Apabila rasio penjualan di bawah rata-rata industri,artinya dalam penggunaan sumber daya kurang efisien, sebaliknya apabila lebih tinggi menandakan bahwa operasional efisien..&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebuah bisnis yang memiliki &lt;em&gt;customer retention&lt;/em&gt; 50% mempunyai kesempatan untuk mempertahankan pelanggan dalam dua tahun ke depan dengan peluang keberhasilan 50-50. Ini sama dengan sebuah rerata &lt;em&gt;customer life&lt;/em&gt; selama 2 tahun. Rerata &lt;em&gt;Customer life expectancy&lt;/em&gt; sama dengan 1 (satu) dikurangi 1 (satu) dibagi rata-rata &lt;em&gt;customer retention (N) &lt;/em&gt;atau (1-1/N). Dari persamaan tersebut dapat dikatakan bahwa semakin tinggi rata-rata &lt;em&gt;customer retention&lt;/em&gt; semakin tinggi pula &lt;em&gt;customer life expectancy&lt;/em&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jadi, apabila sebuah bisnis memiliki strategi untuk mempertahankan pelanggan sampai 10 tahun maka bisnis tersebut harus meningkatkan &lt;em&gt;customer retention&lt;/em&gt; hingga 90%. Bukti bahwa pelanggan menjadi fokus organisasi dalam menciptakan keuntungan telah sangat jelas walaupun pelanggan tidak pernah muncul dalam setiap laporan tahunan tapi setidaknya dalam &lt;em&gt;marketing performance metrix&lt;/em&gt;, pelanggan menjadi dasar kinerja. Berdasarkan perbandingan perhitungan antara mempertahankkan pelanggan, kehilanggan pelanggan dan bertambahnya pelanggan ternyata menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan adalah keputusan terbaik bila dilihat dari sisi &lt;em&gt;marketing profitability&lt;/em&gt;. Hal ini menekankan bahwa menjadi &lt;em&gt;customer centric organization&lt;/em&gt; adalah sebuah tujuan yang harus dicanangkan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="ArticleBody" id="ctl00_RightContentPlaceHolder_lblContent"&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong&gt;REFERENCE&lt;/strong&gt;Best, R. J. (2005), &lt;em&gt;Market-Based Management: Strategies for Growing Customer Value and Profitability&lt;/em&gt;, 4&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; ed., Pearson Education, Inc, Upper Saddle River, NJ Ross, S.A, Randolph, W.W, Jeffrey, J. (2005), &lt;em&gt;Corporate Finance&lt;/em&gt;, 7&lt;sup&gt;th&lt;/sup&gt; edition, McGraw-Hill, Boston.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7615392428436365722-633330544781476658?l=semarketer.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://semarketer.blogspot.com/feeds/633330544781476658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7615392428436365722&amp;postID=633330544781476658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/633330544781476658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7615392428436365722/posts/default/633330544781476658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://semarketer.blogspot.com/2007/11/berpikir-tentang-pelanggan.html' title='Berpikir tentang Pelanggan'/><author><name>Djabbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02208110589403951323</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='22' src='http://bp2.blogger.com/_ggYJoDF8deY/R1f9QuaPO9I/AAAAAAAAAF8/oZd_gArCvxY/S220/Pie.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ggYJoDF8deY/R0l-rV9R_fI/AAAAAAAAAEQ/q09Sqx7i_Bc/s72-c/11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
